INTERMESO

Yang Muda yang Berkuasa

Di usianya yang baru 35 tahun, Daniel Noboa menjadi Presiden Ekuador. Ayahnya saja lima gali gagal nyapres.

Foto Ilustrasi: Potret Daniel Noboa, Tukang Pisang Jadi Presiden Termuda Ekuador (REUTERS/Karen Toro)

Minggu, 29 Oktober 2023

Negara Ekuador di Amerika Selatan baru saja mengukir sejarah baru. Di usianya yang baru menyentuh angka 35 tahun, Daniel Noboa berhasil memenangkan pemilhan umum (pemilu). Perwakilan suara generasi milenial di Ekuador ini secara mengejutkan masuk ke putaran kedua pada Agustus lalu. Noboa unggul lima poin dari pesaingnya, Luisa Gonzalez, seorang pengacara berhaluan kiri.

Seperti dilansir dari The Guardian, Senin, 16 Oktober 2023, Dewan Pemilu Ekuador menyatakan Noboa berhasil memperoleh 52,29 persen suara melawan Gonzalez yang meraih 47,71 persen suara. Gonzalez yang merupakan kandidat pilihan mantan presiden Rafael Correa secara terbuka telah menerima kenyataannya. Di hadapan para pendukungnya, ia juga berjanji akan mendukung presiden terpilih dan mendesak Noboa untuk memenuhi janji kampanye.

“Mulai besok, harapan akan mulai bekerja. Mulai besok Daniel Noboa mulai bekerja sebagai presiden baru Anda,” ucap Noboa. Dalam kampanyenya, Noboa menjanjikan penindakan tegas kejahatan dengan kekerasan, lapangan kerja baru bagi kaum muda dan menggenjot investasi asing.

Di bidang politik, pria kelahiran Guayaquil, Ekuador, 30 November 1987 ini terbilang masih minim pengalaman. Aliansi politiknya hanya memiliki 13 anggota parlemen dari total 137 orang. Noboa hanya menghabiskan waktu selama dua tahun di parlemen. Pada 2021, Noboa terpilih menjadi anggota parlemen Ekuador mewakili wilayah Santa Elena. Noboa juga maju sebagai perwakilan Partai Persatuan Ekuador. Di tahun yang sama, Noboa ditunjuk sebagai presiden komisi pembangunan, ekonomi, produktif dan usaha mikro Ekuador.

Judul Daniel Noboa terpilih jadi Presiden Ekuador di usia 35 tahun
Foto: AFP/MARCOS PIN 

Meski di kancah politik Noboa masih anak bawang, ia tak betul-betul merangkak dari bawah. Noboa merupakan anak dari politikus senior Ekuador, Alvaro Noboa. Ayahnya pernah lima kali mengajukan diri menjadi presiden Ekuador namun selalu gagal. Kemenangan Noboa memberi pukulan berat bagi mantan presiden Rafael Correa. Pada pemilihan presiden tahun 2006, Correa berhasil mengalahkan ayah Noboa dan menjabat selama 10 tahun.

Di usia mudanya ini, Noboa merupakan miliarder sekaligus pewaris tunggal bisnis ekspor pisang yang dimiliki ayahnya. Saat berusia 18 tahun, Noboa sudah mendirikan perusahaan yang bergerak di dunia hiburan yaitu DNA Entertainment Group. Noboa diketahui merupakan lulusan dari New York University Stern School of Business. Ia memperoleh gelar sarjana di bidang Administrasi Bisnis pada 2010. Sembilan tahun kemudian, ia kemuidan memperoleh gelar Master Bisnis Administrasi dari Kellogg School of Management di Evanston, Illinois, Amerika Serikat.

Noboa telah berhasil menarik perhatian para pemilih muda yang tampaknya telah muak dengan kondisi saat ini. Pemilih berusia 18 hingga 29 tahun mengisi sepertiga dari porsi seluruh suara. Gaya Noboa yang tenang dan tidak konfrontatif membuatnya cepat meraih popularitas di negara yang memiliki tingkat kemiskinan sebesar 27% dan tingkat pengangguran tinggi ini. Noboa menjalankan kampanye yang kuat melalui media sosial. Ia berjanji untuk mengembalikan pendidikan kepada para pemuda dan menciptakan lapangan kerja.

"Karena usianya yang muda, ia adalah solusi terbaik bagi semua orang," kata Andres Garcia, seorang mahasiswa universitas berusia 29 tahun kepada AFP. Menurut jajak pendapat, selain permasalahan kriminal dan kekerasan, isu pengangguran mendapatkan perhatian terbesar dari para pemilih.

Daniel Noboa, presiden Ekuador termuda
Foto: CNE)/Handout via REUTERS 

Menurut para analis, sosok berusia 35 tahun ini mewakili suara tuntutan perubahan dari pemilih yang lelah dengan pertarungan tradisional antara kekuatan pro dan kontra Correa di negara tersebut. Pemilih juga merasa tidak puas dengan pemerintahan Guillermo Lasso. Di bawah kepemimpinan presiden Ekuador sebelumnya, ledakan kasus kekerasan terus terjadi. Setidaknya 460 narapidana tewas di penjara, hampir sebelas politikus terbunuh, dan warga sipil hidup dalam ketakutan.

"Rakyat Ekuador menginginkan kandidat yang tidak mengikuti jalur politik konvensional," kata ilmuwan politik dari Universitas SEK International, Santiago Cahuasqui kepada AFP.

Pada pemilihan putaran pertama di bulan Agustus, Noboa berada di posisi terbawah di antara delapan kandidat yang bersaing. Namun, ia mendadak menjadi sorotan setelah tampil dalam sebuah debat dengan mengenakan rompi anti-peluru. Rivalnya, Fernando Villavicencio, yang sebelumnya berada di posisi kedua dalam jajak pendapat, tewas beberapa hari sebelum pemungutan suara.

Ia terpilih untuk masa jabatan hanya 16 bulan, mengakhiri masa jabatan Lasso yang menggelar pemilihan cepat untuk menghindari kemungkinan pemakzulan terkait tuduhan penyelewengan dana.

"Ini adalah waktu yang singkat tetapi ini adalah waktu yang sangat berharga dan dapat digunakan untuk kebaikan, jadi mari kita lihat apakah para politikus mampu melakukannya," kata Arianna Tanca, seorang analis politik Ekuador, dikutip AFP. Noboa dijadwalkan akan dilantik pada 25 November mendatang.


Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE