Foto: Ilustrasi SIM (Rachman Haryanto/detikcom)
Minggu, 02 Juli 2023Bukannya Yusuf Marzani bermaksud untuk sombong atau kurang bersimpati. Pria asal Kota Cirebon ini hanya tak habis pikir mengapa ujian mengemudi motor di kantor pembuatan SIM sampai dikatakan memiliki tingkat kesulitan ekstrem. Bahkan tak sedikit peserta tes yang gagal meski sudah berkali-kali mencoba.
“Kalau dibilang sulit sekali, ya, nggak juga. Menurut saya, kalau kita terus-terusan gagal, kitanya juga harus introspeksi diri. Mungkin saja kita belum layak berkendara,” ungkapnya.
Jalan Yusuf untuk meraih SIM C perdananya memang terbilang mulus. Hanya dua kali mencoba, Yusuf berhasil menggantongi surat izin mengemudi itu. Kegagalan di ujian pertama malahan harusnya tak perlu terjadi kalau saja Yusuf lebih mempersiapkan diri. Saat itu di tahun 2019, Yusuf iseng mengikuti temannya ikut mendaftar pembuatan SIM C.
“Belum sampai ke ujian praktek yang kata orang-orang susahnya minta ampun, saya malah awalnya gagal di ujian teori,” cerita pegawai swasta di sebuah industri tekstil ini.

Ujian praktek SIM
Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Tak ingin mengulang kesalahan serupa, Yusuf mempersiapkan diri. Sebelum ujian kedua dimulai dua pekan setelahnya, ia sudah mempelajari simulasi ujian teori SIM C yang bertebaran di internet. Terbukti, cara ini membuat Yusuf berhasil menembus ujian teori. Kalau soal ujian praktek, Yusuf tak memiliki kendala berarti. Ia sudah menguasai teknik slalom dengan berkendara di jalanan kampung di bawah 10 km/jam.
Ketimbang sulit, Yusuf merasa ujian mengemudi khususnya motor di Indonesia sudah ketinggalan zaman. Tes jalur zig-zag maupun jalur angka delapan menurutnya berguna di situasi jalanan perkotaan untuk menghindari jalanan berlubang. Namun, situasi berbeda di hadapai pengguna sepeda motor di jalanan provinsi yang rusak.
“Jalanan di daerah itu, kan, kebanyakan hanya dua jalur dan berlawanan arah. Belum lagi kalau yang nyetir ngebut-ngebut dan jalanan rusak,” kata Yusuf. “Sudah sering dengar saking parahnya sampai ditanamin pohon pisang kalau nggak dijadiin kolam ikan.”
***
Bagi Argo Kurniawan yang tinggal di Bekasi Utara, tak perlu jauh-jauh ke daerah untuk merasakan jalanan rusak. Aspal berlubang dan jalanan naik turun sudah jadi makanan sehari-hari. Rusaknya jalan itu membuat ban kendaraan Argo beberapa kali mengalami kebocoran.
Meski telah mengantongi SIM C, hal itu tak menjamin Argo akan selamat sampai tujuan. Buktinya sudah dua kali ia terpeleset dan terjatuh, apalagi di kala sehabis hujan dan jalanan berubah menjadi kubangan air keruh. “Kalau udah habis hujan ada genangan, kita nggak tahu mana yang lubang, mana yang bukan,” kata Argo.
Ketimbang membuat ujian mengemudi dibuat lebih mudah, Argo berharap agar tes semacam ini dapat disesuaikan untuk mengakomodir kondisi jalanan di segala medan.
Pada tahun 2021, Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat, dari total 546.116 kilometer panjang jalan Indonesia, sekitar 42,6 persen berada dalam kondisi baik. Sementara sebanyak 25,49 persen dikatakan dalam kondisi sedang. Lalu 16,01 persen dalam kondisi rusak dan 15,9 persen dalam kondisi rusak berat.

Ujian teori untuk mendapatkan SIM
Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
BPS memaknai jalanan baik sebagai jalanan yang dapat dilalui kendaraan dengan kecepatan 60 km per jam. Jalan sedang adalah jalan yang dapat dilalui kendaraan dengan kecepatan 40-60 km per jam. Jalan rusak dapat dilalui kecepatan 20-40 km per jam. Dan jalan rusak berat adalah jalanan yang dapat dilalui kendaraan dengan kecepatan 0-20 km per jam.
Di Finlandia, negara di Eropa Utara yang berbatasan dengan Swedia, SIM sangat sulit didapatkan. Finlandia memang dikenal dengan salah satu negara yang memiliki tes SIM tersulit dan ketat. Jika di Indonesia, hanya butuh waktu sehari untuk mengikuti tes dan mendapatkan SIM. Sementara di Finlandia, waktu yang dibutuhkan bisa berbulan-bulan, bahkan sampai bertahun-tahun.
Setiap peserta tes mengemudi di Finlandia wajib mengambil dua ujian berbeda. Satu ujian praktek di musim panas dan satu ujian di musim dingin. Ujian SIM di Finlandia dirancang untuk benar-benar mempersiapkan pengemudi melewati berbagai kondisi jalan yang sulit diprediksi.
Totalnya ada 20 kelas teori dan 30 jam kelas praktik yang membuat harga pembuatan SIM menjadi sangat mahal. Setelah lulus tes, SIM pertama yang diberikan hanya memiliki masa berlaku selama dua tahun. Selama dua tahun, jika pemilik SIM kedapatan dua kali melanggar aturan lalu lintas, maka SIM akan dicabut. Jika catatan pengemudi bersih, SIM sesungguhnya baru bisa didapatkan.
Reporter: Dimas Miftakhul Fakri
Redaktur: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho