INTERMESO

Sesakit Ini Terinfeksi Omicron

“Rasanya nano-nano banget pas tahu kena COVID. Marah, sedih, kesel, sakit, semua jadi satu. Udah dikasih kena COVID, gejalanya berat banget lagi.”

Foto: Ilustrasi orang yang sedang isolasi mandiri (Getty Images/Mario Guti) 

Sabtu, 12 Feburari 2022

Semalaman Rebecca Nathannia tidak bisa tidur nyenyak. Jam empat subuh ia terbangun lagi. Kepalanya pening dan sekujur tubuhnya sakit. Di saat badai virus Omicron tengah menerjang, hasil swab Antigen perempuan yang akrab disapa Becca ini dinyatakan positif. Penyebarannya begitu cepat sehingga membuat Ayah, ibu, kakak dan adiknya juga ikut terinfeksi.

Ketika varian COVID-19 terbaru ini pertama kali terdeteksi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sempat meyakini jika Omicron menimbulkan gejala lebih ringan dibanding varian COVID-19 lain. Sebagian orang yang telah terinfeksi virus ini mungkin bisa sembuh hanya dengan menegak obat warung. Namun gejala yang dialami Becca justru berbeda dari orang kebanyakan.

“Aku ngerasa benar-benar hampir mati karena COVID. Mungkin ini kelihatannya lebay. Cuma aku udah sampai mikir, aku bakal mati karena yang aku rasain sesakit itu,” ujar Becca saat dihubungi detikX. Saat ini ia masih menjalani isolasi mandiri di apartemen keluarganya.

Awalnya Becca masih menjalani aktivitasnya sehari-hari. Meski mulai merasakan pusing, ia tetap bekerja di kantor. Sebelumnya ia juga sempat merayakan ulang tahunnya yang ke-22 di sebuah restoran. Ketika rasa sakit itu mulai menjadi-jadi, disusul sesak nafas dan naiknya suhu badan, ia segera menemui dokter internis langganannya.

Rebecca Nathannia
Foto :  Dok Pribadi (Instagram)

Dokter sempat mengira penyakit GERD atau asam lambung Becca kambuh. Apalagi kemarin ia baru saja makan makanan pedas. Tapi, karena Becca juga mengalami batuk dan rasa tidak nyaman di tenggorokannya, dokter menyarankan Becca untuk melakukan awab antigen.

“Rasanya nano-nano banget pas tahu kena COVID. Marah, sedih, kesel, sakit, semua jadi satu. Udah dikasih kena COVID, gejalanya berat banget lagi,” ujar Becca yang saat ini kuliah di jurusan Public Relation di President University.

Aku sempet bilang Covid tuh nggak ada, Omicron kan hoax. Wajar aja kalau kita berpikir seperti itu karena belum pernah merasakan."

Becca kembali ke apartemen setelah dibekali obat. Becca menjalani isolasi mandiri bersama keluarganya. Bukannya membaik, rasa sakit yang ia rasakan di kepalanya makin parah. Orang tua Becca sempat ingin membawa Becca ke Unit Gawat Darurat atau UGD.

“Aku sempat disuruh minum Panadol dan mendingan, tuh sakitnya. Tapi besoknya kepala aku sakit lagi kayak mau pecah. Kayak ada yang mau keluar dari kepala, aku susah jelasinnya pakai kata-kata. Pokoknya sampai nggak kuat ngapa-ngapain,” ujarnya.

Rasa sakit itu biasanya muncul dari siang sampai malam dan berlangsung hingga lima hari. “Sebelumnya even cuci muka aja badan aku sakit banget. Sampai rasanya badan nggak kuat nahan rasa sakit itu, ini badan udah kayak mau diambil sama malaikat maut saking sakitnya,” ungkap Becca yang dinyatakan positif 27 Januari kemarin.

Setelah melewati masa ‘kritis’ itu, untungnya kondisi Becca berangsur membaik. Becca juga mendapatkan obat gratis dari Puskesmas dan Kementrian Kesehatan. Empat belas hari Becca menjalani isolasi mandiri, namun hasil Swabnya masih belum kunjung negatif. Karena sampai hari ini Becca masih mengalami gejala batuk, ia disarankan untuk melanjutkan isolasi mandiri sampai tujuh hari ke depan.

Becca yang merupakan influencer TikTok di akun @rebeccaaa.48 membagikan pengalaman sakitnya ini di TikTok. Tak disangka, Becca mendapatkan sambutan luar biasa. Salah satu videonya bahkan ditonton 4 juta orang dan mendapatkan hampir 400 ribu likes. Ada yang ikut bersimpati, ada pula yang juga merasakan gejala serupa. Tapi tak sedikit pengguna Tiktok yang turut Menghujat Becca dan melontarkan komentar pedas.

“Mereka malah nyerang balik aku. ‘Katanya kena Omicron mau mati. Kok sempat, sih, bikin video? ‘Itu ngomong lancar banget, nggak ada batuknya.' 'Oh ini duta COVID, ya, dibayar berapa aktingnya?'" tutur Becca menirukan komentar netizen TikTok.

Antrean swab di Bintaro, 3 Februari 2022. Merebaknya varian Omicron membuat penumpukan di berbagai laboratorium tempat test swab.
Foto : Gradyos Zafna/detikcom

Becca sedikit bisa memahami orang-orang yang masih saja tidak percaya akan pandemi COVID-19. Sebelum merasakan dahsyatnya gejala COVID-19 varian Omicron, Becca juga sama seperti mereka. Pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai membuat ia lelah dan menganggap berita mengenai virus Omicron hanya bualan semata.

“Aku sempet bilang COVID, tuh, nggak ada. Omicron, kan, hoax. Wajar aja kalau kita berpikir seperti itu, karena belum pernah merasakan,” ucap Becca yang sudah dua tahun menjadi influencer di aplikasi TikTok.

Semenjak videonya viral, Becca sering mendapatkan curhat dari pengikutnya yang merasakan COVID-19 tapi tidak melakukan pemeriksaan karena terhalang dana. Ia pun berinisiatif mengadakan awab antigen gratis menggunakan uang pribadinya. Niatnya, Becca hanya akan memberikan awab gratis untuk lima orang saja secara acak. Tapi belakangan Becca mendapatkan dukungan dana dari teman dan followers-nya.

“Aku berterima kasih banget ke teman-teman yang take a good intention of my story. Aku berharap dengan usaha kecil yang aku lakukan ini bisa membantu menghentikan penyebaran virus Omicron,” ucapnya.


Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE