Foto: Kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) melintas di jembatan rel lengkung (longspan) LRT Kuningan, Jakarta (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Minggu, 03 September 2023Puluhan pekerja kantoran bersetelan rapi memadati Stasiun LRT (Light Rail Transit) Harjamukti pada Selasa, 29 September 2023. Di antara para penumpang itu, ada David Sulistyo, pekerja swasta di Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, yang juga sudah tak sabar ingin segera menaiki kereta ringan itu. Sambil mengenakan kemeja berlengan panjang dan celana berwarna hitam, David berdiri di peron yang mengarah ke Dukuh Atas.
“Saya excited banget karena baru pertama kali coba naik LRT. Penasaran juga emang seberapa cepat ini keretanya,” ucap David kepada detikX. Dari tempat tinggalnya di Perumahan Permata Puri 2, Cibubur, David menempuh perjalanan menggunakan ojek online sejauh 3 Km menuju Stasiun LRT Harjamukti.
Setelah menunggu selama 15 menit, kereta yang didominasi warna merah, putih dan hitam ini akhirnya datang juga. Berbeda dengan MRT atau KRL, pengoperasian kereta buatan PT INKA Madiun ini dapat berjalan tanpa ada masinis. Sebagai gantinya, LRT beroperasi menggunakan sistem Communication Based Train Control, yaitu sistem pengoperasian kereta berbasis komunikasi. Kereta ringan ini dapat dikontrol sesuai proyeksi jadwal dari pusat kendali.
“Saya kira cuma hoax aja, ternyata pas saya naik beneran nggak ada masinisnya. Sempat khawatir, sih, deg-degan iya soalnya nggak ada masinis. Ditambah lagi ini baru hari kedua, takutnya kenapa-kenapa,” ucap David yang sehari-hari membawa kendaraan pribadi roda empat.

Suasana padat penumpang didalam rangkaian kereta api LRT saat dalam perjalanan dari Stasiun Jatimulya menuju Stasiun Dukuh Atas, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (29/8/2023)
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Di dalam LRT Jabodebek ini, David dan penumpang lain sempat terkejut saat kereta yang mereka tumpangi melakukan rem mendadak. “Remnya masih kasar, kayak menghentak gitu. Kalau yang baru pertama kali naik pasti kaget,” kata laki-laki berusia 35 tahun itu.
Meski beroperasi tanpa masinis, Manager Public Relations KAI Divisi LRT Jabodebek, Kuswardojo, memastikan perjalanan LRT tanpa awak akan lebih aman ketimbang menggunakan masinis. LRT berkecepatan maksimal 90 Km/jam ini dilengkapi sistem keamanan berlapis. Sistem tanpa awak ini juga dapat mengeliminasi faktor human error seperti kelelahan dan sebagainya.
"Dengan operasional tanpa masinis tentunya akan lebih aman dibandingkan menggunakan orang. Lebih dari 60 persen karena faktor manusia dalam kecelakaan," tutur dia dalam sebuah kesempatan. Kereta yang dapat ditumpangi David dapat diisi dengan kapasitas maksimal mencapai 1.480 orang. Setiap satu trainset LRT terdiri dari 6 gerbong.
Saat hendak memasuki gerbong LRT, David yang tingginya melebihi 175 cm ini harus agak menundukan kepalanya. Ia mengamati ukuran pintu LRT lebih kecil ketimbang MRT. Di dalam LRT, ketika berdiri, kepala David sedikit lagi hampir menyentuh atap gerbong. Meski fasilitas pendukung LRT seperti pendingin udara sudah baik, David kurang nyaman dengan kapasitas bangku yang hanya muat empat orang saja.
“Sama saya rasa jarak antar bangku agak terlalu dekat. Kalau mau duduk dan berdiri senggol-senggolan sama penumpang lain,” tuturnya.
Hari itu, perjalanan David dari Harjamukti menuju Dukuh Atas berakhir tanpa kendala berarti. Setibanya di Dukuh Atas, David menengok kearah jarum di jam tangannya. Ia tiba di Dukuh Atas dengan waktu tempuh hampir 50 menit. “Saya akui kalau naik LRT cepat banget dari pada naik mobil. Ditambah lagi nggak usah stres karena macet-macetan di jalan,” kata David.
LRT Jabodebek memiliki rute sepanjang 44,43 kilometer dan memiliki 18 stasiun, yaitu Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, Harjamukti, Halim, Jatibening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat, dan Jati Mulya. Dalam pengoperasian perdana ini, penumpang hanya dikenakan tarif Rp 5 ribu untuk seluruh relasi perjalanan.
Selain David, ada Danar, seorang kontraktor yang detikX temui di lintasan LRT. Ia juga menjajal LRT Jabodebek di hari kedua. Dari Stasiun LRT Ciliwung, pria yang tinggal di Cililitan, Jakarta Timur ini hendak mengarah ke Stasiun LRT Dukuh Atas. Meski baru sekali menaiki LRT, Danar merasa nyaman dengan kehadiran moda transportasi baru ini.

Ilustrasi foto: Stasiun LRT Setiabudi
Foto: Pradita Utama/detikcom
“Bersih juga karena kemarin saya pernah lihat, ya, pagi, siang, malam, tiap detik itu ada yang bersihin terus. Ada yang keliling juga di dalam LRT untuk bersih-bersih,” ungkapnya.
Selain itu Danar juga terkesima dengan waktu tempuh LRT yang cukup singkat. Danar yang sehari-hari beraktivitas menggunakan taksi online ini dapat memangkas banyak waktu ketimbang harus terjebak macet di jalan.
“Kalau untuk nguber waktu, untuk kenyamanan, kecepatan waktu, lebih baik naik LRT. Lebih cepat, lebih ekonomis ketimbang dari pada naik mobil atau kendaraan umum motor atau apa,” kata pria berusia 41 tahun ini.
Dalam pidato peresmian LRT Jabodebek yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo di Stasiun LRT Cawang, Jokowi mengatakan bahwa DKI Jakarta masuk ke dalam 10 kota termacet di dunia. Setiap hari ada 996 ribu kendaraan masuk ke ibu kota. Jokowi berharap dengan kehadiran moda transportasi baru ini, masyarakat dapat beralih dari transportasi pribadi ke transportasi masal.
"Hari ini Alhamdulillah LRT juga sudah siap dioperasikan baik yang dari Harjamukti di Cibubur dan dari Bekasi ke Jakarta sepanjang 41,2 kilometer. LRT menghabiskan anggaran Rp 32,6 triliun. Kami harapkan masyarakat berbondong beralih ke LRT baik yang dari Cibubur dan sekitarnya maupun Bekasi dan sekitarnya sehingga kemacetan di jalan bisa kita hindati dan juga polusi bisa kita kurangi," ucap Jokowi.
Reporter: Rahmat Khairurizqi
Redaktur: Melisa Mailoa
Editor: Irwan N