Ilustrasi : Edi Wahyono
Evgenia Magurina kaget bukan kepalang saat melihat rekening gajinya setahun lalu. Bagaimana dia tak kaget dan lemas, gajinya sebagai pramugari di Aeroflot, maskapai penerbangan Rusia, berkurang lumayan jauh dari biasanya.
Kekagetan Evgenia berubah jadi kemurkaan saat dia tahu bagaimana gajinya terpotong. Ternyata Aeroflot memangkas gaji Evgenia lantaran bentuk tubuh dan berat badannya. “Ini benar-benar tak masuk akal. Bagaimana mungkin mereka boleh memotong gajimu hanya lantaran ukuran tubuhmu?” Evgenia memuntahkan kekesalannya kepada BBC dua bulan lalu.
Setahun lalu, Aeroflot ‘mengevaluasi’ semua pramugarinya. Mereka difoto dan tubuhnya diukur. Kesimpulan evaluasi untuk Evgenia: pipinya terlalu tembam dan lingkar dadanya kelewat besar. Manajemen memerintahkan Evgenia mengenakan bra untuk berolahraga. “Mereka bilang, kesuksesan seorang pramugari bergantung pada ukurannya…. Kata-kata itu membuatku tersinggung,” kata Evgenia.
Beberapa bulan kemudian, dia menyadari gajinya disunat perusahaan. Dia juga dijauhkan dari rute-rute penerbangan yang menghasilkan banyak duit. Saat bertanya kepada bosnya, jawaban yang diberikan seperti ini: Evgenia tak memenuhi standar ‘ukuran’ pramugari Aeroflot, sehingga gajinya dipotong 30 persen.
Tinggi hak sepatu tak boleh lebih dari 3 inci, warna lipstik hanya boleh merah, dan kuku harus selalu dalam kondisi terawat.”
Beth Windsor, pramugari
Calon pramugari China Southern Airlines diminta memperlihatkan betisnya saat seleksi pada Oktober 2006 di Beijing.
Foto : Getty Images
Berang mendengar penjelasan bosnya, Evgenia menggugat Aeroflot ke pengadilan. “Mereka menempatkan penampilan pramugari di urutan pertama. Padahal, di atas semuanya, pramugari merupakan penyelamat dalam penerbangan…. Bayangkan jika mereka menetapkan syarat yang sama bagi hakim dan dokter. Itu bakal sangat absurd,” ujar Evgenia.
Selain Evgenia, ada 500 pramugari lain yang menjadi korban. Akibatnya, banyak pramugari yang pingsan karena melakukan diet ekstrem untuk menurunkan berat badan. Mereka menggugat Aeroflot ke pengadilan dengan tuduhan melakukan diskriminasi. Pengadilan Moskow akhirnya memutuskan Aeroflot sebagai pihak yang bersalah.
"Saya harap ini berarti perempuan akan lebih berani dalam memperjuangkan hak mereka," katanya. "Mereka pikir semua orang akan terima dengan perlakuan seperti itu, tapi itu telah menyinggung perasaan kami. Sekarang keadilan telah menang."
Bagi banyak maskapai penerbangan, berat badan awak kabin, terutama para pramugarinya, merupakan urusan sensitif. Aeroflot bukan satu-satunya maskapai penerbangan yang menerapkan ‘tangan besi’ kepada awak kabin yang kegendutan.
Dua tahun lalu, Air India menjatuhkan sanksi kepada 125 awak kabin yang dianggap kelewat gendut. Selama beberapa bulan, 125 awak kabin itu dilarang ikut terbang dan diwajibkan mengurangi berat badannya. Dua bulan lalu, harian New Straits Times menulis soal beberapa awak kabin Malaysia Airlines yang ‘diminta’ mengundurkan diri lantaran kegendutan. Malaysia Airlines menolak menanggapi tulisan harian itu.
* * *

Pramugari AirAsia memperagakan prosedur keselamatan di Bandara Soekarno-Hatta, pada Desember 2014.
Foto : GettyImages
Meski tugas utamanya menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang, tak semata-mata lenggak-lenggok di lorong pesawat, ada banyak syarat bagi seorang pramugari menyerupai fotomodel di atas catwalk.
Agar tampak lebih ‘segar’, beberapa maskapai membatasi usia pensiun bagi awak kabin lebih cepat dari usia pensiun rata-rata karyawan swasta. Pramugari Hong Kong Airlines, Hong Kong Express Airways, dan Cathay Dragon harus pensiun pada usia 45 tahun. Padahal awak kabin Cathay Pacific, dalam jajak pendapat yang melibatkan sebagian besar awak kabin maskapai asal Hong Kong itu, menghendaki agar usia pensiun diperpanjang hingga 60 tahun.
Kelebihan lemak di tubuh adalah sesuatu yang kadang tak bisa ditoleransi. Beth Windsor sudah lima tahun menjadi pramugari di sejumlah maskapai penerbangan, salah satunya British Airways. Menurut Beth, maskapai penerbangan biasanya hanya memberikan satu ukuran seragam kepada pramugari.
“Sekali kamu mendapatkan seragam, selesai sudah. Kamu tak bisa berganti seragam meski berat badanmu bertambah beberapa kilogram,” kata Beth dikutip Telegraph. Jika ukuran tubuh melar melampaui ukuran seragam, pilihannya hanya satu, yakni mengurangi berat badan. “Kamu akan diberi waktu satu bulan untuk mengurangi berat badan. Seandainya gagal, kamu akan diminta masuk ke program manajemen berat badan.”

Pramugari Emirates di Berlin pada Juni 2010.
Foto : GettyImages
Berat badan hanya satu hal, tapi banyak lagi syarat dan aturan yang mesti diikuti oleh awak kabin. Aturan ini bervariasi dari satu maskapai ke maskapai lain. Rata-rata maskapai internasional pasang syarat tinggi badan berkisar 158 cm hingga 187 cm untuk pramugari. Beberapa maskapai, seperti Etihad, pasang syarat tinggi jangkauan tangan saat berdiri tanpa sepatu 210 cm, sementara pramugari Emirates harus bisa menjangkau tinggi 212 cm saat berdiri di ujung jari kaki.
Rata-rata maskapai juga tak memperkenankan tindik di telinga atau hidung dan tato di bagian mana pun tubuh yang tak tertutup baju. “Tinggi hak sepatu tak boleh lebih dari 3 inci, warna lipstik hanya boleh merah, dan kuku harus selalu dalam kondisi terawat dan hanya boleh dikutek merah atau merah jambu,” ujar Beth. Bahkan, menurut Beth, ada pula maskapai yang punya aturan soal pakaian dalam. “Sebelum terbang, ada maskapai yang memeriksa warna bra pramugarinya.”
Reporter/Redaktur: Melisa Mailoa
Editor: Sapto Pradityo
Desainer: Luthfy Syahban