INTERMESO

Ratapan di Terminal 3 Bandara Soetta

Mencari gate di Terminal 3 Bandara Soetta rasanya seperti berjalan tanpa ujung. "Kapok banget, sih," kata seorang penumpang pesawat.

Foto: Pesawat Garuda Indonesia di Terminal 3 Bandara Soetta

Sabtu, 15 Januari 2022

Dengan tergopoh-gopoh, Wenny Agusnawati masuk ke dalam badan pesawat Garuda Indonesia. Bak habis lari marathon, baju terusan bermotif bunga yang ia kenakan basah bermandikan keringat. Melihat Wenny masih kesulitan mengatur nafas, pramugari segera memberikannya segelas air minum.

Wenny tak menyangka luasnya Terminal 3 di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, bakal membuatnya hampir ketinggalan pesawat. Padahal perempuan berusia 29 tahun yang tinggal di Puri Indah, Jakarta Barat, ini sudah sengaja datang dua jam lebih awal sebelum jam keberangkatan. Penerbangannya dari Jakarta menuju Bali dijadwalkan pada pukul 14:25 WIB.

“Tadi rencananya begitu sampai Bali saya mau langsung ke beach club. Terpaksa batal lah, sebab baju saya yang tadinya udah wangi, rapi, jadi nggak karuan begini gara-gara lari ngejar pesawat,” ungkap Wenny. Niatnya untuk foto dan bersantai di boarding lounge pun pupus sudah. “Boro-boro kepikiran buat foto. Nggak hangus, tuh, tiket pesawatnya aja udah syukur.”

Awalnya, wirausahawati yang memiliki bisnis online ini tidak bisa menyembunyikan antusiasnya saat kembali menginjakan kaki di bandara pada Januari lalu itu. Apalagi ini pertama kalinya ia menaiki pesawat melalui Terminal 3.

“Sejak ada Terminal 3 saya nggak pernah naik pesawat Garuda. Kemarin baru pertama kali banget masuk ke Terminal 3. Penasaran juga, sih, karena kan kelihatannya bagus,” kata Wenny. Terminal 3 Bandara Soetta memang dikhususkan untuk penerbangan domestik maskapai Garuda Indonesia dan penerbangan internasional.

Terminal 3 memiliki total luas 422.804 meter persegi. Luas Terminal 3 lebih besar dari Terminal 3 Bandara Changi, Singapura. Gate 1 sampai 10 di Terminal 3 digunakan untuk penerbangan internasional, sementara gate 11 sampai 28 untuk penerbangan domestik.

Suasana boarding room di Teminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang
Foto : Grandyos Zafna/detikcom

Sialnya siang itu, Wenny harus masuk ke dalam pesawat melalui gate 26. Wenny tak tahu, jalanan amat panjang telah menanti dia dan teman-temannya. Jalan kaki dari gate 11 hingga gate 28 memang hanya lurus saja tapi seolah tak berujung.

Supaya lebih menghemat waktu dan tenaga, para petugas di Terminal 3 difasilitasi sepatu roda. Sementara untuk penumpang yang ingn menuju boarding gate dan penumpang yang baru turun menuju tempat pengambilan bagasi, Terminal 3 biasanya memfasilitasi mobil golf.

“Ada sih yang lewat mobilnya, tapi nyetopin mereka gimana? Mereka jalan aja terus, nggak ngelihat kita lagi lari-lari ngejar pesawat. Ngaco banget deh desain Terminal 3 itu,“ tutur Wenny kesal.

Kapok banget sih. Tahu begini mendingan di Terminal 2 aja. Soalnya di sana aksesnya lebih gampang."

Pengalaman serupa juga dialami Karina Oktavia sewaktu kembali ke kampung halamannya di Padang, Sumatera Barat, pada 2019. Saat itu Karina mendapatkan jadwal penerbangan dari Terminal 3 paling pagi, yaitu pukul 05:25 WIB.

“Kaget banget, soalnya bandara di Padang kan kecil dan gate-nya juga nggak jauh. Pas di sini pertama kali lihatnya gede banget dan jauh sekali jalannya,” kata Karina yang bekerja sebagai illustrator ini.

Karena terburu-buru, Karina tak sengaja melukai kaki kanannya karena tersangkut koper kecil yang ia bawa. Roda di koper itu pun ikutan rusak. Mau tidak mau Karina harus menenteng koper berisi setumpuk baju itu menuju gate 20.

Kapok banget sih. Tahu begini mendingan di Terminal 2 aja, soalnya di sana aksesnya lebih gampang,” tutur Karina.

Seorang warganet di Twitter turut menjadikan Terminal 3 sebagai bahan banyolan. Awalnya pemilik akun @Dyanasthasia sedang menggambarkan salah satu adegan dalam film AADC (Ada Apa Dengan Cinta) yang diperankan oleh Dian Sastrowardoyo yang memerankan karakter Cinta dan Nicholas Saputra yang menjadi Rangga.

Suasana tempat check-in Terminal Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang
Foto : Grandyos Zafna/detikcom

“Lo pernah kebayang ga sih kalau AADC kejadian di 2021 terus Cinta harus ngejar Rangga di Terminal Tiga. Romantis kaga varises iya,” tulis akun Twitter @Dyanasthasia pada 7 Januari lalu.

Cuitan itu pun langsung memancing beragam reaksi. Beberapa di antaranya ikut mengeluhkan Terminal 3 yang kerap membuat mereka kesulitan. "Ternyata Rangga ada di Gate 28. Cinta langsung nyolong mobil golf,” balas pemilik akun Twitter @agatharoulina.

Bahkan pemilik akun @dandelionpeony meminta Terminal 3 untuk mengusulkan adanya transportasi penghubung antar gate dengan nada agak menyindir. “T3 harus ada pangkalan ojek sih,” tulis @dandelionpeony.

Meski besarnya Terminal 3 dikeluhkan penumpangnya, Terminal 3 telah menorehkan beragam prestasi. Misalnya pada tahun 2019, Terminal 3 Bandara Soetta kembali dinobatkan sebagai Best Airport of The Year 2019 dalam ajang Bandara Awards 2019 yang diselenggarakan oleh Majalah Bandara.

Sedangkan Bandara Soetta sendiri telah mencetak pencapaian positif pada ajang global Skytrax World Airport Awards 2021. Ajang ini digelar untuk memberikan penghargaan bagi bandara terbaik di dunia.

Bandara Soetta menduduki peringkat 34 dunia dalam daftar Top 100 World’s Best Airport. Posisi ini naik satu tingkat ketimbang tahun sebelumnya di posisi 35.

Skytrax World Airport Awards 2021 merupakan ajang bergengsi kelas dunia yang memberikan penghargaan bagi bandara-bandara terbaik di dunia berdasarkan survei dengan responden yang terlibat berasal lebih dari 100 negara.


Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE