Foto Ilustrasi: para pemudik bersepeda motor melintas di jalur nagreg pada musim mudik 2022 (Wisma Putra/detikcom)
Minggu, 16 April 2023Teriakan histeris Dewi Fadilla memecah kepadatan lalu lintas di Jalan Mr Wuryanto, Semarang, Jawa Tengah. Ia tak kuasa melihat anaknya, Kinayah, yang saat itu baru berusia empat tahun, tergeletak di jalan beraspal. Darah mengucur dari pelipis kirinya. Dewi tidak menghiraukan luka dan sakit di sekujur tubuhnya. Ia terus memanggil anaknya yang mulai kehilangan kesadaran.
“Kalau mengingat kejadian itu lagi, aduh, rasanya saya sedih sekali. Gara-gara saya dan suami, anak saya satu-satunya sampai terluka,” sesal Dewi.
Dewi berusaha mengingat kembali kejadian mengerikan yang menimpa dirinya dan keluarga pada tahun 2019 silam. Saat itu, mereka hendak mudik dari Kendal menuju Solo. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Dewi dan keluarga selalu mengandalkan kendaraan roda dua untuk mudik menuju kampung halaman suaminya.
“Saya pikir biasanya juga naik motor aman saja. Terus kalau naik motor enaknya sekalian bisa mampir ke rumah saudara yang lain,” katanya. “Di jalan juga nggak terlalu lama sekali. Empat jam sekalian istirahat sama salat.” Kendal dan Solo terpisah jarak sejauh 130 km.
Sebelum berangkat, Dewi menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan selama perjalanan. Barang dan buah tangan yang dibawa hanya seperlunya saja. Sebelum memasangkan helm, Kinayah diberi jaket berlapis agar tidak masuk angin. Ia duduk diapit ayah dan ibunya.
“Selama di jalan anak saya nggak rewel sama sekali walaupun perjalanannya jauh. Soalnya dia selalu senang pas lebaran bisa main sama sepupu-sepupunya,” ungkapnya. Mereka berangkat pukul 07.00.

Ilustrasi pemudik sepeda motor
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Dari Kabupaten Kendal, suami Dewi memacu motor matic berwarna merah menuju Solo. Dewi memilih berangkat satu hari sebelum Lebaran, karena tak ingin beradu dengan kendaraan besar, Suami Dewi sengaja tak melewati jalur Pantura. Dari Kendal, mereka memilih jalan alternatif ke arah Kaliwungu, lalu tembus ke Cangkiran dan Gunungpati.
Setelah melewati Gunungpati, kendaraan milik keluarga Dewi memasuki Jalan Mr Wuryanto, Semarang. Di sanalah kecelakaan itu rupanya terjadi. Dewi tak paham apa yang terjadi dengan motornya. Dewi hanya mengingat sang suami sedang berusaha menyalip mobil.
“Pas lagi nyalip itu dari arah kanan, nggak tahu kenapa tiba-tiba motornya oleng dan nabrak motor lain,” cerita Dewi.
Entah karena kondisi ban yang sudah mulai gundul atau jalanan yang tidak rata, motor yang ditumpangi Dewi jatuh dan sempat terseret motor lain. Ketika mereka jatuh, tangan Dewi reflek melindungi kepala Kinayah. Dewi melihat orang-orang mulai mengerumuni mereka. Beruntung banyak yang menolong Dewi dan keluarganya.
“Kami dibawa ke salah satu rumah sakit terdekat, langsung masuk ke IGD,” ucap Dewi.
“Sejak kejadian itu saya udah nggak pernah mau mudik naik motor lagi,” ucap dewi menyesal. Dewi dan keluarganya menjalankan serangkaian pemeriksaan dan diobati luka-lukanya. Untungnya Kinayah tidak mengalami pendarahan di dalam tubuhnya, ia hanya mengalami luka di pelipis kiri. Namun, tampak dari raut wajahnya ia masih syok dan ketakutan.
“Melihat anak saya waktu diperiksa, tuh, nangis sambil manggil nama saya, hati saya hancur sekali,” katanya. Suami Dewi sendiri pun mengalami luka di betis sebelah kanan dan harus djahit. “Alhamdulillah, Kinayah yang lukanya paling ringan di antara kita bertiga.”

Ilustrasi pemudik sepeda motor
Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Meski batal berlebaran, Dewi sangat bersyukur masih diberi keselamatan untuk keluarga kecilnya. Sejak saat itu pun ia kapok mudik menggunakan motor. “Saya udah nggak mau lagi mudik naik motor. Udah kapok banget,” tuturnya. “Naik motor untuk mudik bahaya sekali, terutama kalau bawa anak-anak. Jangan karena keegoisan kita, anak-anak yang jadi korban.”
Motor masih menjadi primadona masyarakat Indonesia untuk melaksanakan tradisi mudik. Menurut data Kementerian Perhubungan, pada lebaran tahun 2022 lalu, sebanyak 17 juta orang melakukan mudik dengan menggunakan motor. Sementara di tahun ini diprediksi akan mengalam kenaikan sebanyak 25,13 juta orang.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mewanti-wanti para pemudik agar tidak menggunakan sepeda motor untuk pergi ke kampung halaman. Untuk itu, Budi Karya mendorong para pemudik menggunakan moda transportasi umum seperti bus, kereta api dan kapal laut.
“Kami menghimbau masyarakat tidak menggunakan sepeda motor untuk mudik jarak jauh karena potensi untuk terjadi kecelakaannya sangat tinggi,” tuturnya dikutip dari laman Kemenhub.
Reporter: Cut Maulida Rizky
Redaktur: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho