Ilustrasi: Edi Wahyono
Sabtu, 11 Desember 2021Generasi milenial, apalagi generasi Z, mungkin tak lagi mengenal sosok dengan nama panggung Mr Robbin. Padahal, di masa kejayaannya pada tahun 1970-an, nama panggung Mr Robbin begitu harum. Ia merupakan satu-satunya pesulap Indonesia yang berhasil menghibur keluarga Sultan Hassanal Bolkiah di Istana Sultan Brunei.
Keluarga Sultan rupanya sangat puas dengan atraksi sulap Mr Robbin. Sultan bahkan sampai memberikan Mr Robbin dan seluruh rombongannya berbagai hadiah khusus.
“Bukan cuma Mr Robbin, tapi semua rombongannya dikasih uang dollar segepok. Nggak tahu jumlahnya berapa. Pokoknya banyak banget. Dan semua juga dikasih jam tangan Rolex. Tangan sampai bergetar waktu menerimanya,” tawa Simli Kardin Karyadi, anak Mr Robbin, saat ditemui detikX di Cimahi, Jawa Barat, baru-baru ini.
Pemilik nama lengkap Robbin Massarie Jasin merupakan seorang pelopor dan pecinta seni sulap. Lahir dari sudut kecil Kota Cimahi, ia mempunyai mimpi untuk menaikkan derajat pesulap di Indonesia. Mr Robbin ingin agar pesulap tak lagi disejajarkan dengan iklan sedot WC di tiang listrik.
“Saya ingin mengangkat agar seniman-seniman sulap, akrobatik, dan lawak betul-betul bisa dihargai masyarakat dan bisa menghidupi diri sendiri dan profesinya,” kata Mr Robbin seperti dikutip dari Harian Kompas yang terbit pada 29 Mei 1981.

Mr Robbin
Foto: Dok Keluarga
Profesi pesulap sudah menjadi jalan hidup Mr Robbin. Ketertarikannya terhadap sulap berawal dari perjalanan setiap berangkat sekolah. Dulu Mr Robbin kecil di usia 8 tahun selalu melewati alun-alun Cimahi. Di sana sedang mangkal seorang tukang obat yang mengadakan atraksi sulap untuk menarik perhatian penonton. Tukang obat itu adalah ‘Profesor’ Abdul Gani, seorang warga negara Pakistan yang merantau ke Indonesia dan menikah dengan perempuan Indonesia.
Dari tukang obat itulah Mr Robbin mendapat keahlian main sulap pertamanya, yaitu mengeluarkan api dari mulut. Mr Robbin juga sempat belajar kepada tukang obat lain bernama Raja Ali. Dari sana ia memperoleh keahlian permainan tiga bola. Rupanya Mr Robbin bertambah getol untuk menimba ilmu. Ia pun belajar sulap dengan gurunya, Mr Pouw Tek Siang.
Selama bisa perform dia bakal perform. Pakai pain killer, show must go on. Beliau juga nggak mau sampai orang tahu kalau paginya dia habis masuk rumah sakit."
Tak puas sampai di situ, pada tahun 1973, Mr Robbin berangkat ke Amsterdam, Belanda, untuk melanjutkan studi. Dasar tukang sulap, selama berada di sana ia malah belajar pada Mephisto’s Magic Club sampai memperoleh diploma dan kartu anggota.
Sepulangnya menimba ilmu, Mr Robbin memulai debut dengan mengadakan berbagai pertunjukan di restoran, acara pernikahan, atau ulang tahun. Ia juga biasa tampil di Bioskop Capitol Bandung. Harga karcisnya dijual Rp 750 rupiah. Sulap pula yang membawa Mr Robbin bertemu dengan Nining Kardinie. Perempuan yang kelak menjadi asisten sulap sekaligus belahan jiwanya.
“Waktu itu saya dan saudara saya sedang nonton pertunjukan sulap Mr Robbin di Gedung Merdeka, Bandung. Ternyata kita diminta jadi asisten sulap. Habis itu terus berlanjut jadi asisten sampai lima tahun, diajak keliling Indonesia sampai luar negeri. Setelah itu kami baru menikah,” tutur Nining di Taman Mr Robbin, Cimahi. Pernikahan keduanya dikarunia tiga orang anak.
Nining selalu setia menemani setiap langkah Mr Robbin yang kerap melanglang buana ke berbagai negara di dunia. Total sudah ada 50 negara yang sudah ia kunjungi. Di Malaysia, Mr Robbin juga pernah sepanggung dengan David Copperfield, seorang ilusionis yang sempat membuat heboh karena berhasil menghilangkan Patung Liberty. Saat itu pertunjukan keduanya ditampilkan pada acara Senada Seirama. Program ini merupakan kerjasama TVRI dengan Radio Televisyen Malaysia–TV1.
“Waktu itu Mr Robbin juga tampil di acara Aneka Ria selama 3 tahun di TVRI. Waktu itu kan TVRI masih satu-satunya televisi di Indonesia. Tayangnya setiap malam minggu,” kata Nining. Mr Robbin juga pernah menyelenggarakan Kongres Himpunan Seniman Sulap seluruh Indonesia di Bandung.
Parade dan festival sulap yang diadakan Mr Robbin di seluruh provinsi Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, selalu dinanti. Biasanya Mr Robbin membawa serta rombongan dan sebuah mobil caravan trailer berisi aneka peralatan sulap. Di depan mobil itu terpasang sebuah spanduk besar yang begitu mentereng bertuliskan ‘Magician Parade bersama Mr Robbin, Indonesian Greatest Magician’ lengkap dengan tanggal, waktu, dan lokasi diadakannya pertunjukan sulap.
Tak peduli di mana pun Mr Robbin dan rombongannya berada, kedatangan mereka selalu disambut warga dengan begitu antusias. Jauh hari sebelum acara dimulai, tiket yang disediakan di loket penjualan selalu habis diserbu penonton.
Parade sulap Mr Robbin diadakan di sebuah tenda sirkus raksasa. Sambil menunggu, penonton biasanya dihibur dengan penampilan berbagai kesenian daerah, seperti reog, tari topeng, atau penampilan musik gamelan. Seniman lokal diajak untuk memeriahkan suasana.
“Papa yang saya tahu dan kenal orangnya nggak egois. Di setiap daerah yang dikunjungi, seniman lokal selalu dirangkul, dikasih panggung,” terang Simli.
Mr Robbin selalu tampil dengan ciri khasnya mengenakan setelan jas, topi bulu, dan sepatu boot. Aksinya menyihir penonton salah satunya dengan pertunjukan Zig Zag Girl. Pada pertunjukan ini perempuan tubuhnya ‘dipotong’ menjadi tiga bagian. Lalu ada pula adegan di mana asisten sulapnya dibuat melayang ke udara.

Mr Robbin dan istri Nining Kardinie
Foto: Dok Keluarga
“Kalau mengingat pertunjukan sulap beliau itu seperti di film The Greatest Showman,” ucap Simli. Seakan tak puas dengan perjumpaan di dalam show, penggemar Mr Robbin masih mengintilinya sampai ke hotel tempat ia menginap. Mereka menanti jabat tangan dan tanda tangan sang pesulap.
“Pokoknya kalau dibayangkan seterkenal apa beliau pada masanya, mungkin di jaman sekarang setara sama Deddy Corbuzier lah,” tutur Simli.
Mr Robbin memang menguasai ratusan trik sulap, mulai dari sulap keterampilan tangan sampai sulap yang menggunakan ilusi penonton. Ia dapat melipat gandakan kartu atau koin dalam sekejap saja. Berbagai keanehan seperti gadis ditusuk dengan pedang lantas menghilang pun kerap ia tunjukkan. Mr Robbin bahkan juga menguasai ilmu hipnotis. Namun, keistimewaan seorang Mr Robbin tidak terletak pada trik sulapnya. Penonton pertunjukan sulap Mr Robbin mencintai kepribadiannya yang energik dan humoris.
“Seorang pesulap harus tahu juga waktunya kapan ia harus melawak. Misalnya setelah banyak adegan sulap yang mengerikan maka penonton perlu dibawa untuk tertawa. Tibalah saatnya bagi penyulap untuk menjadi pelawak. Pesulap harus tahu dan menguasai berbagai macam seni misalnya silat, akrobat, merancang mode, melukis, berpidato, tari dan sebagainya,” ucap Mr Robbin kepada Harian Mandala, 9 Agustus 1978.
Mr Robbin menjalankan profesinya dengan sepenuh hati. Saking tak ingin mengecewakan penonton, Mr Robbin beberapa kali tetap naik panggung meski dalam keadaan sakit. Ia diketahui mengidap berbagai penyakit seperti diabetes, kolestrol, dan asam urat yang kadang kambuh saat sebelum beraksi. “Papa saya prinsip hidupnya life to the fullest. Makan apa aja, hobinya suka makan kambing. Makanya bisa sakit begitu. Pokoknya dia mau happy aja, urusan sakit itu belakangan,” ungkap Simli saat menceritakan keseharian ayahnya.
Pernah satu kali saat akan tampil di Thailand, paginya Mr Robbin masuk ke rumah sakit karena penyakitnya kambuh. “Selama bisa perform dia bakal perform. Pakai pain killer, show must go on. Beliau juga nggak mau sampai orang tahu kalau paginya dia habis masuk rumah sakit. Waktu show orang nggak akan mengira beliau habis dirawat di rumah sakit,” cerita Simli, walaupun sesudahnya Mr Robbin ambruk lagi.

Salah satu iklan pertunjukkan Mr Robbin pada 1970-an
Foto: Dok Keluarga
Meski namanya sudah begitu dikenal masyarakat luas bahkan hingga ke mancanegara, Mr Robbin tidak pernah merasa berpuas diri. Dia terus saja mengulik dan memperbanyak aneka macam sulap. Di Magic Art Studio yang ia dirikan pada tahun 1975, Mr Robbin bahkan menciptakan sendiri jenis sulap dan membuat sendiri alat sulapnya. Ia menjadikan rumahnya sebagai studio, bengkel alat sulap dan tempat belajar sulap yang selalu terbuka 24 jam untuk siapa saja.
Di tempat itu pula ia berhasil menelurkan pesulap baru. Di antaranya ada Joe Sandy, Juara 1 kompetisi The Master Season 1. Lalu ada Rizuki Risky Siti Fatimah, juara The Master season 3.
Dalam pergaulan, Mr Robbin berkawan dengan siapa saja. Mulai dari tukang buah di pasar sampai pendiri Taman Safari Indonesia, Jansen Manansang, semua menjadi teman mainnya. Jansen bahkan tak segan meminjamkan harimaunya untuk keperluan atraksi sulap. “Salah satunya waktu Mr Robbin melakukan atraksi sulap dengan Inul Daratista. Mr Robbin ceritanya sulap mengubah harimau menjadi Inul,” ungkap Simli.
Pada tanggal 15 September 2009, Mr Robbin masih terlihat begitu gembira sambil merayakan ulang tahun istrinya. Siapa sangka jika keesokan harinya ia menyelesaikan tugasnya sebagai seorang pesulap dan meninggalkan dunia ini untuk selamanya. “Beliau meninggalnya enak banget nggak sakit. Keinginan beliau itu ingin meninggal saat sedang show. Atau yang kedua meninggal saat di rumah, ternyata kesampaian keinginannya yang kedua,” ucap Simli.
Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho