Nostalgia dan Surga Tersembunyi di Belantara Kota
Nostalgia dan Surga Tersembunyi
di Belantara Kota
Kebayoran Lama menjadi salah satu wilayah termasyhur di kawasan Jakarta Selatan. Nggak percaya? Ini buktinya. Berbagai pusat perbelanjaan sangat mudah ditemui dikawasan ini. Mulai dari yang berbintang hingga ke kelas kaki lima.
Bagi warga yang biasa mencari barang rongsok atau antik pasti sudah familiar dengan Pasar Loak Kebayoran Lama. Pasar ini sudah ada sejak tahun 90-an. Awal mula pasar ini terbentuk karena para pedagang yang sejak dahulu kala berjualan di Pasar Taman Puring.
Para pedagang itu pun akhirnya harus bermigrasi ke arah stasiun Kebayoran Lama, karena lapak yang ditempatinya terkena gusuran imbas pembangunan lahan terbuka hijau. Kini mereka pun bersatu menggelar lapak yang berada tepat di sisi Stasiun Kebayoran Lama yang kini terkenal dengan Pasar Loak Kebayoran Lama.
Edy, salah satu pedagang yang berjualan disana bercerita bahwa lapak dagangannya yang berada di Taman Puring harus ditutup karena lahan tersebut dijadikan taman oleh pihak Pemprov DKI Jakarta. Pasar ini terletak di Jalan Masjid Al Huda, atau patokan lebih mudahnyayakni terletak tepat di Stasiun Kebayoran Lama.
Pasar Loak Kebayoran Lama juga dikenal dengan sebutan Pasar Kolong. Karena memang Pasar tersebut berada di bawah Jembatan Penyebrangan Orang yang menghubungkan Stasiun Kebayoran dengan Halte Transjakarta.
Edy juga menceritakan bagaimana ia berjualan di Pasar Loak Kebayoran Lama. Sejak dulu Edy mencari barang-barang yang masih layak pakai atau bernilai seni tinggi dari tukang loak langganannya yang berlokasi di kawasan Tangerang Selatan.
Ia sangat rutin untuk mendatangi tempat rongsok tersebut. Dalam satu minggu, ia bisa mendatangi tempat itu sebanyak 2-3 kali untuk mencari barang-barang yang sudah tidak terpakai dan bisa bernilai tinggi.
Edy Tak sendiri, Ada juga pedagang Loak yang bernama Yaya dan berjualan barang rongsok sejak tahun 2019 lalu. Jika Edy mendapatkan barang-barang tersebut dari tukang loak di kawasan Tangerang Selatan, Yaya justru mendapatkan barang dagangannya itu dari pemulung yang biasa biasa beroperasi di kawasan Simprug dan Kebayoran.
Meskipun dari pemulung, barang-barang yang didapatkan mereka justru tak melulu dalam kondisi baik. Tapi tetap bisa direparasi dan memiliki nilai jual yang lumayan. Tak sedikit juga banyak barang yang didapatkan harus mendapatkan perhatian ataupun perbaikan khusus sebelum dijual kembali ke pada pembeli.
Di Pasar Loak Kebayoran Lama ini kalian bisa menemukan banyak barang-barang yang unik hingga nyentrik. Mulai dari peralatan dapur, pakaian dan tak sedikit juga barang antik. Seorang seniman bernama Edy Bonetski beberapa kali pernah mendapatkan lukisan-lukisan para pelukis terkenal Indonesia ditempat ini. Tanpa pikir panjang ia pun membeli lukisan itu dan kemudian berencana untuk memberikan karya lukisnya itu ke yang menciptanya.
Saat pandemi melanda, para pedagang Pasar Loak Kebayoran Lama juga ikut merasakan imbasnya. Mayoritas para pedagang yang berjualan secara offline di lapak-lapak sederhana ini harus gulung tikar. Terlebih saat pemerintah mulai melakukan pembatasan dan aktivitas ruang gerak demi menekan angka kematian. Tapi kini keadaanya mulai membaik dan berangsur pulih. Sedikit demi sedikit, para pedagang itu pun sudah mulai kembali berjualan seperti kondisi sebelumnya.
Beberapa barang antik dan unik di pasar loak.
Yaya, salah satu pedagang di pasar loak.
Koleksi Buku-buku lawas juga ada lho.



