INTERMESO


PRANCIS, JUARA PIALA DUNIA 2018

“Kroasia akan menjadi negara kesembilan yang jadi juara di Piala Dunia”

Pemain Prancis bergembira usai mengalahkan Belgia di semi final Piala Dunia 2018. Foto-foto : Getty Images

Minggu, 15 Juli 2018

John Molinaro, wartawan situs berita olah raga dari Kanada, Sportsnet, menulis lima ramalan berani yang mungkin akan terjadi sepanjang 2018. John menulis ramalan itu pada akhir Desember 2017 lalu.

Satu di antara ramalan John Molinaro adalah Real Madrid akan kembali menjadi juara Liga Champions. Prediksi John tak meleset. Pada 27 Mei lalu, Real Madrid menekuk Liverpool 3-1 dan merebut trofi Liga Champions selama tiga tahun berturut-turut. Tiga prediksi John lainnya tak istimewa. Dia meramal Lionel Messi bakal pindah ‘rumah’ dari Spanyol ke Prancis, dari Barcelona hijrah ke PSG.

Tapi ada satu ramalan John Molinaro yang terdengar agar ganjil kala itu. John percaya, tim nasional Kroasia akan melaju hingga babak final Piala Dunia 2018 di Rusia, bahkan menjadi juara. Kroasia memang punya Dejan Lovren di barisan belakang, punya Luka Modric sebagai jenderal lapangan tengah dibantu oleh Ivan Rakitic, dan memiliki Mario Mandzukic sebagai ujung tombak. Mereka pemain-pemain bagus dan bermain di klub-klub besar di liga utama Eropa.

Tapi mana ada yang menujum bahwa Kroasia bakal melaju hingga babak final dan menjadi juara Piala Dunia. Sejak Piala Dunia pertama pada 1930 hingga Piala Dunia 2014 di Brasil, hanya delapan negara yang pernah juara. Tiga negara dari Amerika Latin dan lima negara dari benua Eropa. Tak ada negara dari Balkan maupun Eropa Timur di daftar itu. “Kroasia akan menjadi negara kesembilan yang jadi juara di Piala Dunia,” John Molinaro menulis. Ramalan wartawan Kanada itu tinggal selangkah lagi jadi kenyataan. Bertempat di Stadion Luzhniki, Moskow, malam ini Kroasia akan melawan Prancis di babak final Piala Dunia 2018.

Kylian Mbappe, bintang muda Prancis, saat menghadapi Belgia di semi final Piala Dunia

Dari semua ukuran, peringkat FIFA, elo rating pemain dan sejarah, final Piala Dunia 2018 bukan milik Kroasia. Menurut ranking FIFA hingga 7 Juni lalu, tim Jerman ada di peringkat teratas, disusul Brasil dan Belgia. Prancis ada di urutan ketujuh, sementara Kroasia ada di peringkat ke-20. Sementara, berdasarkan Soccer Power Index (SPI) yang disusun oleh situs FiveThirtyEight, tiga negara di urutan teratas adalah Brasil, Spanyol, dan Jerman. Prancis ada di urutan keempat, sementara Kroasia berada di peringkat ke-8. Menurut situs ini, Prancis akan jadi juara dengan tingkat kemungkinan menang 59 persen.

Sebelum peluit tanda dimulainya Piala Dunia 2018 ditiup, sangat sedikit yang meramal Prancis akan jadi juara. Dua perusahaan raksasa keuangan, Goldman Sachs dan UBS, dengan memakai model statistik yang kompleks, tak ada yang menempatkan Prancis sebagai favorit juara. Di babak final, menurut ‘mesin’ kecerdasan buatan Goldman Sachs Global Investment Research, Brasil akan menjegal tim panser Jerman.

Sebelum babak penyisihan grup dimulai, berbeda dengan Goldman, UBS malah menjagokan Jerman jadi juara di Rusia. UBS pernah dengan akurat memprediksi kemenangan Italia di Piala Dunia 2006. Tapi kali ini, baik UBS maupun Goldman, salah meramal. Brasil tersingkir di perempat final, bahkan Jerman pulang lebih awal.

Uang mungkin tak selalu bisa membeli kesuksesan, tapi uang jelas membantu mendapatkannya”

Ian Bright, ekonom senior ING

Mario Mandzukic, pencetak gol kemenangan Kroasia atas Inggris di semi final Piala Dunia 2018

Ramalan yang agak mendekati kebenaran adalah prediksi ING, perusahaan keuangan dari Belanda, dan perusahaan Jepang, Nomura. Keduanya memakai teknik meramal yang tak terlalu rumit dan tak secanggih model statistik UBS maupun algoritma Goldman. ING dan Nomura berasumsi, nilai total pemain suatu tim punya korelasi sangat kuat dengan menang atau kalah dalam pertandingan. Mereka juga memasukkan komponen rekam jejak beberapa pertandingan terakhir. “Uang mungkin tak selalu bisa membeli kesuksesan, tapi uang jelas membantu mendapatkannya,” kata Ian Bright, ekonom senior ING, dikutip majalah The Economist.

ING dan Nomura sama-sama meramal tim Spanyol akan berhadapan dengan Prancis di babak final. Spanyol merupakan salah satu tim termahal di Piala Dunia 2018, bersama-sama dengan Brasil, Jerman, dan Prancis. Menurut Sportskeeda, tim termahal di Piala Dunia Rusia kali ini adalah Prancis, disusul Spanyol, Brasil, Jerman, dan Inggris. Cara ini akurat meramal nasib Prancis, tapi meleset jauh untuk melihat ‘masa depan’ tim Spanyol maupun Jerman.

Jika nilai pemain di bursa transfer jadi ukuran, Kroasia hanya di urutan ke-10 dengan total nilai £324 juta. Nilai pemain Kroasia kurang dari setengah nilai pemain Inggris, £786,6 juta, tim yang mereka kalahkan di babak semi final. Apalagi jika dibandingkan dengan nilai tim Prancis, £972,5 juta, nilai pemain Kroasia hanya sepertiganya. Seandainya metode ING dan Nomura dipakai untuk meramal juara Piala Dunia, maka tak ada kesempatan bagi Luka Modric dan Ivan Rakitic. Setelah 20 tahun Zinedine Zidane dan kawan-kawan merebut gelar juara pada 1998, bisa dipastikan, Prancis akan jadi juara Piala Dunia untuk kali kedua.

Apalagi jika kita percaya kepada ramalan perusahaan game, EA Sports. Dua kali Piala Dunia berturut-turut, Piala Dunia 2010 dan Piala Dunia 2014, dengan menggunakan engine game buatannya, EA Sports berhasil meramal dengan akurat juaranya. Beberapa hari sebelum Piala Dunia 2010 dimulai, EA Sports memprediksi Spanyol akan jadi pemenangnya dan David Villa jadi pencetak gol terbanyak. Empat tahun kemudian, kembali menggunakan engine game buatannya, EA meramal tim panser Jerman akan jadi juara.

Pada 28 Mei lalu, EA Sports mengumumkan hasil simulasinya untuk Piala Dunia 2018. Menurut EA Sports, Prancis akan kembali jadi juara Piala Dunia. Di semi final, EA Sports meramal, Prancis berhasil menyingkirkan Red Devil, Belgia, dengan keunggulan satu gol. Di babak final, setelah melewati perpanjangan waktu dan adu penalti, Prancis akan memboyong trofi Piala Dunia dengan menaklukkan Jerman, 4-3.


Editor: Sapto Pradityo

[Widget:Baca Juga]
SHARE