INTERMESO

Empat Sehat Lima Liburan

“Liburan itu ternyata penting, supaya kita tetap waras.”

Foto Ilustrasi: Sunset di Pulau Bali (Bonauli/detikTravel)

Senin, 1 Januari 2024

Jauh hari sebelum libur natal dan akhir tahun 2024 tiba, Robby Bagas sudah mengajukan permintaan cuti kepada bosnya. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, laki-laki berusia 28 tahun ini selalu menghabiskan liburan dengan bekerja. Sebagai pekerja di dunia kreatif, tanggal merah tidak berlaku di kalendernya.

“Akhir tahun kerjaan di kantor malah lagi padet karena biasanya kita harus nyelesaiin deadline sebelum pergantian tahun,” kata laki-laki yang bekerja sebagai kru kreatif di salah satu agency di Jakarta ini.

Setelah setahun bekerja tanpa menikmati hari libur dengan baik, Robby kekeuh mengajukan cuti selama empat hari kepada bosnya. Tekanan dan beragam tuntutan dalam pekerjaannya telah membuat Robby penat. “Liburan itu ternyata penting, supaya kita tetap waras. Dan harusnya bisa liburan lebih sering supaya pas balik kerjaan lebih semangat,” kata Robby kepada detikX.

Robby mengambil cuti selama empat hari. Jika digabung dengan libur bersama Natal pada tanggal 25, total Robby mendapatkan jatah libur selama satu minggu penuh. Pada kesempatan libur kali ini, Robby yang berdomisili di Jakarta memilih menghabiskan liburan bersama Ibu dan adiknya ke Bandung.

Ilustrasi traveling
Foto: Shutterstock 

Ibu Robby memiliki hobi jalan-jalan dengan aktivitas outdoor yang menyenangkan. Demi memuaskan sang ibu, Robby dan adiknya sudah memesan satu fasilitas glamping di Ciwidey. Kebetulan ia dan adiknya juga belum pernah menikmati akomodasi camping eksklusif dengan pemandangan alam terbuka.

“Penginnya sekalian quality time sama keluarga dan ngurangin pegang handphone. Walaupun rasanya agak mustahil, ya, karena pengalaman teman-teman lain cuti tapi masih ada aja teror soal kerjaan,” kata Robby.

Bagi Rianti, liburan merupakan saat yang tepat baginya untuk keluar dari rutinitas yang panjang dan melelahkan. Pekerjaannya sebagai staf di salah satu bank swasta membuatnya merasa cepat jenuh. “Ngerasain burn out (kelelahan fisik dan mental) karena setiap hari kan kita ngelakuin hal yang sama terus menerus,” katanya.

Setiap musim liburan tiba, Rianti tidak akan membuang sia-sia masa cutinya. Sebisa mungkin, Rianti akan Menyusun agenda untuk liburan. Makna liburan bagi perempuan berusia 26 tahun ini tak perlu selalu mengorek dompet dalam-dalam. “Nggak harus selalu ke luar kota. Kadang saya suka keliling Jakarta naik kereta atau ke bandara lihat pesawat aja sudah senang,” ungkapnya.

Bagi Rianti, lebih penting baginya menganggarkan biaya untuk jalan-jalan ketimbang membeli barang mahal atau menonton konser. “Kalau liburannya lama baru aku travelling atau nginap di hotel bareng keluarga,” katanya.

Dr Russell Poldrack selaku direktur Imaging Research Center dari University of Texas di Austin menuturkan berlibur akan memberikan pengalaman baru, kondisi ini akan membuat otak merespons dengan melepaskan dopamin ke dalam hippocampus (bagian otak yang menciptakan memori atau kenangan). Hal ini akan meningkatkan memori dan membantu melindungi dari penyakit Alzheimer.

Sementara menurut Psikolog Efnie Indrianie, MPsi, liburan adalah salah satu cara paling ampuh untuk menghilangkan stres. Menurutnya, berlibur bisa jadi salah satu cara yang manjur untuk menghilangkan ketegangan karena liburan itu menyenangkan. "Liburan itu kebutuhan yang penting," tuturnya.

Ilustrasi traveling
Foto : Istock

Efnie melanjutkan, sudah menjadi kodrat manusia jika membutuhkan waktu untuk lepas dari kegiatan sehari-hari. Adanya weekend atau akhir pekan menjadi momen paling tepat untuk melepas stres, salah satunya dengan liburan. Jika tidak sempat liburan saat akhir pekan, luangkanlah waktu untuk liburan setidaknya setahun 2 kali.

"Konsep liburan bisa bervariatif dan dalam berbagai cara. Karena inti dari liburan adalah untuk relaksasi dan mencari ketenangan," tambah Efnie.

Efnie meneruskan, ketenangan bisa hadir jika orang itu bisa benar-benar lepas dari hal-hal yang jadi pemicu stres. Ada baiknya liburan itu tidak perlu terlalu sering melihat ponsel atau bahkan, tinggalkan ponsel dalam keadaan mati. Hanya gunakan saat darurat. Dengan memberi asupan menyenangkan ke dalam jiwa, seperti liburan, maka stres pun bisa perlahan menghilang dan jiwa Anda pun bisa kembali stabil.

"Indonesia memiliki alam yang sangat indah. Banyak tempat yang bisa dieksplore untuk jadi tempat liburan sekaligus menenangkan diri dengan dana yang tidak terlalu besar," tandas Efnie.


Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE