INTERMESO

Frugal Living Atau Hidup Pelit?

Banyak yang mengaku terinspirasi dan tertarik untuk mengetahui ‘rahasia’ hidup ala Endah.

Ilustrasi: Shutterstock

Sabtu, 05 Agustus 2023

Setelah Endah Adriyani mengunggah konten tentang gaya hidup frugal living di TikTok, hidupnya menjadi tidak tenang. Orang-orang yang menonton video itu dibuat penasaran dengan sosok Endah, begitu ia disapa, beserta suami dan seorang anak laki-lakinya. Beberapa di antara mereka bahkan tak sungkan mengorek informasi yang bersifat privasi kepada Endah.“Sampai ada yang cari tahu rumah kami di mana, suami saya kerjanya di mana?" ucap Endah saat dihubungi detikX.

Di video yang telah ditonton lebih dari 1,5 juta orang itu, Endah membagikan pengalamannya menerapkan konsep frugal living. Berbekal gaji suami sebesar Rp 3,5 juta, Endah dapat mengatur pengeluaran keluarga kecilnya. Tak hanya itu, Endah juga membeberkan pencapaian-pencapaiannya setelah berhasil menjalani frugal living. Di tahun ke-3 pernikahannya, ia bisa membeli mobil secara tunai. Selain itu, di tahun ke-5 Endah dan suaminya bisa membeli rumah.

Respon beragam pun muncul dari pengguna TikTok. Banyak yang mengaku terinspirasi dan tertarik untuk mengetahui ‘rahasia’ hidup ala Endah. Namun, tak sedikit pula mereka yang menyangsikan dan mengolok-olok Endah. “Gila pelit banget. Makan sekeluarga sebulan cuma Rp 800 ribu transportasi, uang jajan suami sama bensin cuma Rp 200 ribu. Asam lambung naik kali kalau irit banget,” tulis seorang pengguna Tiktok di kolom komentar.

Setelah konten yang ia buat secara apa adanya dan spontan itu terlanjur viral dan menjadi bahan pergunjingan, perempuan berusia 30 tahun ini buru-buru meluruskan. “Aku salah narasi juga. Maksudnya Rp 3,5 juta gaji yang aku terima dari suami, di luar THR, bonus, dan jatah uang untuk orang tua,” tuturnya. Endah menghapus konten yang sekiranya dapat memicu salah paham. “Aku memang content crator pemula, masih harus belajar. Oh, ternyata gini ya, harus aku jelasin secara detil.”

Endah Adriyani
Foto: Dok Pribadi

Seorang professor emeritus filosofi pendidikan di University College London atau UCL, Jhon White, menerangkan definisi dari frugal living. Dalam jurnal berjudul "The Frugal Life and Why We Should Educate for It" yang ia terbitkan pada tahun 2021, White memaknai frugal living sebagai cara hidup sederhana demi mencapai keuangan lebih baik di masa depan.

Menurut White, Gaya hidup hemat atau irit ini kerap dinilai orang lain menyengsarakan hidup sendiri karena cenderung medit alias pelit. Padahal konsep frugal living tidak sesederhana itu. Frugal living dapat diartikan ketika seseorang mengalokasikan dana dengan kesadaran penuh atau mind full. Kesadaran ini dipicu dengan pertimbangan dan analisa yang matang sebelum melakukan aktivitas ekonomi.

Prinsip frugal living tanpa disadari sudah Endah lakoni sejak ia masih kecil. Saat itu kondisi ekonomi keluarganya sedang tidak baik-baik saja. Di tahun 2008, gaji ayahnya hanya Rp 1,5 juta. Sementara ia harus menghidupi empat orang anak. Endah terpaksa mengikuti neneknya di kampung dan menempuh pendidikan di sana. “Cukup nggak cukup aku dijatah jajan Rp 50 ribu per bulan untuk jajan dan kebutuhan pribadi. Berawal dari itu aku mulai belajar hemat dan belanja sesuai kebutuhan,” cerita Endah.

Tak lama setelah memulai kehidupan pernikahan dengan suami, Endah dan suaminya pindah ke Cikampek, Jawa Barat. Endah terpaksa mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai social media specialist di sebuah perusahaan swasta. Ia hanya menerima pendapatan minim dari suami tanpa pemasukan tambahan lainnya. Apalagi setelah enam bulan menikah, Endah mengandung anak pertamanya.

“Waktu hamil aku mual dan pusing, bahkan sampai melahirkan. Aku cuma bisa makan bubur atau nasi putih, nyemil telur rebus dan susu hamil. Makan buah potong atau buah dari jatah makan siang di kantor suami,” katanya. Sementara biaya konsultasi dokter selama kehamilan dan biaya melahirkan ditanggung BPJS.

Setelah melahirkan kebutuhan Endah bertambah. Hidup dengan mengandalkan pemasukan suami saja tidak lagi cukup. Di tahun kedua pernikahannya, Endah mulai berani menerima pekerjaan freelance. Ia juga melakukan bisnis kecil-kecilan di rumah. Meski pemasukan keluarganya mengalami peningkatan, Endah tidak mengalami FOMO alias Fear of Missing Out. Alih-alih mengikuti tren terbaru, motor jadul yang masih ia gunakan sampai sekarang.

Ilustrasi uang
Foto: detikcom

Frugal living-nya masih tetap dijalanin dengan budgeting. Ada beberapa pos pengeluaran yang kita naikan budget-nya, terutama buat anak,” katanya. Endah merasa sangat terbantu dengan melakukan pencatatan kebutuhan dan pengeluarannya. “Kadang kita bingung uang ke mana, kok cepet habis. Dengan dicatat dan dibudgetin itu aku paham udah beli apa aja. Kita jadi bisa aware buat perencanaan ke depannya.”

Kegigihan Endah dan keluarganya dalam menjalankan frugal living membuahkan hasil. Di tahun ketiga pernikahan, Endah membeli sebuah mobil LCGC atau Low Cost Green Car bekas. Mobil itu ia beli secara tunai dengan harga Rp 60 juta. Kebetulan pemilik sebelumnya sedang BU alias butuh uang. Di tahun ke lima, Endah mendapatkan kemudahan saat hendak membeli rumah.

“Alhamdullilah developer membebaskan DP dan membebaskan cicilan selama 3 bulan. Booking fee cuma Rp 2 juta. setelah kita kalkukasikan pendapatan dan pengeluaran, bisa cicil rumah asalkan gaya hidup harus sama dengan tahun sebelumnya,” pungkas Endah. Selama menerapkan frugal living, Endah menghindari punya cicilan atau hutang. “Karena kita punya mindset kalau bisa mengindari hutang konsumtif. Kalau hutang produktif buat usaha atau KPR nggak masalah. Karena harga rumah juga akan naik.”


Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE