INTERMESO

Cerita di Balik
Melania Trump

Dia lahir dan tumbuh besar di negara komunis. Inilah kisah Melanija Knavs bersalin menjadi Melania Knauss hingga Melania Trump.

Olivier Douliery-Pool/Getty Images

Kamis, 18 Januari 2018

Dia barangkali salah satu perempuan paling kondang di dunia. Cantik dengan tubuh tinggi-langsing bak supermodel, bajunya yang mahal selalu tampak licin tanpa cacat. Tapi suaminyalah, Donald Trump, yang membuat namanya terkenal. Dialah Melania Trump, kini 47 tahun, Ibu Negara Amerika Serikat.

Dalam buku terbarunya yang bikin senewen Gedung Putih, Fire and Fury: Inside the Trump White House, Michael Wolff tak cuma membeberkan beberapa kelakuan tak pantas Donald Trump, tapi juga mengungkap bagaimana hubungan Presiden Trump dengan istri ketiganya itu. Donald Trump dan Melania, Wolff menulis, sangat jarang bersama. “Mereka bisa berhari-hari pergi tanpa berkomunikasi sama sekali, bahkan meski saat sama-sama ada di Trump Tower.”

Melania, menurut Wolff, bisa dibilang tak tahu sama sekali apa saja yang dilakukan suaminya yang kaya raya itu. Donald Trump jarang ada saat empat anak dari dua istri pertamanya tumbuh besar. Dan Trump makin jarang ada untuk anak bungsunya, Barron William Trump, 11 tahun, buah perkawinannya dengan Melania.

Di Gedung Putih, Wolff menulis, Presiden Trump punya kamar tidur terpisah dari istrinya, satu hal yang langka untuk pasangan presidensial Amerika. Selama enam bulan pertama jabatan Presiden Trump, Melania memang jarang ada di Gedung Putih. Dengan alasan menunggu Barron yang bersekolah di New York, Melania lebih banyak melewatkan waktu di kota itu. Tak seperti suaminya, kabarnya Melania sama sekali tak tertarik pada Gedung Putih. “Dia sama sekali tak menginginkan hal itu,” ujar seorang teman Melania, dikutip Vanity Fair, dua bulan lalu.

Tapi Donald Trump sangat bangga terhadap istrinya yang cantik san seksi itu. Kepada teman-temannya, dia acap kali menyebut Melania sebagai ‘trophy wife’. Melania Trump memang lain dari semua First Lady Gedung Putih sebelumnya. Dialah ibu negara pertama yang terlahir bukan warga negara Amerika. Melania pulalah Ibu Negara Amerika pertama yang pernah bekerja sebagai fotomodel dan pernah berfoto telanjang di majalah.

Melania Trump alias Melanija Knavs saat muda
Foto: Stane Jerko via UniVision

“Dia tak meneleponku, juga tak berterima kasih kepadaku yang telah membuka kesempatannya menjadi model foto.”

Stane Jerko, fotografer pertama Melania Trump

Sorotan media terus-menerus sepertinya memang bukan hal yang diinginkan Melania. East Wing, Sayap Timur Gedung Putih, kantor untuk Ibu Negara Melania, kini menjadi bagian Gedung Putih yang jauh dari hiruk-pikuk. “Tak banyak yang kami kerjakan,” ujar seorang staf di East Wing. Di banding first lady sebelumnya, Michelle Obama dan Laura Bush, Melania memang ‘irit’ pembantu di sekelilingnya. Dia hanya punya sembilan staf, jauh lebih sedikit dari ibu negara sebelumnya. Ya, Melania memang bukan Michelle, bukan pula Laura Bush.

Lahir di Novo Mesto dan tumbuh besar di Sevnica, kota kecil yang cantik di tepi Sungai Kava, Slovenia, Melania sama sekali tak mirip dengan sosok Melanija Knavs, nama aslinya. Ada banyak cerita yang hilang bagaimana Melanija, gadis yang dibesarkan di negara komunis Slovenia (saat itu masih bagian dari Yugoslavia), berubah menjadi Melania Trump yang serba-wow.

Srecko Ocvirk, Wali Kota Sevnica dan teman sekolah Melania, tak ingat lagi seperti apa Melanija Knavs dulu. “Saat itu ada banyak anak di sekolah,” Ocvirk menuturkan kepada Guardian. Melanija sepertinya bukan anak yang populer di sekolah. Dia anak yang pendiam dan tertutup.

Satu buku yang mengupas masa-masa Melania di Slovenia hingga hijrah ke New York pada 1995 adalah Melania Trump: The Inside Story, yang ditulis oleh wartawan asal Slovenia, Bojan Pozar. Meski banyak orang di kampung halamannya bangga ada bekas tetangga mereka menjadi Ibu Negara Amerika, Bojan Pozar mengkritik sikap Melania.

“Dia tak pernah mau diwawancarai oleh wartawan Slovenia, seolah-olah hendak memutuskan hubungan dengan kampung halamannya,” kata Bojan, dikutip Daily Beast, beberapa bulan lalu. Melania juga nyaris tak pernah menunjukkan bahwa dia lahir dan besar di Slovenia. Bojan juga menyayangkan Melania yang seolah-olah hendak menutupi masa lalunya.

Melania Trump alias Melanija Knavs saat muda
Foto: Stane Jerko via UniVision

Melania Trump
Foto: dok. Getty Images

Dalam sejumlah kesempatan, Melania mengatakan ayahnya, Viktor Knavs, seorang manajer dan ibunya, Amalija Ulcnik, seorang desainer. Dia juga mengaku lulus sebagai arsitek dari Universitas Ljubljana. Padahal semua itu tak benar. Ayah dan ibunya bekerja sebagai karyawan biasa di pabrik. “Dia juga tak lulus kuliah,” kata Bojan. Melania hanya bertahan kurang dari satu tahun di kampusnya.

* * *

Suatu malam pada September 1998, Dusan Nograsek, wartawan majalah Nedeljski Dnevnik, mendapat telepon dari kantor agen model. Ada pesawat jet yang menunggu Dusan serta empat wartawan Slovenia dan akan menerbangkan mereka ke Paris, Prancis. Semua ongkos ditanggung pengundang.

Di Paris, menurut penelepon, seorang model top asal Slovenia hendak berbicara dengan Dusan dan empat temannya. Dusan dan rombongan wartawan Slovenia itu diinapkan di Hotel Lutetia yang mewah. Dalam jamuan malam yang mewah, muncullah model yang misterius itu. Dia memperkenalkan diri sebagai Melania Knauss. “Saat itu tak ada satu pun dari kami yang mengenalnya,” kata Dusan kepada Univision beberapa waktu lalu.

Melania mengaku sebagai salah satu model papan atas di dunia, salah satu dari 50 besar. Tak banyak cerita yang disampaikan Melania pada malam itu. Seusai makan malam, Melania mengucapkan selamat tinggal kepada Dusan dan kawan-kawannya yang masih tak habis pikir dengan undangan itu. Keesokan harinya, rombongan wartawan itu dijamu keliling Kota Paris sebelum pulang kembali ke Slovenia dengan diantar jet pribadi.

Melania Trump
Foto: dok. Getty Images

Bertahun-tahun kemudian, Dusan baru paham apa yang terjadi. Melania Knauss telah menjadi Melania Trump. Dusan menduga ada Donald Trump di balik undangan ‘ajaib’ ke Paris itu. Perkenalannya dengan Donald Trump telah mengubah total hidup Melania.

Pada 1998, tak seperti yang disampaikannya kepada rombongan wartawan Slovenia di Paris, Melania bukanlah siapa-siapa. Bukan model kondang di Slovenia, apalagi supermodel kelas dunia. “Kariernya di dunia model masih sangat pendek, tak mungkin membuatnya masuk top 50 dunia,” kata Stane Jerko, fotografer yang pertama menemukan Melania. Saat pertama kali berkenalan dengan Jerko, Melania baru 17 tahun. “Dia tinggi, langsing, dengan kaki jenjang.”

Meski Melania punya postur yang bagus untuk berkarier sebagai fotomodel, Jerko melihat ada yang kurang pada perempuan itu. “Dia tak punya energi, sesuatu yang bakal tampak lewat matanya,” ujar Jerko. Setelah dua kali bertemu, tak ada lagi kontak di antara mereka. Melania juga tak meminta hasil foto Jerko. “Dia tak meneleponku, juga tak berterima kasih kepadaku, yang telah membuka kesempatannya menjadi model foto.”

Setelah pertemuan dengan Jerko itu, tak banyak cerita bagaimana karier Melania kemudian. Konon, dia bekerja sebagai model di sejumlah negara Eropa. Hingga dia bertemu dengan Paolo Zampolli, pemilik agen model Metropolitan Models. Paolo-lah yang membuka jalan bagi Melania ke Amerika Serikat. “Aku bilang kepada Melania, ‘Jika kamu mau ke Amerika Serikat, aku bersedia menjadi manajermu,’” Paolo menuturkan kepada Vanity Fair.

Bagaimana Melania mendapatkan visa dan izin kerja di Amerika tak jelas benar. Yang pasti, Melania mendarat di Amerika dan tinggal di New York. Matthew Attanian, teman satu apartemennya, mengenang Melania sebagai gadis yang tertutup dan tak gemar pesta. “Biasanya dia keluar dari kamar bersandal jepit dan menonton ‘Friend’,” kata Matthew dikutip Washington Post.

Sebagai model, menurut Matthew, karier Melania tak beranjak naik. Dia hanya model lapis kedua atau ketiga di New York, sementara umurnya terus bertambah. Beberapa kali Melania meminta Matthew mencarikan pekerjaan sebagai model. Melania tampak mulai kehilangan harapan di New York. “Masalahnya dia sangat kaku, itu yang membuat dia sulit berkembang,” ujar Matthew.

Pertemuan Melania dengan Donald Trump dalam sebuah pesta di Kit Kat Club, New York, pada 1998 menyelamatkannya. Donald Trump, yang datang bersama seorang perempuan, langsung terpesona melihat sosok Melania. Tujuh tahun setelah pertemuan itu, Melania Knavs menjadi Nyonya Melania Trump lewat resepsi pernikahan yang mewah di Mar-a-Lago, Florida, pada 2005. Saat itu Melania 34 tahun, sementara Donald Trump hampir seperempat abad lebih tua.


Redaktur/Editor: Sapto Pradityo
Desainer: Fuad Hasim

[Widget:Baca Juga]
SHARE