2022
22 juta
2023 (Q1)
+3 juta
Bank Mandiri berhasil mencetak pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang tahun 2022 lalu. Strategi bisnis yang konsisten kepada segmen potensial dan proses optimalisasi digital perseroan adalah kuncinya.
Digitalisasi juga mendorong pertumbuhan kinerja keuangan Bank Mandiri yang positif pada Kuartal I Tahun 2023 ini. Perolehan laba bersih konsolidasi Bank Mandiri pada kuartal I 2023 mencapai Rp 12,6 triliun, tembus 25,2 % bila dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Keberhasilan transformasi digital Bank Mandiri tercermin dari transaksi digital bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut melalui Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri. Kedua superapps itu tumbuh secara signifikan.
Digitalisasi juga telah berdampak positif pada pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri sepanjang tahun 2022 dan kuartal I 2023. Demikian pula dengan rasio current account and saving account (CASA) dan perolehan pendapatan berbasiskan kepada fee (fee based income) Bank Mandiri. Jalannya perseroan juga semakin efisien dengan dioptimalkannya pemanfaatan teknologi digital.
2022
22 juta
2023 (Q1)
+3 juta
2022
16 juta
2023 (Maret)
17,5 juta
2022
1.939 juta
2023 (Q1)
600 juta
2022
Rp 2.435 triliun
2023 (Q1)
Rp 725 triliun
Digitalisasi secara total dihadirkan sebagai one stop financial solution bagi nasabah, termasuk Livin’ by Mandiri. Tak berhenti berinovasi, Bank Mandiri konsisten memperluas layanan superapps ini.
Kopra by Mandiri adalah platform digital super lengkap yang dinikmati oleh beragam nasabah mulai dari pengusaha dari segmen korporasi, menengah hingga kecil atau UKM pun telah mampu melayani berbagai kebutuhan transaksi di manapun dan kapanpun.
2022
Rp 18.567 triliun
2023 (Q1)
Rp 4.834 triliun
2022
82,8 ribu
2023 (Maret)
98,5 ribu
2022
Rp 18.837 triliun
2022
Rp 209 triliun
2022
Rp 876 triliun
Kehadiran Livin’ dan Kopra by Mandiri juga turut menyumbang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) khususnya dana murah yang signifikan. Ini membuktikan bahwa transformasi digital yang dilakukan Bank Mandiri telah berhasil berkontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan dengan tren yang terus membaik.

Berkat penajaman bisnis yang diiringi dengan digitalisasi yang semakin matang, laju pendapatan berbasis komisi atau fee based income (FBI) Livin’ by Mandiri dan Kopra’ by Mandiri pun telah membuahkan hasil positif.
Sampai dengan akhir Desember 2022 pendapatan non bunga Bank Mandiri secara bank only telah menembus Rp 27 triliun.
Dari jumlah itu FBI Livin’ dan Kopra by Mandiri masing-masing menyumbang pertumbuhan sebesar 13,11 persen YoY dan 10 persen YoY.
Digitalisasi Bank Mandiri juga membuat perseroan lebih efisien secara bisnis. Tercermin dari rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) Bank Mandiri (bank only) yang turun hampir 1.000bps menjadi 57,35 persen.
Ke depan, Mandiri akan semakin mendorong pengembangan digital untuk menangkap potensi pertumbuhan bisnis secara jangka panjang, dan pada saat yang sama menghadirkan ragam solusi kebutuhan transaksi kepada nasabah baik ritel maupun wholesale.
Sumber: Bank Mandiri