INTERMESO

Bukber Jangan Bikin Boncos

“Bukan cuma harus ngatur budget-nya, tapi juga ngatur waktu supaya nggak bentrok.”

Ilustrasi bukber: Dok. Shutterstock 

Sabtu, 28 Maret 2024

Mendekati waktunya berbuka puasa, rombongan pengunjung mulai memenuhi bangku restoran yang bertempat di salah satu hotel bintang empat di Jakarta Pusat. Paket khusus berupa sajian makanan khas Timur Tengah sengaja disediakan untuk iftar. Di antara banyaknya pengunjung itu, Hendri Triwanto nampak kebingungan melihat begitu banyak makanan yang disajikan secara buffet. Hendri nampak ragu-ragu saat hendak menuangkan nasi biryani lengkap dengan potongan daging kambing ke atas piringnya.

“Maaf banget, nih, kalau saya kelihatannya katrok sekali. Jujur ini baru pertama kali saya diajakin buka puasa di hotel. Saya pikir selama ini kalau mau makan di hotel musti nginep dulu,” kata Hendri yang nampak lugu. Malam sebelumnya, Hendri sampai mencari informasi di internet seputar cara makan di hotel tanpa perlu menginap.

Pengalaman perdana buka puasa di hotel ini ditengarai ajakan teman-teman kantornya. Satu minggu sebelum memasuki bulan Ramadhan, Hendri yang masih berstatus anak baru di sebuah perusahaan digital marketing agency ini sudah diwanti-wanti untuk mengikuti buka puasa bersama alias bukber yang bakal diikuti timnya di kantor. Laki-laki berusia 26 tahun ini ditagih uang sebesar Rp 200 ribu untuk ikut serta dalam acara bukber.

“Karena saya masih karyawan baru di sini, sekalian lah ajang bukber ini supaya semakin gampang berbaur sama tim dan biar saling kenal,” ucap laki-laki asal Cirebon ini kepada detikX beberapa waktu lalu.

Ilustrasi Bukber 
Foto: Shutterstock 

Undangan bukber tidak hanya datang dari kantornya saja, memasuki bulan puasa, berbagai undangan buka bersama datang dari berbagai kelompok pertemanannya. Sampai saat ini, Hendri sudah mengiyakan delapan ajakan buka puasa bersama. Selain bukber dengan teman kerja, ia juga bukber dengan teman-teman dari komunitas lari, teman kuliah dan teman SMA.

“Bukan cuma harus ngatur budget-nya tapi juga ngatur waktu supaya nggak bentrok. Harus nyisihin waktu juga buat bukber sama keluarga,” katanya.

Bukber bersama teman-temannya, Hendri lebih luwes dalam mengatur budgetnya agar tidak boncos. “Kalau sama teman sendiri, kan, lebih enak. Eh, kita bukber budget-nya seorang Rp 50 ribu saja misalkan. Bbisa diatur sendiri, nggak pakai sungkan.”

Saat bertemu dengan mereka, acara bukber berjalan dengan santai. Sembari menikmati hidangan sederhana, mereka saling bertukar cerita. Momen-momen lucu selama mereka bersekolah bersama selalu menuai gelak tawa. Seperti saat Hendri dan teman SMA-nya mengadakan bukber bertemakan potluck. Masing-masing peserta bukber membawa makanan dan minuman untuk dinikmati bersama. Teman Hendri yang beragama nonmuslim pun turut ikut serta meramaikan acara ini.

“Buat saya bukber di mana saja yang paling penting kebersamaannya. Bisa sekalian menjaga relasi,” ungkapnya. Untuk bukber bertemakan potluck dengan peserta sebanyak delapan orang ini, Hendri hanya menghabiskan uang tak sampai Rp 40 ribu untuk membeli aneka gorengan dan jajanan pasar.

***

Sebagai pemilik usaha online shop di e-commerce, Devinta Bunga justru kerap membuat undangan buka puasa bersama. Undangan ini ia tujukan tak hanya kepada partner bisnisnya, tapi juga kepada sepuluh orang karyawan yang sudah banyak berjasa membantu kegiatan operasional toko online miliknya. Di bulan Ramadhan, Devinta menyiapkan budget lebih untuk mentraktir para karyawannya itu.

Kurma, salah satu hidangan untuk bukber
Foto: Esti Widiyana 

“Usaha aku udah jalan lima tahun. Alhamdulillah setiap tahun selalu ada rezeki buat ngajak mereka bukber,” tutur perempuan berusia 35 tahun ini

Biasanya, Devinta akan menunjuk salah seorang karyawannya untuk menjadi panitia bukber. Panitia ini bertugas tak hanya untuk mencari tempat bukber, melainkan juga membuat aktivitas selama kegiatan bukber berlangsung. Kegiatan yang dimaksud Devinta adalah permainan dengan hadiah atau doorprize berupa uang atau voucher belanja.

“Biasanya bukber, kan, cuma makan dan ngobrol doang. Nah, sengaja aku bikinin semacam minigames supaya lebih seru. Mereka juga jadi makin semangat ikut bukbernya,” ungkap Devinta. Untuk satu kali acara bukber seperti ini, biasanya Devinta menyediakan budget sebesar Rp 5 juta. “Sebetulnya variatif lah untuk budget bukber setiap tahunnya. Budgetnya sesuaiin sama kemampuan kita.”


Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE