Foto: dok. pribadi via Instagram
Sabtu, 29 Juli 2017Andik Taufiq sedang mengepak baju dan barang-barangnya di koper saat ada pesan datang dari seorang teman di ponselnya. Sehari-hari dia tinggal di Bandung, tapi saat itu dia mendadak dapat tugas pekerjaan di Surabaya, kota kelahirannya.
“Dik, Zaskia Sungkar bakal datang ke Surabaya,” temannya menulis pesan singkat. Wajah Andik seketika langsung semringah. Sudah lama Andik percaya, akan tiba waktunya dia bisa bertemu dengan artis idolanya itu.
Tempat kelahiran Andik ini memang telah dipilih Zaskia Sungkar untuk membuka gerai perdana bisnis Surabaya Snowcake, tepatnya di Jalan Flores 15. Andik sebenarnya bukan tipe orang yang suka menjajal makanan “kekinian” seperti snowcake milik Zaskia ini. Namun, demi artis pujaannya itu, Andik bertekad menyambangi gerai Surabaya Snowcake setibanya di Surabaya.
“Saya lihat di Instagram. Jujur, dalam hati sebenarnya nggak pengin banget nyicipin Surabaya Snowcake. Saya cuma penasaran saja plus ada Mbak Zaskia, jadi sekali mendayung dua-tiga pula terlampaui,” ujar Andik bercanda saat menceritakan pengalamannya mampir ke gerai Surabaya Snowcake pada Maret lalu.
Andik datang ke gerai Surabaya Snowcake sekitar pukul 4 sore. Antrean sudah mengular panjang. Andik kebagian menjadi ekor antrean itu. Antrean mengular makin panjang saat Andik meninggalkan barisan sejenak untuk ke toilet. Dia mulai cemas, setelah satu jam berlalu, antrean masih panjang dan sosok Zaskia tak kelihatan batang hidungnya. Setelah mengobrol dengan sesama pengantre, barulah ia sadar telah ditipu temannya. Mungkin saat itu sang teman sedang menertawai kepolosan Andik.
Dengan langkah gontai tak bersemangat, Andik merayap maju dalam antrean. Saat itu ia sudah tak terlalu berharap banyak. Andik sudah pasrah meskipun tidak dapat bertemu dengan sang idola sekaligus gagal membawa pulang Surabaya Snowcake sebagai oleh-oleh. Apalagi jarum jam sudah menunjukkan pukul 8.30 malam. Ketika sampai di depan kasir, Andik sedikit mujur. Dia masih bisa membeli dua kotak snowcake. Dengan modal tiga lembar uang Rp 50 ribu, Andik membawa pulang Surabaya Snowcake rasa cheese dan vanila.

Foto: dok. pribadi via Instagram
“Saya sudah sangat bersyukur, yang penting bisa kebagian,” katanya. Andik menilai Surabaya Snowcake layak dijadikan buah tangan, meskipun jika diminta antre kembali Andik harus berpikir dua kali. “Kalau beli lagi paling hanya untuk oleh-oleh teman yang masih penasaran saja.”
Barangkali, dengan mencicipi kuenya, orang-orang seperti Andik bisa merasakan kedekatan dengan sang idola. Maka bukan hal aneh, hanya demi sekotak kue, ada saja orang yang mau bersusah payah antre. Pada pertengahan Maret lalu, Anne Rizki Amalia mendengar kabar pembukaan toko kue Makuta Bandung milik artis cantik Laudya Cynthia Bella di Jalan Van de Venter 2. Kebetulan lokasi toko Makuta tak seberapa jauh dari kantor Anne.
Pada hari itu, 17 Maret lalu, Anne sengaja bangun lebih awal untuk memantau akun Instagram Makuta Bandung. Rupanya sudah ada beberapa orang yang antre sejak pagi buta, bahkan ada beberapa yang sudah berada di depan toko sejak tengah malam. Tujuan mereka hanya satu: berlomba-lomba menjadi pembeli pertama. Sebab, saat itu diadakan sayembara bagi lima orang pembeli pertama akan mendapat kesempatan makan siang bersama “Princess Makuta”, yaitu Laudya Cynthia Bella.
“Ternyata ada yang lebih niat dari saya. Dan benar saja, sampai di sana jam 7 pagi, saya sudah nggak kepilih. Bahkan ada tiga penggemar dari Malaysia yang ikut terpilih makan siang bareng Mbak Bella,” kata Anne. Namun Anne cukup puas dapat membawa pulang Makuta Bandung rasa extra-cheese dan blueberry tanpa perlu menunggu lama. Antreannya kala itu, menurut Anne, masih wajar saja.
Justru Anne baru merasakan kejamnya antre di Makuta Bandung satu bulan setelah pembukaan. Ia kembali untuk membelikan pesanan teman di Jakarta. Begitu ia tiba di gerainya pada pukul 07.20 WIB, antreannya sudah luar biasa panjang. Padahal toko baru dibuka pukul 10.00 WIB. waktu itu Makuta Bandung sudah menggunakan sistem nomor, sehingga tidak perlu antre di depan kasir dan cukup menunggu hingga petugas satpam memanggil nomor secara berurutan.

Foto: dok. pribadi via Instagram
Karena lumayan susah dapat Makuta, jadi jasa titip paling mahal. Satu kotak saya patok harga Rp 20 ribu belum termasuk ongkos kirim.”
Dedeh Haerani, penyedia jasa titip pembelian barangAnne kaget bukan main saat ia disodori secarik kertas nomor antrean. Ia mendapat urutan ke-357. Situasi tak lagi nyaman karena banyak ibu-ibu berdesak-desakan dan saling dorong. Anne memilih meninggalkan antrean.
“Antreannya ganas sekali. Sudah kayak antre BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) saja. Saya pikir nanti jam istirahat balik lagi karena sudah dapat nomor. Ternyata sampai saya dua kali balik belum ada kepastian. Akhirnya saya nggak jadi beli. Saya sih kapok. Kalau antreannya sudah membaik, saya baru mau balik lagi,” kata Anne. Dia juga pernah mencicipi Bandung Princess Cake milik penyanyi Syahrini.
Lantaran banyak yang tak tahan antre seperti Anne, ada orang memanfaatkan peluang ini untuk membuka jasa titip secara online. Pembeli tinggal bayar saja “ongkos lelah” antre dan ongkos kirim. Menurut Dedeh Haerani, dibanding kue artis lain, jasa titip Makuta Bandung-lah yang paling mahal. Pernah ia mencoba membuka jasa titip kue Raincake Bogor milik Shireen Sungkar. Namun, karena sepi peminat, bulan Maret lalu Dedeh beralih ke Makuta Bandung. Responsnya luar biasa. Ibu rumah tangga ini mengirimkan 40 hingga 100 kotak setiap hari ke seluruh kota di Indonesia kecuali Papua. Sedangkan pemesan terbanyak masih berasal dari daerah Jabodetabek.

Foto: dok. pribadi via Instagram
“Untuk mendapatkan Makuta itu, kami benar-benar antre. Karena lumayan susah dapat Makuta, jadi jasa titip paling mahal. Satu kotak saya patok harga Rp 20 ribu belum termasuk ongkos kirim,” kata Dedeh. Selain Makuta Bandung, Dedeh kini juga melayani pengiriman Princess Syahrini Cake dan Surabaya Snowcake.
Biasanya Dedeh datang pagi hari saat toko biasanya masih lumayan sepi untuk membeli Makuta Bandung. Namun, pada saat jam pulang kantor atau akhir pekan, antrean kembali mengular dan pembeliannya dibatasi. Dedeh biasanya menyewa joki antre. Jika pesanan sedang menumpuk, Dedeh bisa menyewa 25 joki sekaligus. Masing-masing joki ia bayar Rp 15-20 ribu.
Namun ada saja penyedia layanan jasa titip yang berlaku curang. Dedeh pernah mendapati seorang laki-laki mengambil kue dalam jumlah banyak tanpa melalui meja kasir. Perjuangan Dedeh setiap hari demi mendapatkan berpuluh loyang kue terbayarkan dengan pundi-pundi uang yang masuk ke rekeningnya. “Selama masih ngetren, bisnis ini menjanjikan banget. Apalagi waktu bulan puasa kemarin,” kata Dedeh.
Reporter/Redaktur: Melisa Mailoa
Editor: Sapto Pradityo
Desainer: Fuad Hasim
Rubrik Intermeso mengupas sosok atau peristiwa bersejarah yang terkait dengan kekinian.