INTERMESO

Mencari UFO

“Gerakannya jauh lebih cepat dari semua pesawat yang pernah aku lihat…… Benda itu tak berasal dari bumi”

Orang-orang merayakan penampakan UFO di Roswell, New Mexico.
Foto: GettyImages

Senin, 25 Desember 2017

Selama 18 tahun jadi pilot pesawat tempur di Angkatan Laut Amerika Serikat, entah sudah berapa ribu jam Commander David Fravor terbang. Tapi setiap kali ibu mertuanya bertanya apakah dia pernah melihat benda langit aneh (unidentified flying object-UFO), David selalu menjawab, "Tidak."

Jawaban David selalu sama hingga suatu siang pada 14 November 2004. Pada siang itu, David, yang menjadi komandan skuadron VFA-41 Black Aces, mendapat perintah dari pusat komando untuk menerbangkan pesawat tempur Boeing F/A-18 Super Hornet.

Radar di kapal USS Princeton mendeteksi ada obyek asing yang terbang sangat cepat memasuki wilayah udara Amerika Serikat, turun dari ketinggian 80.000 kaki ke 20.000 kaki, dan kemudian hilang dari layar radar. Petugas di pusat komando, menurut David, mengatakan bahwa mereka sudah beberapa kali mendeteksi obyek serupa di radar.

Saat itu posisi pesawat David dan anak buahnya berada sekitar 60 mil atau sekitar 96 kilometer dari posisi obyek asing itu. Begitu pesawatnya mendekati wilayah udara di atas perairan California, David melihat benda asing seukuran pesawatnya. Benda itu terbang cepat sekali, tapi sama sekali tak menyerupai pesawat terbang mana pun di muka bumi ini yang pernah dilihat David. Tak punya sayap, juga tak tampak mesin di badannya. Saat pesawat Super Hornet yang dipiloti David mendekat, benda itu bergerak makin cepat dan menghilang.

“Gerakannya jauh lebih cepat dari semua pesawat yang pernah aku lihat.” David yakin dia tak berhalusinasi. “Itu obyek yang nyata. Aku melihatnya,” David menuturkan kepada Washington Post, beberapa hari lalu. Sampai sekarang, 13 tahun kemudian, dia tak tahu persis obyek apa yang dia lihat di atas sana itu. Tapi dia punya dugaan. “Benda itu tak berasal dari bumi.”

Penampakan UFO di Rhodesia Selatan pada 29 Desember 1953.
Foto : GettyImages

“Pesawat ini punya ciri-ciri yang tak dimiliki semua pesawat milik Amerika atau negara mana pun.”

Luis Elizondo, mantan pemimpin Advanced Aerospace Threat Identification Program

David menerbangkan pesawatnya, kembali ke pangkalannya, kapal induk USS Nimitz. Tapi ada anak buahnya yang masih terus mencari obyek itu dan berhasil merekamnya. Tapi video itu rupanya tak menarik perhatian atasan David. Hingga dia pensiun dari Angkatan Laut dua tahun kemudian, kisah David dan anak buah bertemu ‘UFO’ itu hanya jadi sekadar lelucon di antara teman-temannya.

Pada 2009, mendadak datang seorang pegawai pemerintah menemui David. Orang itu, menurut David, mengaku sedang meneliti sejumlah penampakan obyek langit. Beberapa tahun kemudian, seseorang yang mengaku bekerja di Pentagon, kantor Departemen Pertahanan Amerika Serikat, menghubunginya. Namanya Luis Elizondo.

Dua bulan lalu, Luis mengundurkan diri dari Departemen Pertahanan. Selama puluhan tahun berkarier di pemerintahan, dia punya pengalaman panjang di militer dan sejumlah lembaga intelijen. Proyek rahasia pemerintah terakhir yang dia tangani adalah Advanced Aerospace Threat Identification Program. Sesuai namanya, tugas Luis adalah mengidentifikasi obyek atau peristiwa di angkasa yang berpotensi menjadi ancaman bagi Amerika. UFO salah satunya.

Meski sudah beroperasi sejak 2007, kabar soal proyek ini tak pernah muncul di media. Sebelum keluar dari Pentagon pada Oktober lalu, Luis sempat membocorkan tiga video penampakan ‘UFO’ kepada beberapa media di Amerika. Video itu dan cerita Luis-lah yang mengungkap kisah proyek Pentagon memburu UFO. Luis memilih hengkang dari Pentagon sebagai bentuk protes terhadap penerapan kerahasiaan yang kelewat ketat dalam proyeknya.

Luis juga kecewa atas minimnya dukungan terhadap program identifikasi ancaman dari angkasa ini. “Mengapa kita tak mengalokasikan waktu dan usaha lebih besar dalam program ini?” Luis menulis dalam suratnya yang dia kirim kepada Menteri Pertahanan James Mattis, seperti dikutip New York Times. Dari total anggaran untuk Kementerian Pertahanan sebesar US$ 600 miliar atau Rp 8.132 triliun per tahun, alokasi anggaran untuk proyek Luis hanya US$ 22 juta atau Rp 298 miliar.

John Searle dan instrumen yang dia klaim berhasil merekam UFO pada September 1967.
Foto : GettyImages

Tak jelas benar apa yang sudah diperoleh Luis dan anak buahnya setelah sepuluh tahun mencari UFO, alien, dan sejenisnya. Tapi kini dia meyakini, manusia bukan satu-satunya makhluk berkecerdasan tinggi di alam semesta. “Kita tak sendirian,” kata Luis kepada CNN. Banyak bukti dia temukan yang menguatkan dugaan bahwa pesawat alien pernah mengunjungi bumi. “Pesawat ini punya ciri-ciri yang tak dimiliki semua pesawat milik Amerika atau negara mana pun.”

Kendati tak pernah terang betul apa hasilnya dan apa bukti yang dikumpulkan, sebenarnya bukan kali ini saja pemerintah Amerika punya proyek rahasia untuk menginvestigasi UFO dan alien. Pada 1948, Angkatan Udara Amerika menggelar proyek Sign untuk menyelidiki laporan penampakan sejumlah benda asing di wilayah udara Amerika.

Setahun kemudian menyusul Proyek Grudge. Dalam laporan Proyek Grudge sepanjang 600 halaman disimpulkan bahwa penampakan itu merupakan berita bohong, kesalahan dalam intepretasi, atau histeria massal. Namun, meski tak ada bukti kuat soal benda asing dari luar bumi, proyek UFO ini masih berlanjut. Pada 1952, Angkatan Udara Amerika kembali mendanai proyek investigasi UFO. Proyek Blue Book yang baru ditutup pada 1969 menginvestigasi lebih dari 12.000 laporan penampakan UFO. Kesimpulannya kurang-lebih sama saja: tak ada bukti benda asing dari luar bumi.

Amerika pun bukan satu-satunya negara yang terus mengintip langit dan ingin menjadi yang pertama membuktikan bahwa ada makhluk asing di luar sana. Pada 1978, Akademi Sains dan Kementerian Pertahanan Uni Soviet mendirikan Institute 22 untuk menyelidiki penampakan UFO di Negeri Beruang Merah. Organisasi yang sangat tertutup ini bubar bersamaan dengan tumbangnya Uni Soviet pada 1989.

Model piring terbang Couzinet Aerodyne RC-360 di Paris pada 1952.
Foto : GettyImages

Soviet tumbang dan Institute 22 tutup buku. Tapi tak berarti investigasi UFO berhenti sama sekali. Satu dokumen Badan Intelijen Amerika (CIA) mengungkap soal pertemuan rahasia antara peneliti dari Cina dan Rusia pada 21 Mei 1990 di Kota Dalnegork untuk membahas kerja sama dalam investigasi UFO.

Selera setiap pemerintah untuk menyelidiki UFO ini memang pasang-surut. Proyek yang dipimpin Luis Elizondo bisa ‘hidup’ lantaran ada sejumlah anggota Kongres Amerika yang sangat bersemangat menyokong riset UFO. Satu di antaranya Harry Reid, anggota Kongres Amerika dari Partai Demokrat. Kini Reid sudah pensiun dari Kongres. Menurut Reid, dia sangat bangga terhadap riset soal UFO ini.

“Aku sama sekali tak malu atau menyesal telah menyokong proyek UFO itu…. Aku pikir, itulah salah satu hal baik yang aku kerjakan selama di Kongres,” kata Harry Reid kepada New York Times. Di luar Kongres, Reid punya penyokong fanatik, yakni sahabatnya, triliuner Robert Bigelow. Juragan properti dan hotel ini mendanai sejumlah proyek antariksa, salah satunya proyek mencari UFO ini.


Redaktur/Editor: Sapto Pradityo
Desainer: Fuad Hasim

[Widget:Baca Juga]
SHARE