INTERMESO

detikcom Awards 2023

Bertahan dan Tumbuh Berkat Adaptasi Teknologi

Pascapandemi COVID-19, perbankan terus memacu kinerjanya. Kuncinya adalah adaptasi teknologi.

Ilustrasi: Aktivitas di Bank BRI (Andhika Prasetya/detikcom)

Jumat, 6 Oktober 2023

Dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara, perbankan memiliki peran yang krusial. Sebab, kinerja perbankan yang baik mampu memberikan efek domino positif terhadap industri lainnya.

Meskipun begitu, mempertahankan kinerja perbankan agar terus tumbuh bukan perkara mudah. Banyak faktor yang bisa mempengaruhi, mulai kondisi geopolitik global yang tidak stabil, krisis, hingga serangan COVID-19, yang mewabah sekitar 3 tahun lalu.

Penelitian dari Frontiers menyebutkan pandemi COVID-19 memberikan pukulan telak terhadap kinerja sektor perbankan. Sebanyak 1.575 bank di 85 negara, mulai kuartal pertama 2020 sampai kuartal keempat 2021 menunjukkan data penurunan kinerja perbankan yang signifikan akibat pandemi COVID-19. Lebih mengerucut di wilayah Asia Selatan, Frontiers juga mencatat terjadi penurunan kinerja keuangan akibat wabah tersebut. Bahkan hal itu terlihat dari sisi profitabilitas perbankan.

Meski demikian, riset tersebut menyebutkan adaptasi teknologi yang dimanfaatkan perbankan menghadirkan angin segar tersendiri. Sebab, adaptasi teknologi membuat organisasi mampu tetap berjalan di tengah pembatasan yang saat itu kerap dilakukan oleh setiap negara.

Ilustrasi layanan di Bank BRI
Foto: Bank BRI 

Khusus di Indonesia, wabah tersebut memberikan tekanan yang luar biasa besar pada dua sektor, yakni kesehatan dan ekonomi. Meskipun begitu, pemerintah terus berupaya mempertahankan kinerja sejumlah sektor, termasuk perbankan. Sejumlah kebijakan pun dijalankan, salah satunya terkait manajemen ‘gas dan rem’.

Langkah itu dilakukan agar penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi bisa berjalan beriringan. Namun pemerintah mengakui, implementasi manajemen ‘gas dan rem’ bukan perkara mudah.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih yang diperoleh bank pelat merah mengalami penurunan signifikan pada era tersebut. Penurunan profitabilitas tersebut pun tidak terlepas dari pengaruh pembatasan kegiatan masyarakat yang dilakukan di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Pembatasan tersebut dilakukan untuk meminimalkan penyebaran virus, namun berdampak negatif terhadap perekonomian.

Meskipun menghadapi pukulan telak akibat pandemi COVID-19, sejumlah perbankan pelat merah tidak berhenti untuk terus melakukan berbagai upaya agar terbebas dari tekanan tersebut. Salah satunya dilakukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI).

Mengacu pada laporan tahunan Bank BRI, diakui bahwa perbankan pelat merah ini sempat merasakan hantaman wabah COVID-19, khususnya pada kinerja perbankan pada 2020. Meskipun begitu, sejak wabah tersebut mereda, kinerja Bank BRI tersebut kembali moncer. Pada 2022, laba Bank BRI mencapai Rp 51,41 triliun.

Untuk aspek lainnya, seperti kredit, Bank BRI masih menorehkan kinerja positif selama 2017-2022. Sementara itu, total aset dan dana pihak ketiga yang dimiliki bersifat fluktuatif.

Bank BRI mengakui adaptasi teknologi membantu perseroan bertahan hingga terus tumbuh di tengah masa sulit akibat wabah tersebut. Hal itu terlihat dari upaya BRI yang membuka akses pengajuan KUR melalui online channel pada Mei 2020.

Terobosan ini membuat masyarakat mendapatkan kemudahan untuk mengakses KUR. Bahkan, pada akhir 2020, BRI telah berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp 138,5 triliun ke lebih dari 6 juta pelaku UMKM atau tumbuh 57,62 persen dibandingkan pada 2019 sebesar Rp 87,9 triliun.

Selain itu, transformasi digital lewat aplikasi BRImo turut memberikan kontribusi. Tercatat BRImo hingga akhir 2022 telah diunduh lebih dari 23,8 juta pengguna atau tumbuh 68,46 persen year-on-year. Aplikasi ini juga telah menghasilkan lebih dari 1,8 miliar transaksi dan nilai transaksinya mencapai Rp 2.669 triliun atau tumbuh sekitar 98,48 persen year-on-year.

Kinerja keuangan BRI yang terus tumbuh pun terlihat pada 2023. Pada semester pertama 2023, Bank BRI berhasil membukukan laba bersih Rp 29,56 triliun. Angka itu naik 18,83 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Jika dibandingkan laba bersih bank-bank lainnya, perolehan BRI menjadi yang terbesar. Sebut saja Bank Mandiri, yang memperoleh Rp 25,2 triliun, BCA Rp 24,2 triliun, BNI Rp 10,3 triliun, dan CIMB Niaga Rp 4,2 triliun.

Penyaluran kredit dari BRI tumbuh 8,8 persen pada semester pertama 2023. Total kredit yang disalurkan sebesar Rp 1.202,12 triliun. Penyaluran kredit BRI di periode Januari hingga Juni 2023 ini didukung oleh segmen UMKM, yang mencapai Rp 1.015,5 triliun.

BRI juga berhasil menurunkan credit cost pada periode ini menjadi 2,26 persen. Di sisi lain, NIM dari BRI mengalami penurunan jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 8,24 persen. Pada separuh pertama tahun ini, NIM-nya berada pada level 7,85 persen.

Atas capaian tersebut, detikcom menilai Bank BRI layak mendapatkan penghargaan sebagai Bank dengan Kinerja Keuangan Terbaik dalam ajang detikcom Awards 2023. BRI juga mendapat penghargaan Strategi Corporate Communication Terbaik di Perbankan serta Aplikasi Keuangan Paling Inovatif untuk BRImo.

Direktur Jaringan dan Layanan BRI Andrijanto menerima langsung penghargaan tersebut. Dia mengucapkan terima kasih atas penghargaan detikcom Awards 2023.

“Saya mewakili Pak Sunarso mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang telah disampaikan. Mengingat ini bagian dari tantangan buat kami karena pada waktu kita diberi apresiasi seperti ini adalah ujian untuk bisa membuktikan apakah benar-benar jagoan sejati,” katanya dalam acara detikcom Awards 2023 di Hotel The Westin, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Penyerahan penghargaan detikcom untuk BRI sebaagi Bank dengan Kinerja Keuangan Terbaik
Foto: Ari Saputra/detikcom 

Kinerja keuangan yang cemerlang tidak bisa dilepaskan dari strategi komunikasi Bank BRI yang baik. Strategi yang dijalankan telah menunjukkan keterbukaan dan transparansi. Bank BRI secara konsisten memberikan informasi yang jelas dan akurat kepada para pemangku kepentingan, termasuk nasabah, investor, dan masyarakat umum.

Tim komunikasi BRI juga telah berhasil mengadopsi teknologi terbaru dan media sosial untuk meningkatkan komunikasi dengan nasabah dan masyarakat. Mereka telah menciptakan kampanye-kampanye kreatif yang menjangkau audiens yang lebih luas.

Meskipun menorehkan sejumlah capaian, Bank BRI bakal terus menghadirkan sejumlah inovasi pada masa mendatang. Inovasi yang dihadirkan diharapkan mampu memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan UMKM dalam negeri sehingga berdampak pada perekonomian nasional.


Reporter: Dea Duta Aulia
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Luthfy Syahban

[Widget:Baca Juga]
SHARE