Foto : Rachman Haryanto
Selasa, 21 Desember 2021Pergi ke tempat wisata untuk mengisi liburan masih menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia. Apalagi tempat wisata di sejumlah kawasan nusantara tengah berbenah diri, termasuk dari segi infrastrukturnya. Baik destinasi wisata di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat hingga Papua. Akses jalan darat pun semakin mudah dan terbuka.
Traveling ke tempat wisata dengan menggunakan kendaraan pribadi melalui jalur darat atau road trip masih terus diminati masyarakat. Sejak pandemi coronavirus disease (COVID-19) melanda tanah air, road trip ke tempat wisata menjadi pilihan paling sering digunakan. Pertama, road trip menggunakan mobil pribadi lebih nyaman, aman, dan meminimalisir bertemu kerumunan.
Kedua, mengisi liburan panjang bersama teman, keluarga serta orang yang terkasih, justru semakin memupuk kekompakan. Sudah barang tentu, liburan akan bisa menjadi lebih berkesan dan menyenangkan. Apalagi bagi para traveler yang memiliki jiwa petualang, tentu akan memanfaatkan liburan dengan menyiapkan kendaraan yang siap ‘tempur’ di segala medan yang akan dilalui.
Keleluasaan, kenyamanan, dan keasyikan road trip sendiri dirasakan tim detikcom saat melakukan perjalanan darat bertajuk Toyota Corolla Cross Hybrid Road Trip Explore Mandalika pada 18 -28 November 2021 lalu. Perjalanan sepanjang 1.342 km atau 2.684 km pergi dan pulang menggunakan tiga jenis mobil Toyota, yaitu Corolla Cross Hybrid, Innova Ventura di kelas medium sport utility vehicle (SUV) dan Sienta, mobil di kelas multi purpose vehicle (MPV).
Setelah menyiapkan perbekalan, tim detikcom mengawali road trip dari kawasan terpadu CT Corp di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Kamis, 18 November 2021 pukul 07.00 WIB. Perjalanan tahap pertama, tim menuju kota Surabaya, Jawa Timur sejauh kurang lebih 777 km. Perjalanan menuju Surabaya memakan waktu tempuh 12 jam.

Pemandangan di Gili Meno dan Gili Trawangan
Foto : Rachman Haryanto
Tim sempat berhenti di Km 57 Tol Jakarta-Cikampek untuk sarapan dan mengisi BBM. Perjalanan dilanjutkan masuk tol Trans Jawa. Kembali rehat di KM 379 Tol Semarang-Batang dan di KM 456 untuk makan siang. Lalu bablas dan tiba di Surabaya pada pukul 19.30 WIB. Sebelum beristirahat, tim menyempatkan wisata kuliner di seputar Gedung Juang 45 di Jalan Mayjen Sungkono. Termasuk mencicipi Tahu Campur Pak Sadak.
Keesokan harinya, setelah sarapan pagi, perjalanan dilanjutkan dari Surabaya menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, sejauh 303 km. Perjalanan selama tujuh jam melewati jalur pesisir timur pulau Jawa, yaitu Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Besuki, Situbondo. Sepanjang jalan mata sempat dimanjakan dengan keindahan puncak Gunung Bromo dan kawasan wisata pantai.
Bahkan begitu masuk daerah Situbondo, mata selalu tertuju pada indahnya pemandangan kawasan Taman Nasional Baluran. Tim sempat mengambil foto-foto di jalan kawasan Baluran. Setelah itu dilanjutkan perjalanan melewati kawasan Desa Wisata Kebangsaan Wonorejo. Tim sampai di Ketapang sekitar pukul 14.30 WIB. Setiba di kota Banyuwangi, semua anggota tim road trip menjalani tes antigen COVID-19 di sebuah klinik.
Tes antigen merupakan salah satu syarat untuk menumpang kapal ferry di Pelabuhan Ketapang. Setelah selesai, rombongan langsung menuju Dermaga IV. Setiap kendaraan yang akan menumpang kapal ferry dikenakan tarif berbeda-beda tergantung jenis kendaraannya. Karena tim lebih banyak menggunakan kendaraan ukuran kecil dan sedang, maka dikenakan tarif Rp 1.250.000 per mobil.
Setelah antri masuk kapal, dua jam kemudian, tepatnya pukul 16.00 WIB, kapal pun berlayar menuju lautan lepas. Perjalanan dari Banyuwangi ke Lombok memerlukan waktu sekitar 12 jam. Karena perjalanan sudah sore dan malam. Praktis semua tim memanfaatkan waktu istirahat di atas kapal untuk makan, minum kopi, dan tidur. Keesokan harinya, Sabtu, 20 November 2021 pukul 06.00 WIB, kapal yang ditumpangi tim berlabuh di Pelabuhan Lembar, Lombok.
Road trip Jakarta-Mandalika
Video : 20detik
Begitu mendarat di Lembar, tim langsung mengeksplor beberapa destinasi wisata. Di antaranya menuju Desa Sukarara, Senggigi, Gili Meno, Gili Trawangan, Desa Wisata Tetebatu, kawasan wisata kaki gunung Rinjani dan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika. Di Mandalika, tim sambut Wakil Direktur Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Cahyadi Wanda.
Cahyadi dan pengelola Pertamina Mandalika International Street Circuit mengajak berkeliling seputar area sirkuit yang termegah dan terbesar di Asia Tenggara itu. Cahyadi juga mengajak tim menuju Tikungan 10 yang menjadi ikon dari Sirkuit Mandalika. Di tempat itulah terdapat kanopi berbentuk motif batik khas masyarakat adat Sasak di area ‘run off’nya.
Di sela-sela perjalanan, Cahyadi menjelaskan, walau penyelenggaran WSBK beberapa waktu lalu dinilai sukses, diakuinya masih banyak yang perlu dibenahi, seperti akses menuju venue dan fasilitas pendukung, yaitu penginapan. Juga fasilitas umum lainnya yang masih perlu pembenahan, karena rencana ke depan akan ada penyelenggaraan even lebih besar, MotoGP.
“Karena MotoGP skala eventnya jauh lebih besar dari ini, secara persiapannya, logistiknya, fans yang akan datang juga jauh lebih besar” ucap Cahyadi kepada detikX.
Hal itu diamini Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Ia mengatakan, pihaknya akan lebih fokus membangun fasilitas akomodasi, hotel maupun homestay yang dikelola oleh masyarakat sekitar Mandalika. Ia mengaku, event MotoGP tahun 2022 perlu diantisipasi dari sisi akomodasi.

Foto udara sirkuit Mandalika usai gelaran WSBK 2021
Foto : Rachman Haryanto
“Dalam Rapat Kabinet belum lama ini Bapak Presiden Joko Widodo memastikan Kemenparekraf ikut menghadirkan UMKM khususnya untuk sektor ekonomi kreatif dari 34 provinsi pada event MotoGP Mandalika tahun depan 2022. pada MotoGP kebutuhan akomodasi hotel dan homestay akan lebih besar dan perlu diantisipasi,” kata Sandi beberapa waktu lalu.
Kepada para wisatawan, Sandiaga menyerukan agar mau menyempatkan diri mengunjungi dan membeli oleh-oleh di tempat wisata mana pun. Hal itu merupakan bentuk dukungan kepada pelaku usaha UMKM. Yang terpenting bagaimana bisa menggerakan ekonomi dan mampu menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.
“Sebagai kenangan dari perjalanan yang menyenangkan tersebut, sempatkan membeli oleh-oleh atau cinderamata dan ini sekaligus akan membantu para pelaku usaha UMKM,” mbuh Sandi.
Sementara terkait road trip, Sandi menambahkan, perjalanan wisata dengan cara berkendaraan pribadi malah bisa lebih mendekatkan diri dan mengenal budaya, alam dan adat istiadat masyarakat setempat. Apalagi saat ini infrastruktur yang dibangun pemerintah akan lebih memudahkan para traveler melakukan road trip.
“Misalnya dari sisi infrastruktur jalan, sekarang jalur pulau Jawa sudah terhubung oleh jalan tol, juga sebagian Sumatera. Sehingga perjalanan road trip menjadi nyaman dan mudah,” ucap Sandi lagi.
Sandi mengakui, liburan menggunakan mobil pribadi ini memang jauh lebih aman karena minim interaksi dengan orang lain di tengah wabah pandemi COVID-19. Namun demikian, masyarakat atau wisatawan harus tetap rajin menerapkan prokes. Road trip mendorong wisatawan domestik lebih menyukai perjalanan di dalam negeri.

Sandiaga Uno Kunker ke Mandalika
Foto : Ahmad Subaidi/Antara
Berdasarkan survei internal terhadap pengguna Traveloka pada 28 Mei hingga Agustus 2020, sebanyak 67 persen responden memilih liburan sebagai aktivitas yang paling diinginkan setelah pandemi berakhir. Responden yang menyatakan telah melakukan liburan di masa pandemic sekitar 26 persen. Dari angka sebesar itu, 72 persen di antara responden berwisata menggunakan mobil pribadi (road trip). Destinasi yang populer adalah Semarang, Yogyakarta, Solo, Malang, Surabaya dan Bali.
Bagi traveler yang ingin melakukan road trip, tapi belum memiliki mobil pribadi, PT. Mandiri Tunas Finance (MTF) memiliki solusi untuk traveler memiliki mobil impian dengan cara yang mudah dan cepat melalui pengajuan kredit di aplikasi MTF GO. Bukan hanya memberikan cara yang mudah dan cepat, MTF dengan kampanye ‘Kredit Anak Bangsa’ memberikan berbagai program kredit yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan traveler.
Walau berwisata dengan cara road trip lebih enjoy, bebas dan nyaman, tetap harus memperhatikan keselamatan di jalan. Karena itu, Sandiaga mengingatkan kepada para traveller untuk selalu mengecek kondisi kendaraannya agar tetap prima. Lalu selalu menjaga kesehatan dengan mentaati protokol kesehatan berbasis CHSE, yaitu cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan) dan environment sustainability (kelestarian lingkungan).
Protokol ini penting diterapkan selama menempuh perjalanan road trip. Kemudian dianjurkan untuk tetap menggunakan masker, cuci tangan dan tetap menjaga jarak di tempat keramaian. “Dan terakhir, atur istirahat sesaat di perjalanan agar selalu fit dan waspada di jalan kemudian juga siapkan perbekalan selama di kendaraan untuk menempuh perjalanan sampai destinasi,”pungkas Sandi.
Penulis: Syailendra Hafiz Wiratama
Redaktur: M. Rizal Maslan
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Fuad Hasim