Foto Ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/DisobeyArt
Minggu, 18 Juni 2023Beraneka makanan seperti roti, buah dan kue cantik sudah tersedia di atas keranjang anyaman bulat. Sementara tangan Fesya Amalia sibuk menata kembali susunan piring dan gelas di dalamnya agar terlihat lebih sempurna di depan kamera. Sebagai seorang personal assistant dari beauty dan lifestyle influencer, hari itu Fesya kembali menjalankan agenda kerjanya seperti biasa. Ia menemani influencer itu, sebut saja Dewi, melakukan sesi foto di salah satu hotel bintang lima di Bali.
Tema fotonya adalah floating breakfast. Keranjang yang sudah ditata itu bakal diapungkan di salah satu kamar yang memiliki kolam renang pribadi. Jika Fesya tak salah ingat, harga kamar per malam di sana berkisar antara Rp 8-10 juta. Untungnya Fesya tak harus merogoh koceknya sendiri. Ia tinggal menikmati fasilitas yang diberikan hotel kepada Dewi sekaligus dirinya.
“Selama dua tahun aku kerja bareng dia, sih, sering, ya, dikasih special treatment kayak gitu (dibayari) sama klien endorse-nya,” ungkap kepada detikX. Menceritakan pengalamannya bekerja dengan salah satu beauty influencer yang memiliki sekitar 500 ribu pengikut di Instagram. “Jangan di-spill namanya, soalnya sekarang aku udah nggak kerja sama dia.”
Disamping menemani Dewi melakukan perjalanan ke luar kota, pekerjaan sehari-hari Fesya sebagai personal assistant adalah menyiapkan segala hal keperluan Dewi. Mulai dari mengatur urusan pekerjaan seperti jadwal kerja, berurusan dengan klien dan perjanjian kerjasama, sampai menemani bosnya nongkrong dan liburan.
“Dulu sampai ada satu rekening yang di-handle sama PA (Personal Assistant). Jadi uang masuk dan keluar berapa kita tahu. Kebetulan PA-nya waktu itu selain aku ada dua orang. Jadi aku nggak sendiri,” ucap perempuan yang kini bekerja di sebuah agensi periklanan.

Ilustrasi travel influencer
Foto: DisobeyArt/iStock
Lulusan Desain Komunikasi Visual di salah satu universitas swasta di Tangerang ini tak menyangka dirinya bakal bekerja sebagai seorang asisten pribadi influencer. Awalnya ia direkrut untuk mengisi posisi sebagai desainer grafis.“Awalnya cuma diminta ngedesain aja, tapi lama-lama saya diminta bantuin yang lain. Kebetulan waktu itu dia kurang orang,” katanya.
Bagi fans Dewi, pekerjaan yang dilakukan Fesya mungkin terdengar seperti mimpi. Dapat bekerja bersama influencer idola sekaligus mendapat imbalan yang setimpal. Dibandingkan teman-teman Fesya yang baru lulus kuliah dan bekerja kantoran, Fesya bisa mendapatkan bayaran lebih tinggi.
“Dibandingkan sama gaji fresh graduate tahun 2018, aku bisa dapet dua kali lipatnya ada kali. Tapi memang kerjaannya nggak kenal waktu. Harus siap dipanggil kapan pun,” imbuh Fesya. Di hari libur pun, Fesya kerap mendapatkan panggilan kerja dari atasannya. Kalau kinerjanya dinilai kurang, ia harus siap menerima ocehan dari Dewi. “Kalau aku, sih anggepnya sebagai bahan evaluasi dan perbaikan diri aja. Jangan dimasukin ke dalam hati.”
***
Lika liku kehidupan Ciripa Rikno bak kejatuhan durian runtuh. Berasal dari kampung kecil di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Ciripa merantau ke Jakarta dengan mimpi ingin mengubah nasib. Di ibu kota, berbekal tenaga dan usaha, ia menjajal pekerjaan kasar. Bapak tiga anak ini pernah menjadi kuli bangunan dan tukang cabut rumput.
Dirinya sama sekali tak pernah menyangka akan dilamar Uya Kuya, presenter tersohor di Indonesia, untuk menjadi asisten pribadinya. Belakangan, Ciripa bahkan diminta Uya untuk menjadi co-host di berbagai acara televisi.“Aku itu tidak ada niat untuk jadi asisten artis, tidak ada melamar untuk jadi asisten artis. Nggak ada,” kata Ciripa saat dihubungi detikX.
Sebelum bertemu Uya, Ciripa sempat beralih profesi menjadi make up artist dan penyanyi campur sari. Uya beberapa kali melihat Ciripa di lokasi syuting sebuah acara televisi. Saat itu Ciripa pernah diminta nyanyi di atas panggung. Uya kerap meledeki Ciripa yang dirasa tak cocok berprofesi sebagai tukang make up karena memiliki tangan besar. Dari sekedar ledekan untuk bahan lelucon, akhirnya Ciripa bekerja di bawah Uya.

Ciripa Rikno
Foto: Dok Pribadi
Kehidupan Ciripa berubah drastis sejak bersama Uya. Saat itu Uya memiliki program televisi sendiri dengan system kejar tayang. Alhasil, Ciripa harus mengikuti jadwal sang artis seharian penuh. “Kita pulang pukul 03.00 pagi. Sampai rumah masih briefing dan meeting untuk menentukan konsep yang baru dan jokes yang lucu persiapan besok,” cerita Ciripa.
Tapi rasa lelah terbayarkan jika melihat antusias penonton. Apalagi saat Uya berhasil menyabet berbagai penghargaan dari televisi. “Pasti aku bangga banget bisa mengantarkan bosku mencapai titik tertinggi walaupun itu juga perjuangan dia ya, bukan karena saya semata. Tapi kan aku menjadi bagian dari itu,” katanya yang pernah diajak Uya jalan-jalan ke Belanda dan Belgia.
Selama 11 tahun, Ciripa menemani Uya sebagai asisten pribadinya. Selama itu pula Ciripa telah bertemu dengan berbagai macam orang dari berbagai kalangan berbeda. Ciripa memanfaatkan waktunya untuk menimba ilmu sebanyak mungkin. Hingga akhirnya Ciripa menikah dan memutuskan untuk fokus dengan keluarga dan usaha pribadinya. Ciripa kini memiliki berbagai macam usaha yang bergerak di bidang jasa. Seperti wedding organizer, master of ceremony dan event organizer. Ia juga berjualan telur ayam kampung dan seafood.
Melihat mantan anak buahnya kini memiliki berbagai bidang bisnis, Uya turut merasa senang. Hal ini ia ungkapkan saat kembali bertemu Ciripa di acara Santuy Malam Trans Tv tahun 2020. “Sekarang dia sukses. Udah punya WO (Wedding Organizer), salon sendiri,” kata Uya.
Reporter: Dimas MIftakhul Fakri
Redaktur: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho