INTERMESO

Lebaran Usai, Resign Berjamaah Dimulai

“Aku sudah rencana, kalau gaji nggak naik, aku bakal resign setelah nerima Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran.”

Ilustrasi: Dikhy Sasra/detikcom

Minggu, 21 April 2024

Di dalam sebuah ruang meeting area perkantoran di Kawasan SCBD, Jakarta Pusat, Dini Anggini sedang berbicara empat mata dengan seorang HR Manager. Sambil menahan degup jantung yang sudah tak karuan, Dini menyampaikan maksudnya kepada HR Manager itu. Setelah memaparkan berbagai pencapaian yang sudah ia raih selama lima tahun bekerja sebagai Public Relation, Dini meminta kenaikan gaji.

“Dengan semua effort yang aku lakuin untuk perusahaan, aku rasa aku layak buat dapat kenaikan gaji,” ungkap perempuan berusia 28 tahun itu. Ia menyampaikan niatnya pada akhir Februari lalu.

Kenaikan gaji yang Dini inginkan bukan tanpa sebab. Sejak satu tahun belakangan ini, Dini mesti berjibaku dengan berbagai tambahan pekerjaan. Akibatnya, Dini mesti serba multi tasking antar departemen dan pekerjaan itu sangat menyita waktu dan tenaganya. Sementara perusahaan tidak mau menambah karyawan untuk membantu meringankan tugas Dini.

“Seringnya aku jadi harus ngejar deadline dan bawa kerjaan sampai ke kosan. Jadi sampai kos, tuh, bukannya istirahat tapi masih harus kerja. Padahal besok paginya udah mesti berangkat kerja lagi,” keluh lulusan sarjana Ilmu Komunikasi ini.

Sayangnya, Dini harus menelan pil pahit. Permintaannya ditolak mentah-mentah oleh perusahaan. Namun, Dini tidak terlalu khawatir. Ia sudah menyiapkan rencana selanjutnya. Sejak beberapa bulan sebelumnya, Dini sudah mencari pekerjaan lain di posisi yang sama. Beruntung Dini mendapatkan posisi itu dengan upah yang lebih tinggi. Dini bahkan tidak perlu masuk kantor setiap hari.

“Aku sudah rencana, kalau gaji nggak naik, aku bakal resign setelah nerima Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran. Alhamdulillah, aku malah udah dapat pekerjaan baru sebelum resign di kantor lama,” ucap Dini yang kini tengah menghabiskan jatah cuti sebelum memulai pekerjaan baru. Nantinya, Dini akan bekerja di sebuah kantor advertising di daerah Kemang, Jakarta Selatan.

Potret pekerja kantoran di Jakarta
Foto: Agung Pambudhy/detikcom 

Sebelum Lebaran, sudah banyak pekerja kantoran yang ingin mengundurkan diri. Hanya saja mereka menunggu momen yang pas. Mereka menunda pengunduran diri hingga mengantongi THR. Seusai lebaran, mereka kompak melakukan resign. Di sisi lain, fenomena ini juga membuat tenaga HR mesti bekerja keras untuk mengisi kekosongan yang terjadi di kantor mereka.

Berbagai lowongan pekerjaan baru akan ditebar di berbagai platform pencari kerja. Yoga Pratama turut memanfaatkan situasi ini untuk mencari pekerjaan baru. Tenaga akuntan di sebuah perusahaan keuangan di PIK 2 ini sudah beberapa kali mencoba mencari pekerjaan sebelum keluar. Namun Yoga kesulitan mendapatkan izin untuk menghadiri interview di jam kerja.

“Saya kan nggak mungkin terus terang bilang izin karena mau interview. Terpaksa saya harus ngarang alasan lain. Tapi kalau kebanyakan izin orang kantor pasti curiga,” katanya. Sejak awal tahun mencari pekerjaan pengganti, Yoga juga belum menemukan posisi yang pas untuk dirinya. “Saya pikir nanti aja, deh, habis lebaran. Kan biasanya banyak yang resign, banyak HR yang juga buka lowongan pekerjaan baru. Mungkin bisa lebih mudah.”

Jangan gegabah langsung keluar, ini yang sering kali kejadian."

Setelah Lebaran, laki-laki berusia 27 tahun ini berencana resign sebelum mendapatkan pekerjaan baru. Harapannya agar ia lebih mudah dalam menjalani interview kerja. Selain itu, Yoga sudah mengantongi THR terlebih dahulu. Ia menjadikan pemberian THR itu sebagai modal untuk bertahan dan mencari pekerjaan baru.

“Setidaknya uangnya cukuplah buat bertahan 3-6 bulan tanpa pekerjaan. Harapannya saya setelah resign nggak lama bisa langsung dapat pekerjaan baru,” ucap Yogi yang baru saja mengajukan surat pengunduran diri kepada HRD di kantornya.

Praktisi dan Konsultan Sumber Daya Manusia (SDM) Audi Lumbantoruan mengatakan, fenomena pengunduran diri setelah Lebaran ini selalu terjadi setiap tahunnya. Banyak karyawan yang sebenarnya sudah berniat untuk mengundurkan diri, namun dengan sengaja menunda pengunduran diri tersebut sampai Lebaran agar bisa mendapatkan THR.

“Sebenarnya bisa saja keluar kapan saja, tapi kan nggak dapat THR. Nah, ini kesempatan mereka merasa semua sudah saya dapatkan, 'ah kalau saya memang sudah nggak nyaman, sudah nggak sesuai dengan harapan, ya udah lah saya cari tempat baru' gitu," terang Audi.

Pada momen ini, jumlah karyawan yang mengundurkan diri serta perusahaan yang sedang membuka lowongan pekerjaan baru sedang dalam posisi tertinggi dalam setahun. Fenomena ini membuat momentum setelah Lebaran menjadi puncak perputaran tenaga kerja di Indonesia. Audi menyebut secara umum, jumlah karyawan yang mengundurkan diri pada momentum ini sekitar 10-20% dari total karyawan usia produktif (25-40 tahun). Karena karyawan usia produktif inilah yang masih mudah untuk mencari pekerjaan baru setelah resign.

Ilustrasi karyawan kantor di Jakarta
Foto: Ari Saputra 

Namun, menurutnya, fenomena ini biasanya hanya terjadi di kota-kota besar. Sebab hanya mayoritas peluang kerja atau karier baru ini hanya tersedia di kota-kota besar yang memiliki banyak perusahaan.

"Hitung saja angkatan kerja yang produktif, ambil yang usia produktif dari umur 25, 30 sampai 40, itulah yang biasanya lebih mudah cari kerja. Ambil 10-20% dari jumlah itu, khususnya untuk di kota besar, ya," jelasnya.

Audi mengingatkan para pencari kerja agar tidak kebelet resign dari perusahaan. Ia menyarankan mereka untuk mendapatkan pekerjaan baru terlebih dahulu sebelum resign untuk menghindari resiko menganggur. Jika sudah mendapatkan tawaran baru yang lebih pas, setelah itu mereka baru bisa segera mengundurkan diri dan pindah kantor.

"Jangan gegabah langsung keluar, ini yang sering kali kejadian. Perhatikan dulu, yang penting adalah sudah mendapatkan konfirmasi dari perusahaan baru, artinya penawaran pekerjaan baru itu kertasnya (kontrak kerja) sudah di tangan," kata Audi.


Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE