INTERMESO

Ketika Mualaf Belajar Berpuasa

"Aku belajar ternyata puasa itu bukan semata nahan haus, lapar, tapi menahan perbuatan yang bisa buat batalin puasa dan itu paling berat."

Foto ilustrasi: AP/Amr Nabil

Minggu, 26 Maret 2023

Sinar matahari siang hari di Surabaya begitu terik. Panasnya begitu menyiksa Tata sampai-sampai tenggorokannya terasa begitu kering. Tanpa sadar tangan Tata meraih sebuah botol berisi air putih. Ia langsung menengak air di dalam botol itu hingga tandas. Rasa haus yang begitu membara langsung sirna. Hari itu, Tata tidak sadar kalau dirinya tengah menjalankan ibadah puasa.

“Aku lupa kalau lagi puasa. Jadi nggak sengaja minum gitu pas tengah-tengah puasa,” ucap Tata kepada detikX menceritakan pengalaman pertamanya berpuasa. Ramadan tahun ini merupakan kali pertama dirinya berpuasa.

Tak ada manusia yang sempurna, begitu juga dengan Tata. Ibadah puasa perdana ini pun tak luput dari kealpaan. “Ya, awalnya berat banget, nahan lapar, nahan haus. Jadi aku pernah nyoba puasa sunah juga, dan awal puasa sunah, tuh, cuma sampai puasa Dzuhur, terus sampai puasa Ashar. Akhirnya bisa full sampai Maghrib,” ucap perempuan berusia 25 tahun ini.

Ilustrasi foto umat Islam menjalankan salat tarawih pertama Ramadan tahun ini
Foto: Antara Foto

Penyakit asam lambung yang diderita Tata membuat dirinya lebih sulit menjalani ibadah puasa. “Kesulitannya, ya, perut sakit banget pas puasa. Makanya pas aku awal-awal puasa, tuh, aku nggak puasa full. Cuma puasa Dzuhur karena nggak kuat nahan sakit perut,” katanya. Setelah melewati beberapa hari puasa, sepertinya tubuh Tata sudah mulai bisa beradaptasi menyesuaikan dengan jadwal makan yang baru.

Tata memutuskan masuk Islam di bulan Mei tahun 2022. Bagi Tata, ini bukan keputusan yang teramat sulit sebab keluarga besar dari Ayahnya beragama muslim. Walaupun bagi dirinya tak mudah mendalami agama yang dulunya masih terasa asing. Suami Tata yang juga merupakan seorang muslim ikut menuntun Tata dalam memperdalam ilmu agama. Namun sayang musibah menimpa keluarga kecilnya.

“Sedih, sih, karena harusnya ini Ramadan pertama bareng suami, tapi suami aku meninggal. Jadinya, ya, dijalani saja seadanya sama Ayah aku. Meskipun sedih tapi Alhamdulillah nggak apa-apa, kok, yang penting bisa merasakan Ramadan dengan lancar,” ucapnya. “Aku merasa jadinya sekarang harus belajar sendiri, sih, tentang agama. Awalnya, kan, aku mualaf, terus dituntun suami tentang agama. Sekarang aku belajar sendiri.”

***

Hari pertama puasa Heyme, seorang perempuan asal Balikpapan yang tak ingin identitasnya diketahui, ini terasa begitu berat. Terlebih karena penyakit maag akut yang dideritanya, Heyme harus merelakan beberapa hari absen dari ibadah puasa. Tahun ini merupakan kali kedua Heyme melewati bulan Ramadhan.

Di bulan Ramadan, umat Islam menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh
Foto: Antara Foto 

“Kalau dulu aku masih lebih ke pemahaman nahan lapar sama haus. Masih nggak tahan dan kadang lupa kalau lagi puasa. Jadi terasa berat banget. Kalau tahun kedua ini, lancar saja karena emang aku sebelum ini sudah puasa Senin, Kamis. Jadi alhamdulillah hari pertama dimampukan,” ucap perempuan berusia 28 tahun ini.

Meski awalnya tak berjalan mulus sesuai rencana Heyme, ia sangat menantikan momen datangnya bulan suci ini. Terlebih setelah dirinya mendapatkan hidayah dan menjadi mualaf. “Waktu sahur dan buka puasa kalau lagi bareng keluarga, senang rasanya bisa ikut Ramadan. Terharu karena bisa menjalani puasa dan ibadah dengan lancar. Padahal mikir nggak mampu, ternyata dilancarkan,” tutur Hyme.

Ketimbang godaan dalam menahan rasa lapar dan haus, justru yang paling sulit dikendalikan bagi Heyme adalah gejolak emosi dan pikiran negatif yang kerap menggelayut dibenaknya. “Aku belajar ternyata puasa itu bukan semata nahan haus, lapar, tapi menahan perbuatan yang bisa buat batalin puasa dan itu  paling berat,” ujar Heyme.

“Yang paling sulit di aku, tuh, nahan ucapan, emosi, perbuatan itu paling berat. Aku coba untuk menghindar, banyak istighfar. Nggak terlalu dipikirkan, jalanin saja.”


Reporter: Cut Maulida Rizky
Redaktur: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE