INTERMESO

Staycation Buat Para Hamba Konten

“Kita sengaja nyari penginapan yang unik dan lucu buat nambah experience dan cari suasana baru.”

Ilustrasi: Edi Wahyono

Minggu, 15 Maret 2010

Setelah didera dengan tumpukan pekerjaan, Ramelia Vitra telah berencana untuk mencari liburan pelepas penat. Tak perlu menguras isi dompet, bagi Ramelia yang terpenting liburannya hemat dan bikin bahagia. Menjelang akhir tahun, ada keinginan untuk berlibur di luar kota. Tapi setelah melihat rute perjalanan di maps, ternyata macet di mana-mana.

Dari pada liburan jadi berantakan karena terjebak macet, Ramelia memutuskan untuk menyewa kamar di Jakarta. Tak lupa ia mengajak teman satu geng-nya. “Setelah random mencari ala last minute di Airbnb, staycation kali ini jatuh pada hidden gem hostel yang terletak di sekitar chinatown-nya Jakarta, daerah Tamansari, Glodok,” tutur travel blogger ini yang sudah beberapa kali staycation ini.

Staycation merupakan tren yang tengah digandrungi kaum ‘males gerak’ dan kaum rebahan. Staycation terdiri dari gabungan kegiatan stay dan vacation. Tren ini berawal dari Amerika Serikat ketika tengah menghadapi krisis ekonomi di tahun 2007. Tujuannya untuk memenuhi hasrat refreshing tanpa takut mengeluarkan uang banyak. Mereka cukup menginap di hotel dalam kota yang menyediakan segudang fasilitas, mulai dari kasur yang empuk, kolam renang, gym, rooftop dan sebagainya. Tren ini juga bisa dimanfaatkan untuk quality time bersama keluarga dan teman.

Staycation menjadi pilihan kaum urban yang malas refreshing ke luar kota
Foto : Dok Ramelia Vitra

Selain hotel, peminat staycation seperti Ramelia juga memanfaatkan platform online. Aplikasi pemesanan penginapan online memungkinkan pengguna untuk mendaftarkan atau menyewa properti dalam jangka waktu singkat. Unit yang disewa bisa dalam bentuk rumah, villa maupun apartemen. Harga sewa yang ditawarkan masih terjangkau, selain itu banyak unit yang memiliki konsep unik. Hal ini pula yang dilirik kaum hamba konten untuk postingan di media sosial.

Staycation kali ini jatuh pada hidden gem hostel yang terletak di sekitar chinatown-nya Jakarta, daerah Tamansari, Glodok.'

Hostel yang disewa Ramelia ini juga memiliki tema tak biasa yaitu Star Wars. Begitu sampai di hostel, Ramelia disambut pemiliknya, Arief Sundjaja, seorang Star Wars freak yang banyak mengoleksi atribut Star Wars. Arief tinggal menempati lokasi yang sama di lantai dua, sementara untuk penyewa hostel akan tinggal di lantai satu.

“Mas Arief adalah super host di Airbnb, ketika dia confirm bookingan kamu di Airbnb, Mas Arief akan kirim message ke inbox Airbnb kamu dengan super detail mengarahkan tempatnya supaya kamu tidak kesasar. Waktu kita datang Mas Arief juga ramah menyambut dan menunjukkan beberapa keunikan koleksi Star Wars-nya,” ungkap founder dari Picnichild ini.

Tak lupa Arief menunjukan bagian paling menarik di ruang tamu hostel-nya. Di sana terdapat dua buah lukisan 3D Star Wars. Di dalam lukisan ini terdapat pesan tersembunyi yang bisa dibaca dengan memakai kacamata 3D. Lukisan ini dibuat oleh Mochtar Sarman salah satu artworker lokal yang juga menjabat Direktur Disney Indonesia.

Terdapat dua pilihan kamar. Pertama, Rebels Room, yang terdiri dari bunk beds 3 susun dan, kedua, Imperials Room yang merupakan queen bed. Harga sewa per kamar saat itu tak sampai Rp 500 ribu. Hostel ini memang tidak menyediakan sarapan. Tapi lokasinya sangat strategis dekat keramaian makanan di Glodok.

Rumah CoHaus di kawasan Kebayoran Lama yang disewakan buat para penggemar staycation
Foto : Dok Homepiness

“Bagi penyuka kucing atau binatang akan bahagia banget karena owner-nya punya dua kucing, salah satu kucingnya yang paling friendly namanya Puchi. Puchi adorable banget, chubby dan ngangenin. Kucing yang satunya lagi pemalu dan jarang keluar,” tutur Ramelia.

Selain di Glodok, pasangan Valdi Wira Saputra dan Retno Tirta Ayu Chaidir juga menemukan hidden gem untuk staycation di Palmerah. Mereka berdua tidak menyangka, di tengah rumah padat penduduk, ada sebuah rumah besar bertemakan modern tropical dengan suasana ala Bali. Valdi dan Ayu menyewa kamar di rumah ini ketika lebaran tahun lalu melalui aplikasi.

“Dekat kampus Binus. Letaknya bukan di jalan gede tapi masuk jalan kecil. Cuma muat dua mobil itu juga ngepas gitu lah. Kalo nggak buka Airbnb ya kita nggak tahu ada tempat kayak gini di Jakarta,”ucap pemilik akun Instagram @Homepiness ini.

Fasilitas yang disediakan rumah ini pun cukup untuk menghabiskan waktu berdua. Mulai dari dapur, common room yang terletak di samping kolam renang, coworking space, meja ping pong, mini gym dan lapangan basket. Tahun lalu Valdi dan Ayu menyewa kamar dengan harga tak lebih dari Rp 500 ribu.

“Kita sengaja nyari penginapan yang unik dan lucu buat nambah experience dan cari suasana baru. Interiornya bagus dan kita nggak cari yang mahal. Dengan harga sama kayak di hotel, tapi pengalamannya yang didapatkan beda. Kalau di hotel kan yaudah begitu aja, kita kayak terkungkung di satu lokasi,” ungkap Valdi.


Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Irwan Nugroho

[Widget:Baca Juga]
SHARE