INTERMESO

Panggil Ancom, Kucing Hilang Langsung Pulang

“Aku hubungin banyak ancom tapi kebanyakan mereka nggak bisa handle kucing hilang. Alasannya mereka kehabisan energi atau nggak nanganin kucing hilang.”

Ilustrasi: Denny Putra

Minggu, 21 Agustus 2022

Ketika melihat testimoni yang kerap trending di media sosial mengenai jasa animal communicator, Rayi Dwitiya Larasati hanya bisa tertawa geli. Dalam hatinya, bagaimana bisa hewan seperti anjing dan kucing berbicara kepada manusia. Rayi yang sudah memelihara seekor kucing Persia selama dua tahun saja masih tidak dapat memahami arti meongan si kucing.

Terlebih lagi, para animal communicator atau atau ancom ini kerap menarasikan dialognya dengan para hewan. Percakapan itu dibuat seolah kucing dan anjing bisa diajak mengobrol layaknya manusia. Tentu buat Rayi itu tidak masuk akal. “Kalau orang lain mungkin banyak yang percaya, tapi aku awalnya nggak percaya,” ucap Rayi kepada detikX.

Namun, nampaknya Rayi harus menjilat ludahnya sendiri. Rayi dibuat frustasi setelah Floyd, kucing Persia warna putih abu-abu miliknya hilang tanpa jejak. “Tapi karena kucing aku hilang, udah lima hari ditungguin nggak pulang-pulang juga, jadi pengin coba ancom buat sugestiin diri kalau kucing aku bakalan balik lewat ancom,” kata ibu satu anak ini.

Selama lima hari Floyd, kucing kesayangannya, hilang, Rayi sudah mencoba berbagai macam cara agar si kucing kembali. Rayi sampai meniru trik orang Jepang untuk menemukan kucing hilang. Caranya, Rayi memberikan makanan kepada kucing jalanan di sekitar rumahnya. Sambil memberi makan, Rayi mengajak ngobrol kucing itu sembari menitipi pesan.

“Kalau lihat Floyd, suruh dia pulang ya, mamanya nyariin,” begitu kiranya pesan Rayi kepada kucing-kucing jalanan yang diberinya makan. Sebelumnya, Rayi juga sempat menyebar poster berisi keterangan mengenai hilangnya Floyd berikut fotonya.

Cara itu pun tak menuai hasil. Opsi terakhir yang ia punya hanyalah menggunakan jasa animal communicator. Perempuan yang bekerja sebagai content writer di sebuah e-commerce ini akhirnya menghubungi dua animal communicator sekaligus. Rupanya menemukan animal communicator yang mau menangani kasus hewan peliharaan hilang susah-susah gampang.

Ilustrasi kucing
Foto: ThinkStock

“Aku hubungin banyak ancom tapi kebanyakan mereka nggak bisa handle kucing hilang. Alasannya mereka kehabisan energi atau nggak nanganin kucing hilang,” ucap Rayi yang akhirnya memilih dua animal communicator yang paling memberi respons paling cepat. “Mereka cuma bisa komunikasi sama kucing itu, tapi nggak ada jaminan kucingnya balik. Dia cuma bisa kasih koordinasi keberadaan kucing aku di mana.”

Untuk masing-masing animal communicator, Rayi membayar uang sebesar Rp 150 ribu dan Rp 235 ribu. Prosesnya dilakukan hanya melalui percakapan WhatsApp. Rayi diminta mengirimkan sejumlah informasi seperti nama, umur, dan gender hewan peliharaannya berikut foto si kucing. Lalu Rayi juga diminta mengirimkan tiga pertanyaan untuk ditanyakan kepada Floyd.

“Floyd lagi di mana? Udah makan apa belum? Floyd kenapa pergi dari rumah? Tolong sampein ke Floyd soalnya aku sayang banget dan khawatir. Maafin kalau aku banyak salah yang mungkin aku nggak sadari,” tulis Rayi kepada animal communicator itu.

Tak menunggu lama, animal communicator itu langsung memberikan jawaban dalam bentuk percakapan antara Floyd dengan dirinya. Floyd memberikan gambaran tentang keberadaan dirinya saat itu. Floyd ingin pulang kembali ke pelukan Rayi, namun nampaknya ia tak tahu jalan pulang. Animal communicator itu lantas menyuruh Rayi untuk bermeditasi untuk menuntun Floyd pulang.

“Disuruh atur nafas, tutup mata, netral pikirannya. Aku disuruh bayangin rumah bersinar, sinarnya terlihat sama Floyd. Terus Floyd disuruh ikutin cahaya itu supaya bisa pulang ke rumah,” ungkapnya.

Ilustrasi kucing
Foto : Thinkstock

Percaya atau tidak, secara ajaib Floyd muncul di depan rumahnya. Suami Rayi yang pertama kali menemukan Floyd. Raut wajahnya nampak kebingungan. “Entah kebetulan atau nggak, kan ancom-nya memang bilang Floyd kebingungan buat nemuin jalan pulang. Untung ada suami aku di depan rumah manggilin Floyd buat masuk ke rumah,” katanya. Sampai sekarang pun, Rayi seakan masih tak percaya Floyd berhasil kembali ke rumah setelah ia menggunakan jasa animal communicator.

“Nggak tahu, deh, kalau nggak pakai ancom mungkin aku udah putus asa. Tapi pas pakai ancom secara psikologis aku jadi tenang, kayak ada harapan Floyd bakal pulang. Ngebantu buat sugestiin manusianya supaya pikirannya positif. Sebelumnya, kan, aku sedih banget,” ucap Rayi.

Sejak tahun 2018, dr Anggie juga sudah mendalami ilmu untuk dapat bicara dengan hewan. Klien yang datang dengan kasus hewan peliharaan hilang memang banyak. Namun, menurutnya, menemukan hewan peliharaan hilang termasuk perkara yang butuh tingkat kesabaran ekstra. Energi dan waktu Anggie terkuras habis karena harus terus menerus terkoneksi melalui alam bawah sadar dengan hewan itu. Karena itu pula, Anggie hanya dapat menerima 20 klien setiap hari.

Layaknya manusia, tak semua hewan langsung membuka diri saat diajak bicara oleh orang asing. Ketika hewan peliharaan yang hilang diajak bicara oleh Anggie, belum tentu si hewan ini langsung memberi tahu posisinya. “Pengalaman saya 99 persen kalau diajak bicara mau. Hanya saja yang mau kita tanyakan itu belum tentu dia mau langsung jawab,” ucapnya.

Setiap hewan memiliki karakternya masing-masing. “Kita harus sabar dan kita harus paham karakter hewannya. Karakter hewannya ngikutin owner-nya. Ada yang istilahnya introvert, mereka lebih tertutup. Ada juga yang bawel, banyak ngomong. Bahkan bisa ngegosipin owner-nya sendiri,” imbuh Anggie yang bekerja sebagai dokter umum di salah satu perusahaan swasta.

dr Anggie, salah satu animal communicator
Foto: YouTube dr Anggie

Teknik komunikasi lewat telepati ini bisa Anggie lakukan tak hanya untuk mencari hewan hilang, melainkan juga mengusir penghuni rumah yang tidak diinginkan seperti semut, kutu, rayap bahkan nyamuk. Suatu hari, Anggie pernah mengusir semut yang suka menggigiti anjing peliharaannya.

“Saya ajak ngomong semutnya. ‘Kamu boleh ke taman di depan rumah tapi jangan masuk ke dalam'. Pembuktiannya lalu bagaimana? Setelah saya ajak bicara, semutnya udah nggak ada lagi yang masuk ke dalam rumah,” kata pemilik akun Instagram @dr_anggie_ ini.

Tak disangka, ilmu yang dikuasai para animal communicator seperti Anggie ini ternyata bisa sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Bayangkan jika kita bisa mengusir nyamuk di rumah tanpa perlu lagi membeli obat nyamuk. Kita hanya mengajak nyamuk bicara baik-baik, lalu dalam sekejap nyamuk-nyamuk itu betul-betul menghilang tanpa bekas. “Iya, tentu bisa aja seperti itu,” ucap Anggie mengkonfirmasi pertanyaan perihal mengusir nyamuk di rumah.


Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE