INTERMESO

Dari ‘Office Boy’ Jadi Juragan Kue

“Sekarang kue jadi pekerjaan utama saya daripada sebagai artis.”

Foto: dok. pribadi via Instagram

Sabtu, 29 Juli 2017

Badannya tinggi-tegap, dengan celemek terpasang di badannya. Sembari memegang nampan, laki-laki itu terus menebar senyum dan menawarkan potongan kue-kue kecil kepada setiap orang yang lewat di depan kios mungilnya.

Dua perempuan muda berhenti dan memandangi wajah laki-laki itu dengan cermat. Merasa tak asing, mereka memberanikan diri mendekat dan kemudian bertanya. “Mas dulu main di Office Boy, ya? Kok sekarang jualan kue?” tanya salah seorang perempuan. 

Terkaan mereka memang tak salah. Pria itu, Muhammad Ridwan Faizul Permana, merupakan salah seorang pemeran di serial komedi Office Boy, yang terkenal pada 2006-an. Ridwan berperan sebagai Hendra, karyawan bagian HRD yang sangat teliti. Ciri khasnya, penampilan yang norak dan gayanya yang jadul.

Bersama sang istri, sudah empat tahun Ridwan membesarkan bisnis kue klasik yang ia beri nama Creme de Fusion. Menyandang status sebagai artis, awalnya Ridwan agak gengsi juga menjawab pertanyaan semacam itu. Namun, berkat usaha kue, Ridwan justru bisa memboyong sekeluarga jalan-jalan ke berbagai destinasi wisata di Asia. Ia pun tak lagi malu dan ragu dengan pilihannya berbisnis.

Foto: dok. pribadi via Instagram

Saya yang cuma artis saja masak malah malu.”

Muhammad Ridwan Faizul Permana, pemilik Crème de Fusion

“Awalnya ada perasaan malu. Tapi, sejak buka usaha, saya bertemu dengan teman-teman yang masih muda, anak direktur perusahaan besar, mereka keluar dari mobil Alphard sembari bawa kompor buat jualan juga. Saya yang cuma artis saja masak malah malu,” kata Ridwan. “Justru dari sini saya bisa bawa keluarga jalan-jalan ke Singapura, Korea, Thailand, dan sebagainya. Bisnis ini lebih menjanjikan daripada main sinetron.”

Bagi Ridwan, membuka bisnis kue ibarat iseng-iseng berhadiah. Ketika itu Ridwan sedang syuting kejar tayang sinetron Ganteng Ganteng Serigala. Sang istri membekali Ridwan dengan roti bluder. Istri Ridwan, yang merupakan lulusan perhotelan di salah satu universitas di Surabaya, memang gemar membuat roti maupun kue. Kebetulan roti bluder merupakan salah satu makanan favorit istrinya. Konon, roti bluder terkenal sejak masa penjajahan Belanda dan lumayan kondang di sejumlah kota di Jawa Timur. Ciri khasnya adalah bentuk menyerupai jamur serta memiliki tekstur lembut seperti kue.

Di lokasi syuting, Ridwan membagi-bagikan roti buatan istrinya kepada kru lain. Karena bentuknya yang unik, para pemain lain, seperti Kevin Julio, Ricky Harun, Aliando Syarief, dan Prilly Latuconsina kompak mengunggah foto kue brudel ke media sosial. Tak disangka, banyak fans mereka yang tertarik untuk memesan roti brudel buatan istri Ridwan.

Setelah membuat resep selama hampir satu bulan, menggunakan oven hadiah perkawinan, sang istri membuat roti brudel sederhana dengan isian cokelat dan keju. Karena Ridwan tak bisa membuat kue, ia lebih banyak berurusan dalam hal pemasaran. Ridwan pun membuka toko online dan menerima banyak pesanan melalui Instagram.

Foto: dok. pribadi via Instagram

Tak sedikit penggemar Prilly, Aliando, dan Ricky yang membeli roti bluder buatan istri Ridwan sebagai hadiah untuk sang idola. “Jadi toko online saya itu pertama kali menjembatani antara fans dan artis. Dan fans mereka banyak banget dari Amerika dan Hong Kong yang pernah pesan,” kata Ridwan. Berkat jejaring sosial, roti Ridwan makin dikenal. “Makin banyak pesanan untuk artis lain di luar pemeran Ganteng Ganteng Srigala. Semua saya yang anterin.”

Dari sekadar menjadi kurir kue untuk artis, Ridwan menemukan celah untuk mengembangkan usaha roti bludernya. Ridwan, yang kala itu sering mampir ke acara bazar, ditawari membuka booth. Tak mau melewatkan kesempatan, Ridwan membuka gerai nomaden pertamanya di Tribeca, Mal Central Park, Jakarta Barat. Ia begitu bersemangat hingga desain rak besi untuk memajang roti Ridwan rancang sendiri.

Ridwan dan istri juga sepakat tidak menggunakan embel-embel artis pada merek rotinya, Creme de Fusion. Sebab, sang istri ingin pelanggan membeli produknya karena rasa dan kualitas. Ternyata sambutan terhadap roti bluder buatan istri Ridwan luar biasa. Pada hari pertama saja ia sampai kehabisan stok roti. Berkat ikut bazar itu, banyak pelanggan baru bermunculan. 

“Justru sekarang saya rutin ikut booth semacam itu dan membatasi kasih kepada sesama artis. Karena, kalau roti saya yang makan cuma Prilly dan Aliando, orang lain bagaimana? Kan saya juga mau tes kepada orang lain. Kami harus punya pelanggan tetap yang benar-benar menikmati roti kami,” ungkap Ridwan. Setelah usahanya mulai memiliki banyak pelanggan, Ridwan baru gencar memajang sosoknya dalam promosi Creme de Fusion.

Meski sang istri sudah jago membuat kue dan roti, bukan berarti dalam prosesnya tak pernah mengalami kegagalan. Ridwan bercerita, pada awalnya mereka mau tak mau harus membuang puluhan roti yang telah dipanggang karena hasilnya tidak memuaskan. Belum lagi waktu yang terbuang percuma, karena untuk mendapatkan tekstur lembut alami, kue brudel harus difermentasikan selama 14 jam.

Foto: dok. pribadi via Instagram

Namun hal itu tak membuat sang istri patah semangat. Ia justru banyak mengembangkan variasi produk. Seperti roti ensaymada, camilan asal Filipina yang belum banyak dijumpai di Indonesia. Untuk menguasai cara pembuatan roti klasik bercita rasa keju ini, sang istri mempelajari langsung ke negeri asalnya. Banyak orang Filipina di Indonesia kini memuji cita rasa roti ensaymada karena begitu mendekati aslinya.

Kini, meski Ridwan masih menerima tawaran syuting, ia tak menampik, penghasilan utamanya saat ini lebih banyak didapatkan dari berjualan roti. Tak mengherankan, karena dalam sehari Ridwan bisa memproduksi 600 buah roti untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya. Termasuk memasok roti untuk dua kafe di Jakarta. 

“Jujur, sekarang kue jadi pekerjaan utama saya daripada sebagai artis. Untuk saat ini aku lebih fokus ke bisnisku. Karena bisnis ini seratus persen punya saya. Makanya, kalau ada panggilan syuting alhamdulillah, tapi kalau nggak ada ya sudah. Mungkin Tuhan menyuruh aku fokus ke usaha,” tutur Ridwan. Selain Crème de Fusion, Ridwan masih punya usaha Es Pisang Hijau Pak Hendra.


Reporter/Redaktur: Melisa Mailoa
Editor: Sapto Pradityo
Desainer: Luthfy Syahban

Rubrik Intermeso mengupas sosok atau peristiwa bersejarah yang terkait dengan kekinian.

SHARE