Foto: Ilustrasi sosial media (Freepik)
Minggu, 16 Juli 2023Threads, media sosial besutan Meta diluncurkan baru-baru ini. Jutaan orang dari seluruh dunia langsung menggunduhnya. Artis papan atas dunia seperti Oprah Winfrey, Will Smith, dan Jennifer Lopez juga tak ingin ketinggalan dan ikut mendaftar.
Mark Zuckerberg, pemilik Meta di Threads menyambut kedatangan mereka. "10 juta (orang telah) bergabung dalam waktu 7 jam," tutur Zuckenberg di Threads @Zuck. Dalam waktu kurang dari sepekan, aplikasi microblogging ini bahkan memecahkan rekor sebagai platform dengan pertumbuhan tercepat dengan penggunduh mencapai 100 juta.
Aplikasi media sosial yang diluncurkan untuk menyaingi Twitter ini juga disambut antusias oleh warganet di Indonesia. Nenzi Maulia salah satu pengguna yang bergabung beberapa jam setelah Threads resmi bertengger di Apple App Store dan Google Play Store. Perempuan berusia 25 tahun ini bergabung dengan Threads agar tidak mengalami FOMO alias Fear of Missing Out. “Di-story Instagram pada ngomongin soal Threads. Karena penasaran jadi aku ikutan download aplikasinya,” tuturnya.
Sebagai pengguna Instagram, Nenzi merasa proses pembuatan akun Threads terasa begitu mudah dan instan. Karena dalam perangkat yang digunakan Nenzi sudah masuk atau Login ke akun Instagram, maka saat membuat akun baru Threads, ia hanya perlu memilih opsi Login dengan Instagram dan memilih profil yang akan digunakan tanpa harus memasukkan nama pengguna dan sandi. “Nggak diminta input data apa-apa tahunya akunnya udah langsung jadi dan langsung terkoneksi sama Instagram,” katanya.

Ilustrasi Threads
Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Namun, belum genap sehari menggunakan Threads, Nenzi merasa khawatir karena berita yang beredar perihal privasi pengguna Threads yang terancam. Sebelum membuat Threads, Nenzi dan pengguna kebanyakan tidak menyadari bahwa dalam ketentuan ‘App Privacy’ yang dipampang di laman App Store, Threads terang-terangan menuliskan deretan data pribadi yang bisa diakses platform tersebut. Data yang diakses juga bukan main-main. Dengan membuat akun Threads, itu artinya Nenzi setuju jika identitas, informasi finansial, informasi kontak, diagnostik, rekam jejak browsing, data lokasi pengguna, dan informasi sensitif lainnya dapat diakses oleh Threads.
Tanpa Nenzi sadari, pengumpulan data pribadi semacam ini tidak hanya terjadi pada aplikasi Threads. Semua aplikasi media sosial apapun, tak terkecuali aplikasi di bawah naungan Meta seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp memang memanen data pribadi penggunanya. Hanya jumlah dan jenis data yang dihimpun bisa berbeda-beda tingkat sensitifitasnya.
Koleksi data ini bertujuan untuk menayangkan iklan kepada pengguna secara bertarget agar lebih tepat sasaran. Hingga saat ini Threads memang belum menanyangkan iklan, tetapi sebagai perusahaan pencari keuntungan, dalam waktu mendatang hal ini tak dipungkiri dapat terjadi. “Meta tidak hanya tidak mengubah model bisnisnya, tetapi juga tetap ingin melakukan iklan bertarget, yang pada dasarnya adalah iklan pengawasan,” kata Carissa Veliz, seorang profesor di Institute for Ethics in AI di University of Oxford.
Sebelum memanfaatkan data pengguna, setiap website yang memberikan layanan microblogging semacam itu masing-masingnya pasti mempunyai pengaturan pengguna atau dikenal dengan istilah Term of Use. Saat mendaftar, pengguna akan diminta untuk membaca dokumen terms and conditions. Namun, pada kenyataannya, hampir tidak ada yang membaca dokumen tersebut. Tanpa membaca apalagi memahami isinya, pengguna langsung saja mengklik tombol ‘Agree’.

Beragam media sosial
Ilustrasi: Edi Wahyono
“Kalau dibilang mereka mencuri sebenarnya menurut saya kurang tepat juga. Karena saat kita daftar, kita sudah setuju bahwa data kita akan dipakai mereka, kita aja yang nggak sadar,” ucap Putri Shinta Dewi yang juga ikut menggunakan Threads.
Tapi jujur saja, siapa yang mau menghabiskan waktu membaca dokumen dalam bahasa legal yang sulit dimengerti dan dalam bahasa Inggris pula. “Memang nggak ada pilihan kalau mau pakai medsos, tergantung kita aja menyikapinya gimana,” katanya.Kalau pun ada orang di luar sana yang betul-betul membaca dan meahami terms and conditions. Jika ditemukan peraturan yang tidak diinginkan pengguna, maka tidak ada hal yang bisa dilakukan kecuali menutup akun itu atau berhenti menggunakan media sosial.
“Kalau buat kita privasi itu harga mati, solusinya nggak usah main medsos sama sekali. Malahan lebih baik lagi pakai handphone jadul yang cuma bisa telepon sama SMS aja,” ucap Putri.
Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho