Foto: Ilustrasi Santa Claus (REUTERS/KIM KYUNG-HOON)
Senin, 25 Desember 2023Bagi orang dewasa, sosok pria tua bertubuh gempal dengan kostum serba merah seperti Santa Claus hanyalah khayalan belaka. Tokoh legendaris perayaan natal yang dikenal membawa kereta salju sambil membawa kantong besar berisi hadiah sudah terkubur jauh dalam angan-angan mereka.
Namun, tidak demikian dengan Davin, seorang bocah berusia 5 tahun. Perayaan Natal menjadi hari paling istimewa yang ditunggu dirinya. Melalui cerita yang didongengkan orang tuanya, Davin percaya, jika ia berperilaku baik, maka Santa Claus akan datang dan mengabulkan apapun permintaannya.
Davin tidak bisa menutupi wajah gembiranya saat ia bertemu dengan sosok Santa Claus di sebuah pusat perbelanjaan. Davin tidak melihat sembilan rusa kutub yang menarik kereta salju milik sang santa. Tapi ia begitu sumringah saat melihat ‘karung’ besar di sisi kiri sosok santa itu. Ia yakin, diantara hadiah-hadiah itu, pasti ada satu yang akan menjadi miliknya.
Benar saja, pria paruh baya berjenggot putih itu segera memanggil Davin naik ke atas panggung. Ia memberikan Davin sebuah kotak hadiah berukuran besar. Saat dibuka, isinya adalah sebuah gitar mainan yang sudah lama ia impikan. “Anak itu (Davin) bilang ke saya ‘Kakek Santa kok tahu aku mau hadiah gitar? Habis dikasih hadiah, saya dipeluk erat-erat,” ucap ‘Santa Claus’ yang memberikan Davin Hadiah.
Sosok Davin begitu polos dan manis. Ia pasti tak akan mengira asal usul hadiah berisi gitar mainan itu merupakan ide brilian ayahnya. “Padahal sebelum acara dimulai, yang nitipin hadiah itu ke saya ya papanya,” tawa Hanoch Yitsak, pria yang memerankan karakter Sinterklas ini.

Hanoch Yitsak saat memerankan Santa Claus di sebuah pusat perbelanjaan
Foto: Dok Pribadi
Begitu banyak spekulasi beredar tentang riwayat tokoh yang konon selalu hadir saat malam natal ini. Kisah yang paling terkenal menceritakan Santa Claus merupakan tokoh fiksi yang terinspirasi dari Santo (Saint) Nicholas. Ia merupakan Uskup Myra di sebuah kota Romawi yang kini menjadi Turki. Selama hidupnya, ia banyak membantu orang-orang miskin. Santo Nicholas kerap membagikan hadiah secara rahasia kepada anak-anak di sekitar wilayah tinggalnya.
Dalam kisah lain, setiap anak akan mendapat hadiah dari Sinterklas jika tidak nakal, atau berlaku baik selama setahun. Sebaliknya, anak yang nakal tidak akan mendapat hadiah dan akan diculik oleh Swaterpit atau Zwarte Piet. Swaterpit adalah manusia yang digambarkan memiliki kulit hitam dan siap menculik atau mengganggu anak nakal.
Meski bukan sosok Santa Claus sungguhan, setiap bulan Natal tiba, Hanoch selalu hadir menghibur anak-anak dengan perangainya yang lucu. Hanoch merupakan seorang seniman badut. Sejak tahun 2001, ia mendirikan sanggar badut bernama Henoch Enventainment.
“Saya memperkaryakan beberapa teman menjadi teman menjadi tim inti. Ada tim sirkus, MC, sulap, ada juga tim yang memerankan karakter seperti Mickey Mouse, Donal Bebek, termasuk Santa Claus itu,” ungkap Hanoch saat dihubungi detikX.
Memasuki bulan natal, Hanoch bersama timnya menerima beragam permintaan karakter Sinterklas dari berbagai macam elemen. “Sampai tanggal 25 kita udah full. Mulai dari acara kelompok, acara sekolah, komunitas, kalau di mall ada event Meet and Greet with Santa,” kata pria berusia 43 tahun ini.

Hanoch Yitsak pemeran karakter Santa Claus
Foto: Dok Pribadi
Untuk menyulap dirinya menjadi sosok Santa Claus, Hanoch melakukan berbagai persiapan. Selain menggunakan kostum Santa Claus, pria yang berdomisili di Surabaya, Jawa Timur, ini menyumpal bokong dan perutnya agar terlihat besar. “Karakter perokoknya saya hilangin biar nggak ditiru anak-anak. Kita ambil yang positifnya saja,” ungkap Ayah tiga anak ini.
Dalam setiap pertunjukannya, Hanoch akan memulai atraksinya dengan membacakan dongeng yang berisi pesan-pesan kebaikan. Selanjutnya Hanoch akan membagikan hadiah kepada anak-anak yang telah berjanji akan menjadi anak baik. Berbekal kecintaannya terhadap anak-anak, tak sulit bagi Hanoch untuk memerankan sosok Sinterklas. Ia selalu paham bagaimana caranya membuat anak-anak itu senang dan terhibur.
Namun saat sedang beraksi di mall, Hanoch pernah tertangkap basah oleh anak-anak itu sedang berganti kostum. “Kadang anak kecewa melihat kita lepas jenggot, lepas baju. Lho ternyata bohongan. Mood mereka hilang sudah,” ujar Hanoch.
Meski dirinya berperan sebagai Santa Claus, ia tak mau anak-anak ini terus hidup dalam ‘kebohongan’. “Di akhir pertemuan saya pasti akan menyampaikan pesan ke mereka ‘kakek santa bukan malaikat, bukan dewa, kakek santa ini manusia biasa, sama dengan bapak kalian. Cuma kakek santa bisa melakukan yang baik buat kalian’,” katanya. “Jadi jangan sampai image santa itu jadi dewa, jadi pemberi hadiah, nanti aku yang dosa, jadi kita luruskan tetap berdoa, tetap rajin belajar, pasti suatu saat Tuhan akan mengabulkan doa kalian.”
Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho