INTERMESO
detikcom Awards 2023
Perbankan plat merah berlomba-lomba menghadirkan beragam inovasi di sektor perbankan digital. Untuk melengkapi kebutuhan hidup nasabah.
Foto Ilustrasi: Aplikasi Livin' by Mandiri (Agung Pambudhy/detikcom)
Kamis, 5 Oktober 2023Derasnya perkembangan teknologi tak bisa dibendung. Banyak sektor industri harus jeli dalam melihat setiap perkembangan teknologi dunia sehingga bisnis dapat terus melaju.
Secara global, pandemi COVID-19 memaksa semua sektor untuk melek terhadap perkembangan teknologi. Mereka dipaksa untuk melakukan transformasi digital. Sebab kala itu, salah satu cara untuk terhindar dari infeksi tersebut yakni dengan membatasi tatap muka. Jalan keluarnya, yakni menggunakan layanan secara online.
Masifnya transformasi digital pun dirasakan oleh sektor perbankan. Banking Industry Architecture Network (BIAN) menyebutkan transformasi digital untuk meningkatkan layanan pelanggan sangatlah penting dilakukan oleh sektor perbankan.
Apalagi, transformasi digital perbankan tidak hanya bicara mengenai kemudahan layanan yang diterima oleh nasabah, namun juga bisa meningkatkan aset atau keuntungan dari perbankan itu sendiri. BIAN menyebutkan transformasi digital mampu mendorong inovasi ulang secara berkelanjutan, meningkatkan profitabilitas bisnis, hingga mengurangi biaya operasional.
Meskipun saat ini perbankan hampir di seluruh dunia tengah melakukan transformasi digital, namun ancaman dari keamanan siber pun perlu diantisipasi. Sebab, ancaman serangan siber terhadap sektor perbankan sangatlah nyata. Sejumlah kasus aksi kejahatan pun kerap dijumpai di sejumlah negara, tidak terkecuali di Indonesia.
Oleh karena itu, membentengi sistem digital perbankan dengan teknologi canggih merupakan hal yang harus dilakukan. Sekaligus, hal itu juga perlu diperkuat dengan SDM yang memadai sehingga beragam ancaman siber bisa diatasi dan nasabah pun terlindungi.

Gedung Pusat Bank Mandiri, Jl Gatot Subroto, Jakarta
Foto: Dok Bank Mandiri
Khusus di dalam negeri, tren transformasi digital yang dilakukan oleh perbankan pun masif terjadi. Hal itu tidak terlepas dari tingginya minat nasabah untuk melakukan transaksi digital.
Kehadiran Livin' dan Kopra by Mandiri juga turut menyumbang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) khususnya dana murah yang signifikan. Ini membuktikan bahwa transformasi digital yang dilakukan Bank Mandiri telah berhasil berkontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan dengan tren yang terus membaik.”
Bank Indonesia selaku bank sentral mencatat tingginya minat nasabah bisa dilihat dari angka transaksi digital yang setiap periodenya cenderung mengalami pertumbuhan.
Bank Indonesia mencatat nilai transaksi digital banking di Indonesia sampai dengan Juli 2023 sebesar Rp 5.035,37 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 15,5% dibanding dengan periode sama di 2022. Hal tersebut membuat Indonesia menjadi salah satu negara di Asia Tenggara dengan potensi transaksi digital yang terus tumbuh.
Tingginya minat tersebut membuat perbankan dalam negeri termasuk miliki plat merah berlomba-lomba menghadirkan beragam inovasi di sektor perbankan digital. Banyak perbankan plat merah yang terus mengembangkan aplikasi yang dimiliki, salah satunya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melalui Livin' by Mandiri.
Pengguna Livin' by Mandiri juga meningkat signifikan. Per akhir April 2023, aplikasi ini telah diunduh sebanyak 27 juta kali. Jumlah transaksi Bank Mandiri di periode yang sama juga mencapai 812,62 juta kali. Angka itu juga meningkat 41% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, sejumlah inovasi yang telah dilakukan setahun terakhir membuat aplikasi tersebut mampu mengelola lebih dari 1,3 miliar transaksi dengan total mencapai Rp 1.500 triliun atau naik 43,4% secara YoY.
“Kehadiran Livin' dan Kopra by Mandiri juga turut menyumbang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) khususnya dana murah yang signifikan. Ini membuktikan bahwa transformasi digital yang dilakukan Bank Mandiri telah berhasil berkontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan dengan tren yang terus membaik," kata Direktur Information Technology Bank Mandiri Timothy Utama.
Pertumbuhan aplikasi tersebut tidak terlepas dari sejumlah fitur yang membalut Livin' by Mandiri, mulai dari transfer antar bank atau beda bank, pembayaran, top up, QR, tarik tunai, hingga layanan cabang.
Tidak hanya soal urusan perbankan saja, Livin' by Mandiri juga turut dilengkapi dengan fitur penunjang gaya hidup para nasabahnya yakni ‘Sukha’. Fitur ini setidaknya menghadirkan sejumlah layanan lain seperti pemesanan tiket pesawat, kereta, hingga kapal laut.
Sukha pun turut dilengkapi dengan layanan pembelian tiket untuk sejumlah objek wisata ternama di Indonesia. Fitur ini juga mampu menunjang kebutuhan lainnya seperti pembelian obat, pulsa, paket data, dan lainnya.
Livin' by Mandiri turut dibalut dengan fitur yang memberikan kemudahan bagi warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang ingin membuka rekening Bank Mandiri. Sebab Livin' by Mandiri bisa mengakomodir kebutuhan tersebut.

Bank Mandiri memberikan kemudahan sehingga calon nasabah di luar negeri bisa membuka rekening dalam waktu yang singkat saja. Untuk pembukaan rekening secara daring, Livin' by Mandiri telah dilengkapi dengan verifikasi identitas lewat liveness technology.
Proses ini kemudian diikuti oleh face verification yang terkoneksi langsung dengan database pencatatan sipil di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Sehingga untuk mengenali calon nasabah, Bank Mandiri tidak perlu melalui video call seperti mayoritas layanan pembukaan rekening online lain.
Livin’ by Mandiri juga mepunyai fitur berupa pembukaan rekening tambahan. Fitur ini memungkinkan pengguna membuka hingga 5 rekening sekaligus tanpa harus datang ke kantor cabang. Nasabah juga dapat secara leluasa memilih jenis kartu debit untuk setiap tabungan yang dimiliki, baik berupa kartu fisik, virtual, maupun keduanya. Dan, tak kalah penting, Livin' by Mandiri juga menghadirkan fitur investasi yang menyediakan aneka portofolio investasi yang dapat dipilih nasabahnya.
Beragam capaian dan fitur yang cukup komplit menghantarkan aplikasi Livin' by Mandiri meraih penghargaan sebagai ‘Super App Paling Lengkap’ di Tahun 2023 dalam gelaran detikcom Awards 2023. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh Komite Assessment setelah melakukan riset dengan data-data yang valid pada Agustus-Maret 2023.
Penghargaan kepada Livin’ by Mandiri diserahkan langsung oleh Direktur Bisnis PT Trans Digital Media Ina Sembiring kepada Senior Executive Vice President Information Technology Bank Mandiri Daniel Setiawan Subianto di Hotel Westin, Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
“Hal ini membuat kami terpacu untuk semakin inovatif memberikan yang terbaik, membangun sebuah solusi, sebuah produk yang memang dipakai masyarakat bukan hanya kalangan tertentu, tapi seluruh masyarakat. Karena sekarang Livin' by Mandiri dipakai 20 juta pengguna, dan ini membuat kami semakin melihat apa saja yang kita bisa bangun. Apalagi yang bisa membuat pemakai memiliki experience yang enak. Karena digital itu kuncinya cuma dua, enak dipakai dan cepat. Kalau enak dipakai, pasti nggak ditinggalkan, nah ini yang membuat kita semakin mencari jalan untuk menjadi lebih baik,” ungkap Daniel Setiawan Subianto.
Daniel menambahkan penghargaan ini turut menjadi hasil kerja keras Bank Mandiri dalam menggenjot digitalisasi perbankan di Indonesia. Menurutnya, pada akhirnya digitalisasi akan dilihat semua orang. Oleh sebab itu, untuk memajukan industri perbankan, diperlukan inovasi yang dapat mempermudah transaksi masyarakat.
“Kita masih melihat bahwa yang namanya digitalisasi sangat kuat dan penting di dalam hidup kita. Digitalisasi sudah berlaku di semua lini masyarakat baik pemerintah, swasta, BUMN maupun di tempat lain, termasuk di sekolah-sekolah. Kalau di perbankan, memang dengan menghadirkan layanan-layanan perbankan yang tidak harus datang ke cabang, tapi bisa dilakukan di mana pun kita berada,” imbuhnya.

Penyerahan penghargaan detikcom Awards untuk Livin' by Mandiri sebagai Super App Paling Lengkap. Penghargaan diserahkan oleh Direktur Bisnis PT Trans Digital Media Ina Sembiring (kiri) kepada Senior Executive Vice President Information Technology Bank Mandiri Daniel Setiawan Subianto (kanan)
Foto: Andhika Prasetya/detikcom
Kinerja bank plat merah Bank Mandiri pada 2023 bisa dikatakan cukup memuaskan. Hal itu terlihat dari capaian laba bersih naik sampai 25% yang terlihat dari pembukuan kinerja keuangan sepanjang semester I 2023.
Secara angka laba bersih bank mandiri menjadi Rp 25,23 triliun naik 24,9% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu hanya Rp 20,2 triliun. Pertumbuhan tersebut merupakan hasil dari berbagai langkah yang dilakukan oleh perseroan untuk menjaga kinerja mereka.
Capain di Semester I 2023 ini juga tidak terlepas dari peran lini bisnis kredit yang dimiliki oleh Bank Mandiri. Sebab Bank Mandiri secara konsolidasi telah menyalurkan kredit Rp 1.272,07 triliun atau tumbuh 11,8% YoY. Pertumbuhan tersebut bisa dikatakan jauh di atas pertumbuhan industri perbankan pada Juni 2023 sebesar 7,8% YoY.
Meskipun begitu, dilihat secara grafik, pertumbuhan laba bersih Bank Mandiri periode 2010-2022 mengalami naik turun. Meskipun begitu, pertumbuhannya cenderung kearah positif.
Lebih detail, laba bersih Bank Mandiri sebesar Rp 9,2 triliun di 2010, Rp 12,2 triliun di 2011, Rp 15,5 triliun di 2012, Rp 18,2 triliun di 2013, Rp 19,9 triliun di 2014, Rp 20,3 triliun di 2015, Rp 13,8 triliun di 2016, Rp 20,6 triliun di 2017, Rp 25 triliun di 2018, Rp 27,5 triliun di 2019, Rp 16,8 triliun di 2020, Rp 28 triliun di 2021, dan Rp 41,2 triliun di 2022.
Reporter: Sukma Nur Fitriana
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Luthfy Syahban