INTERMESO

Seribu Cara Demi Bangku Kereta

“Jujur sejak pertama kali ngerantau sampai sekarang kalau mudik selalu naik kereta. Saya nggak pernah gagal dapetin tiket kereta.”

Foto: Kursi kereta api kelas ekonomi (Foto: Istimewa)

Minggu, 10 April 2022

Sebagai pengguna setia moda kereta api setia sejak tahun 2014, Muthia Yulianti tidak pernah sekali pun gagal mendapatkan tiket mudik. Kecuali dua tahun sebelumnya. Itu pun ia memang tidak mudik untuk menengok kedua orang tuanya dikarenakan larangan mudik akibat pandemi COVID-19.

Namun, tahun ini larangan mudik telah dicabut. Dan, seperti tahun-tahun sebelum pandemi, Muthia langsung mengeluarkan jurus-jurusnya untuk mendapatkan tiket kereta mudik. Alhasil satu tiket jurusan Pasar Senen-Cirebon pun sudah dalam genggamannya.

Muthia tidak memakai kekuatan orang dalam. Sama seperti penumpang pada umumnya, ia memesan tiket melalui website resmi Kereta Api Indonesia (KAI) atau melalui aplikasi penjualan tiket kereta. Tapi meski kunjungan sedang tinggi, Muthia selalu berhasil menembusnya.

“Jujur sejak pertama kali ngerantau sampai sekarang kalau mudik selalu naik kereta. Saya nggak pernah gagal dapetin tiket kereta, karena juga saya pesan tiket satu aja cuma buat diri sendiri,” kata perempuan yang bekerja sebagai admin di sebuah klinik kecantikan di Jakarta ini.

Sebelum perburuan tiket kereta mudik dimulai, Muthia punya kebiasaan untuk membeli paket internet khusus dengan kecepatan yang lebih tinggi. Selain itu, ia juga selalu mengisi sejumlah dompet digital dengan tarif kereta yang akan ia beli. Kalau-kalau digunakan, Muthia tak perlu membuang waktu untuk mengisi saldo.

“Saya ngeh-nya kalau beli paket internet yang lebih mahal dari biasanya. Jadi nggak begitu lemot. Itu kebiasaan saya waktu dulu masih kuliah, kan, suka rebutan jadwal kuliah online juga mirip kayak gini (beli tiket mudik), lah, rebut-rebutan juga,” kata perempuan berusia 30 tahun ini.

Foto ilustrasi calon penumpang kereta api menunjukkan tiket setelah dicetak di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat
Foto: Agung Pambudhy/detikcom

Tangan Muthia tidak berhenti me-refresh halaman pembelian tiketnya. Dan biasanya Muthia makin gencar mencari tiket kereta di saat orang-orang sudah mulai lelah dan menyerah. Muthia pernah mendapatkan tiket kereta antara pukul 01.00-02.00 WIB.

“Kalau baru dibuka penjualannya terus belum dapat, saya, sih, santai aja. Soalnya malah kalau lewat pukul 01.00 kemungkinan dapatnya lebih gede,” ucapnya. Kerja keras Muthia di pagi buta pun terbayarkan dengan satu tiket kereta. “Kita dapetin slot orang yang sebelumnya udah transaksi, tapi gagal bayar. Kan, kita dikasih waktu untuk nyelesaiin pembayarannya.”

Jurus paling terakhir yang paling ampuh dan pernah ia gunakan adalah dengan menggunakan jasa calo tiket mudik. Salah satunya sebuah calo tiket kereta yang menawarkan jasanya melalui private group di Facebook yang diikuti lebih dari 50 ribu member. Muthia pernah sekali membeli tiket mudik melalui calo ini.

“Waktu itu saya nggak dapat tiket secara manual karena ketelatan booking-nya. Semua tiket udah ludes,” kata Muthia. Ia tak masalah jika harus membayar harga tiket lebih mahal. “Harganya lebih mahal karena kita bayar jasanya mereka. Saya nggak tahu mereka dapat tiketnya gimana. Mungkin pakai alat bot gitu kali, ya,” tuturnya.

Untuk mendapatkan tiket mudik, rasanya juga dibutuhkan keberuntungan alias hoki yang cukup besar. Adam Hamzi sudah bergadang semalam suntuk, tiket kereta jurusan Bandung-Semarang pun tetap tidak ia dapatkan. Di saat hampir menyerah, Adam malah tanpa sengaja mendapatkan tiket mudik.

“Aku sebetulnya udah nyerah mesen tiket kereta. Udah lah paling aku naik bus aja,” ungkap mahasiswa jurusan Manajemen di salah satu universitas swasta di Bandung ini.

Di hari ketiga sejak tiket mudik dijual, Adam iseng membuka pemesanan tiket kereta api lewat sebuah aplikasi. Ia begitu kegirangan ketika melihat sisa slot untuk perjalanan dan hari keberangkatan yang ia inginkan tersedia. Saking senangnya, ia sampai salah memasukan nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya.

Foto ilustrasi lokomotif kereta api jarak jauh
Foto: Dok Istimewa 

“Gara-gara buru-buru tangan aku jadi gemeteran. Pas udah bayar baru nyadar kalau salah masukin nomor KTP. Ini mau coba aku tanya dulu ke customer service-nya. Semoga nggak jadi masalah, nih,” ucapnya.

Mudik dengan tiket terusan bisa jadi solusi alternatif bagi penumpang kereta yang tidak kebagian tiket ke kota tujuan. Muhammad Yusuf misalnya, ia pernah memesan tiket terusan dengan tujuan akhir ke Semarang. Karena keberangkatan ke Semarang dari Jakarta sudah habis terjual, Yusuf terpaksa harus transit di kota lain yang dekat dengan Semarang. Pertama ia memesan tiket rute Pasar Senen-Tegal lalu dilanjutkan dengan kereta rute ke Tegal-Semarang.

Pengen-nya, sih, yang langsung ya tapi apa boleh buat. Saya udah dua kali Lebaran pakai tiket terusan modelnya begini,” kata Yusuf.

Jika jarak waktu keberangkatan kereta terusannya cukup jauh, itu akan sedikit merepotkan. Bagi yang tak keberatan, mereka bisa menunggu jadwal keberangkatan kereta terusannya dengan beristirahat di stasiun. Tapi situasi di stasiun pasti tidak nyaman karena kondisinya ramai dipenuhi penumpang yang hendak mudik.

“Apalagi kalau kita bawa barang banyak buat pulang kampung. Kalau pas ada rezeki aku pernah booking hotel dekat stasiun harganya Rp 100 ribuan per malam cuma buat numpang istirahat sebelum berangkat lagi besoknya,” ungkapnya. “Lebih mendingan begini dari pada sama sekali nggak dapat tiket kereta mudik”.


Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE