INTERMESO
“Kalau udah ada LRT udah nggak mau bawa mobil lagi. Udah nggak perlu macet-macetan lagi.”
Foto: Dua Kereta LRT (Light Rail Transit) parkir di Stasiun Jati Mulya, Bekasi, Jawa Barat, Senin 17 Juli 20923 (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)
Minggu 23 Juli 2023Sebagai warga yang tinggal di Jalan Alternatif Cibubur, Kota Depok, Jawa barat, Rico Setiawan menjadi saksi pembangunan light rail transit atau LRT Jabodebek. Ketika tiang-tiang pancang itu mulai ditancapkan di sepanjang jalur LRT, kemacetan lalu lintas tak dapat dihindari. Rico yang sehari-hari beraktivitas menggunakan mobil pribadi turut terkena imbasnya.
Namun, belakangan ini, pembangunan infrastruktur LRT tidak lagi membuat jalan terhambat. Aktivitas hanya terlihat di bagian dalam lingkungan stasiun. Setelah melalui serangkaian tahap pengerjaan, akhirnya LRT Jabodebek melakukan uji coba secara terbatas. Selain kementerian, lembaga dan media, berbagai komunitas juga mendapatkan kesempatan pertama untuk menumpangi kereta ringan ini.
“Nunggunya udah lama, nih, saya, dari zaman masih lajang sampai sekarang udah punya anak. Alhamdulillah, kesampaian juga naik LRT ini,” ucap Rico senang. Ia tergabung dalam komunitas pecinta kereta atau railfans yang berkesempatan merasakan babak baru era transportasi urban di Jakarta dan daerah sekitarnya ini.
Rico berkesempatan mengikuti uji coba operasional terbatas LRT Jabodebek dengan relasi Stasiun Harjamukti-Stasiun Dukuh Atas. Tepat pukul 10.00 WIB, enam rangkaian kereta LRT yang dapat membawa lebih dari 1300 orang berangkat dari Stasiun Harjamukti. Perjalanan memakan waktu sekitar 45 menit dan melewati lokasi-lokasi strategis seperti perumahan, pusat perbelanjaan, hingga Kawasan bisnis.
LRT Jabodebek memiliki rute sepanjang 44,43 kilometer dan memiliki 18 stasiun, yaitu Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, Harjamukti, Halim, Jatibening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat, dan Jati Mulya. Dalam masa uji coba kemarin, penumpang hanya dikenakan tarif Rp 1. Pembayaran dilakukan menggunakan kartu bank.
“Fasilitas di dalam nyaman sekali, AC-nya dingin, sofanya juga empuk. Selama perjalanan mulus, cuma pas ngerem harus agak pegangan dikit,” ucapnya. Kereta buatan PT INKA (Persero ini juga dilengkapi dengan bagasi atas dan kursi khusus disabilitas yang dilengkapi pengikat kursi roda. Selain rute yang ditumpangi Rico, LRT memiliki rute lain yaitu Bekasi Line dengan relasi Stasiun Dukuh Atas-Stasiun Jatimulya.

Momen uji coba LRT Jabodebek 6 Juli 2023
Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Perjalanan Rico saat menjajal LRT masih lebih lancar ketimbang saat pegawai PT Kereta Api Indonesia bersama rombongan wartawan mengikuti uji coba pada tanggal 12 Juli silam. Dalam perjalanan menuju Stasiun Cawang, tiba-tiba kereta mengalami pengereman mendadak. Penumpang sempat terguncang dan kaget. Namun, semenit kemudian kereta kembali melaju dan tiba di tujuan. Belakangan diketahui bahwa rem mendadak itu adalah bagian dari uji coba.
Kemudian, pemerintah memutuskan untuk menghentikan uji coba operasional terbatas LRT Jabodebek yang seyogianya dijadwalkan pada tanggal 17-20 Juli 2023. Keputusan ini diambil setelah Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan Rapat Evaluasi pada 15 Juli 2023."Pada umumnya uji coba berjalan lancar. Ada beberapa hal yang mesti dilakukan untuk perbaikan termasuk penyempurnaan pada sistem software," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian, Risal Wasal kepada media.
Meski saat ini uji coba LRT sedang dihentikan, Rico berharap kereta ini dapat menjadi alternatif terbaik dalam menghindari kemacetan dan memperpendek waktu bermobilitasnya. Selama enam tahun bekerja di Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Rico sudah kenyang merasakan macetnya Tol Jagorawi.
“Pas berangkat kerja, apalagi hari Senin, dari Gerbang Tol Cimanggis 2 aja udah macet sampai ke interchange Cawang. Kalau udah ada LRT udah nggak mau bawa mobil lagi, udah nggak perlu macet-macetan lagi,” ungkapnya.LRT dirasakan Rico mampu memangkas waktu tempuhnya. “Naik tol kadang bisa sampai 2 jam. LRT malah nggak sampai satu jam. Niatnya malah mau naik LRT kombinasi sama sepeda.”

LRT Jabodebek rencananya akan dioperasikan penuh pada 18 Agustus 2023 mendatang
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
LRT Jabodebek direncanakan dapat beroperasi secara penuh pada 18 Agustus 2023. LRT Jabodebek dijadwalkan akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Agustus 2023. Tarif LRT Jabodebek yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp 5 ribu untuk kilometer pertama dan kilometer selanjutnya dikenakan Rp 700 per kilometer. Estimasi tarif maksimal untuk jarak terjauh sebesar Rp 23 hingga 24 ribu.
“Buat saya, sih ,tetap lebih murah naik LRT. Kalau naik mobil biaya tol aja sudah Rp 20 ribu, belum lagi bensin sama biaya parkir. Paling penting, kan, masalah efesiensi waktu. Lebih cepat sampai, badannya masih segar, bisa tidur lagi di LRT,” pungkasnya.
***
Namun, bagi Tia Nurfadillah, tarif LRT masih dirasa lebih mahal dan memberatkan kantongnya. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai staf keuangan di sebuah perusahaan swasta di Kawasan Sudirman ini lebih memilih KRL sebagai moda transportasi pilihannya.
Dari rumahnya di Perumahan Taman Kota, Bekasi Timur, Tia hanya perlu mengendarai motor dan menitipkannya di halaman parkir Stasiun Bekasi. Ongkos parkirnya hanya Rp 6 ribu. Sementara untuk menumpangi KRL dari Bekasi menuju Sudirman, Tia hanya membayar Rp 3 ribu. Selanjutnya dari Stasiun Sudirman menuju kantornya, Tia menyewa ojek online dengan tarif Rp 13 hingga 15 ribu.
“Sehari buat ongkos nggak sampai Rp 50 ribu. Nah, kalau naik LRT itu Rp 50 ribu baru ongkos LRT-nya aja, kan. Belum termasuk transport dari rumah ke LRT sama dari LRT ke kantornya,” ucapnya.
Jika ingin menekan pengeluarannya untuk transportasi, Tia merasa naik motor merupakan opsi terbaik. “Pernah beberapa kali naik motor, isi bensin Rp 25 ribu sehari buat pulang pergi juga udah cukup. Cuma memang pegel dan macetnya itu yang aku nggak tahan.”
Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho