INTERMESO

Datang Naik Alphard, Pulang Numpang Travel

Siapa sangka mobil yang dipakai orang kaya itu merupakan hasil dari menyewa.

Ilustrasi: Edi Wahyono

Sabtu, 30 Oktober 2021

Orang-orang pasti mengira Benny, sebut saja namanya demikian, adalah pengusaha kaya. Sambil mengenakan setelan jas rapi, Benny baru saja turun dari mobil Alphard Transformer berwarna hitam keluaran tahun 2017. Pintu mobilnya pun dibukakan oleh supir pribadinya. Di halaman e-commerce, mobil bekas tipe ini saja dijual dikisaran harga Rp 800 jutaan. Tentu hanya orang-orang berduit yang bisa memilikinya.

Benny sengaja meminta supir menjemputnya dari Bandara Soekarno-Hatta untuk bertolak ke Bandung. Ia ada pertemuan bisnis penting dengan seorang klien. Namun ketika meeting selesai dan hendak pulang, alih-alih menelepon pak supir, Benny malah memesan jasa travel Jakarta-Bandung. Kali ini malah sebuah mobil elf yang tarifnya tak sampai Rp 400 ribu menjemput Benny. Jika sebelumnya Benny bisa tidur di mobil mewah super lega dan nyaman, sekarang ia terpaksa berbagi ruang bersama penumpang lain.

Lantas ke mana perginya mobil yang dijuluki Transformer karena tampil bak robot dan memiliki grille super besar itu? Di ujung kemudi, sang supir mengembalikan mobil itu ke ‘kandangnya’ di Jalan Rawa Binong No. 7 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur. Di sana mobil Alphard yang sebelumnya ditumpangi Benny terparkir bersama puluhan mobil mewah lainnya. Di antaranya bahkan ada supercar asal Italia, Lamborghini, Aventador berwarna kuning mentereng.

“Kalau ditanya jumlahnya nggak kehitung, udah puluhan pastinya,” ucap Ricky Aridiyawan, empunya mobil-mobil mewah ini sekaligus pemilik Rainbow Rent Car, tempat penyewaan mobil mewah. Semenjak PPKM kembali dilonggarkan, permintaan penyewaan mobil premium ini kembali meningkat tajam. Tak ada mobil mewah yang menganggur. “Sampai tanggal 27 November ini Alphard udah kosong semua.”

Barisan mobil mewah milik Rainbow Rent Car
Foto: Dok Rainbow Rent Car

Kisah Benny hanyalah satu dari sekian banyak klien yang ditangani Ricky. Dengan menyewa mobil mewah, pengusaha seperti Benny ini berharap tampilannya yang ‘mewah’ bisa menciptakan image berkelas sekaligus untuk meningkatkan integritas perusahaannya di mata calon investor. Bukan hanya pengusaha, klien Ricky beraneka ragam. Mulai dari ibu-ibu sosialita, para ekspatriat, kedutaan besar, sampai ke level pemerintahan seperti kementerian dan BUMN. Ricky juga menyewakan untuk keperluan wedding car alias mobil yang bertugas mengantar pengantin.

Biasanya yang ngutang lebih galak. Mobil kita disewa perusahaan, mereka kolaps lalu bermain kotor dengan cara menggadaikan aset yang disewa.

Dari pada naik pesawat bayar PCR, mereka lebih pilih naik mobil mewah. Kalau naik mobil mewah privasinya lebih terjamin dan lebih terproteksi,” kata pemilik Rainbow Café ini.

Keamanan menjadi prioritas utama, apalagi jika mobil mewahnya disewa oleh orang-orang penting. “Pernah kita antar ekspat dari Jepang, supirnya bahkan nggak boleh berhenti sama sekali, mau kencing pun nggak bisa berhenti,” cerita Ricky tentang permintaan kliennya yang tak biasa.

Di antara kliennya, ada juga kelompok BPJS alias Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita yang ingin menyewa mobil mewah sekedar buat gaya-gayaan atau meramaikan konten di sosial media. Tentu mereka tidak ingin ketahuan jika sedang menyewa mobil mewah. Supaya penyewanya merasa mobilnya seakan milik pribadi, salah satu caranya adalah dengan menempeli mobilnya menggunakan stiker Taman Safari.

“Dia nggak mau ketauan juga kalau dia cuma nyewa, kasarnya kan begitu. Makanya sengaja kita nggak tempel label apa-apa, mobilnya diterima bersih. Kalau pun ada stiker dari Taman Safari. Makin berasa kayak milik pribadi,” ungkap Ricky yang juga menjabat sebagai Ketua Bendahara Umum Asperda (Asosiasi Pengusaha Rental Seluruh Indonesia).

Ricky pun tidak menampik jika mobil mewah yang kerap berkeliaran di daerah dengan gengsi tinggi seperti Kemang, Senopati maupun PIK berasal dari garasi mobilnya. “Bisa jadi, kenapa nggak? Saya pernah kok ketemu salah satu mobil saya waktu lagi jalan-jalan,” ujar Ricky.

Bisnis Rainbow Rent Car ini awalnya didirikan oleh Ayahnya dan sudah berjalan sejak 7 tahun lalu. Kebetulan sang Ayah pernah bekerja di salah satu perusahaan taksi di Indonesia. Ricky diberikan kepercayaan untuk meneruskan usaha ini. Yang awalnya hanya menyewakan mobil biasa, pernah pula menjalin kemitraan dengan GrabCar hingga kini memiliki puluhan mobil mewah.

Porsche 911, ilustrasi mobil mewah
Foto : Agung Pambudhy/detikcom

”Sebagian besar milik perusahaan sendiri, ada sekitar 20% sumbangan dari investor. Tapi kita juga saling tukar mobil dengan perusahaan penyewaan mobil mewah yang lain supaya lebih variatif pilihan mobilnnya,” kata Ricky yang belum lama ini membeli stok terakhir mobil Mercedes Benz E 300 keluaran tahun 2021. Ditengok dari situs rainbowrentcar.com , mobil Alphard transformer misalnya disewa dengan harga mulai dari Rp 2,5 juta per hari.Mobil sewaannya bisa disewa secara harian, mingguan sampai bulanan.

Selama menjalani bisnis penyewaan mobil mewah, Ricky harus siap menghadapi berbagai macam klien yang ingin berbuat jahat. Mulai dari penggadaian mobil mewah, bahkan mobilnya pernah dipakai untuk aksi kejahatan. Untuk meminimalisir kejadian seperti ini, Ricky memasang tiga alat GPS sekaligus. Ia juga mewajibkan kliennya menyewa mobil berikut supir pribadinya.

“Biasanya yang ngutang lebih galak. Mobil kita disewa perusahaan, mereka kolaps lalu bermain kotor dengan cara menggadaikan aset yang disewa. Saat kita mau ambil mobilnya, mereka bawa senjata api dan golok. Kita bertaruh nyawa dengan pemain kotor itu,” cerita Ricky. Dalam situasi seperti ini, Ricky kerap meminta bantuan aparat hukum.

Sebelum menyewa mobil mewah ini, tim Rainbow Rent Car akan mengadakan survey dan berbagai screening. Ia tak segan datang ke lapangan untuk mengecek langsung kondisi orang maupun perusahaan yang akan menyewa mobilnya. “Harus disaring benar supaya pembayaran lancar. Kita juga sudah tidak melayani lepas kunci kecuali langganan Lepas kunci pun harus pakai driver dan pembayaran semua di depan,” tuturnya.


Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE