INTERMESO

Pandemi Mengapa Harus Pergi

Sebagian orang ini malah tak ingin lagi kembali hidup normal.

Ilustrasi: Edi Wahyono 

Minggu, 13 Maret 2022

Dulu sewaktu pandemi COVID-19 pertama kali masuk ke Indonesia, Benny Gunawan tak berhenti mengumpat kedatangan virus itu. Tentu saja ia kesal, virus corona telah membuatnya tak bisa ke mana-mana maupun beraktivitas seperti biasa.

Namun, setelah dua tahun berlalu, siapa sangka Benny berubah pikiran. Seakan tak percaya dengan mulutnya sendiri, ia malah tak ingin pandemi ini cepat berakhir. "Mungkin orang bakal berpikir saya ini aneh. Tapi kalau boleh jujur saya malah betah sama situasi pandemi ini, lho,” ucap laki-laki berusia 35 tahun ini saat dihubungi detikX.

Perkataan Benny barusan mungkin bakal membuat sebagian orang naik pitam dan malah ingin balik mencaci maki Benny. Apalagi virus ini telah menyebabkan banyak luka, kehilangan, rasa sakit, dan kesengsaraan bagi banyak orang di seluruh dunia.

Tapi jangan salah paham dulu. Siapa, sih, yang tidak ingin virus itu segera lenyap dari muka bumi ini. Benny hanya tidak rela ia harus kembali ke rutinitas kehidupan sebelumnya. “Saya juga mau virusnya mati semua. Saya cuma nggak mau aja disuruh kerja di kantor lagi," ucap Benny yang sudah lima tahun bekerja sebagai seorang Web Developer.

Ilustrasi WFH
Foto: Getty Images/Chee Gin Tan 

Sejauh ini, akibat lockdown dan Work From Home alias WFH yang diterapkan perusahaannya, Benny merasa hidupnya menjadi jauh lebih tenang dan lebih baik. Di pagi hari, misalnya, Benny tak perlu lagi bangun di pagi hari hanya untuk membelah kemacetan Jakarta dan menua di jalan.

Selama masa pandemi, Benny dan keluarganya bisa dibilang cukup beruntung. Benny bisa menjalankan WFH dengan tenteram tanpa pernah merasakan pemotongan gaji. Lebih beruntung lagi karena Benny berkesempatan untuk menyaksikan pertumbuhan buah hatinya yang baru berusia dua tahun.

“Kebetulan, ya, istri saya melahirkan awal Januari 2020, nggak lama kemudian kan COVID dan saya sejak saat itu sampai sekarang WFH. Cuma beberapa kali aja ke kantor, tapi bisa dihitung pakai jari, lah,” ucapnya.

Gua juga bingung kenapa kita disuruh WFO lagi. Padahal, toh, selama ini kerjaan gua kelar juga, kok."

Sambil bekerja di rumah, Benny punya waktu seharian untuk bercengkrama dengan istri dan anak yang sangat ia cintai. Kalau tidak ada COVID-19, boro-boro Benny bisa melakukan semua hal itu.

“Ini kesempatan sekali seumur hidup yang nggak bakal terjadi lagi. Saya bisa kerja sambil bantuin istri urus anak. Makanya saya sedih juga kalau udah nggak pandemi lagi,” kata Benny yang sangat tak rela jika Indonesia memasuki endemi dan ia harus kembali bekerja di kantor lagi.

Setiap negara kini memang tengah berupaya agar bisa memasuki fase endemi. Di tengah merebaknya kasus varian Omicron, beberapa negara seperti Inggris, Prancis, dan Swedia malah mulai melonggarkan pembatasan mereka.

Indonesia juga berupaya agar segera lepas dari cengkraman pandemi dengan membangun kekebalan kelompok melalui vaksinasi. Memasuki akhir Februari 2022, kasus COVID-19 varian Omicron pun telah memperlihatkan tren penurunan.

Kementrian Kesehatan RI mencatat ada 14 provinsi di Indonesia yang konsisten mencatat penurunan kasus harian COVID-19. Melihat kondisi penurunan ini, tak menutup kemungkinan Indonesia bisa segera beralih menjadi endemi.

Pekerja kantoran di Jakarta mengantre angkutan umum saat dilakukannya WFO 50 persen, Desember 2021. Kini, banyak kantor di Jakarta mulai meningkatkan kapasitas bekerja dari kantor.
Foto : Rifkianto Nugroho/detikcoom

Sepertinya Adriana juga akan merindukan masa-masa pandemi ini. Bersamaan dengan menurunnya kasus COVID-19 di Indonesia, kantor advertising tempatnya bekerja sudah mulai berkoar-koar untuk kembali menerapkan sistem Work From Office (WFO). Padahal selama ini, pekerjaan Adriana dan timnya selalu tuntas meski menerapkan WFH.

Gua juga bingung kenapa kita disuruh WFO lagi. Padahal, toh, selama ini kerjaan gua kelar juga, kok,” ucap Adriana yang bekerja sebagai desain grafis ini. Pandemi ini telah membuat Adriana menyadari jika ia tak perlu-perlu amat bekerja dari kantor.

“Kadang di kantor malah nggak produktif dan banyak distraction-nya. Gua juga nggak siap ke kantor. Gara-gara kelamaan di rumah, jarang ketemu orang, kayaknya social skill gua udah mulai menurun,” tawa Adriana.

Karena pandemi COVID-19, sistem bekerja dari rumah tidak lagi tabu. Bahkan sudah banyak perusahaan yang memberikan opsi pada karyawannya untuk bekerja dari rumah secara remote. Lowongan pekerjaan kini tak segan menawarkan opsi bekerja dari rumah.

Beberapa perusahaan di Indonesia yang mulai meninggalkan rutinitas WFO di antaranya ada PinHome. Sebuah platform layanan transaksi properti berbasis aplikasi ini telah menerapkan WFH secara permanen. Begitu juga dengan Amar bank, layanan perbankan digital serta HappyFresh, aplikasi belanja daring yang menerapkan sistem Work From Anywhere.


Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE