INTERMESO

Penerjemah
Mimpi Resepsi

Mewarisi Eva Bun Wedding Gallery, Paula malah memilih berpisah dengan usaha keluarganya. Pelanggan lama tetap setia.

Foto: dok. pribadi Paula Meliana via Instagram

Sabtu, 8 Juli 2017

Menyandang nama Hilton di belakang namanya, Paris Whitney mestinya sudah punya semuanya sejak lahir. Dia cantik dan punya duit yang tak akan habis 12 keturunan sekalipun. Kakek buyutnya adalah Conrad Hilton, pendiri imperium Hotel Hilton.

Tapi hingga sekarang, hingga usianya sudah 36 tahun dan entah berapa kali berganti pacar, Paris Hilton masih tetap melajang. Adik perempuannya, Nicholai Olivia, justru sudah dua kali menikah. “Aku tak ingin seperti semua sosialita itu…. Mereka hanya duduk-duduk di rumah, pergi ke pesta, dan menikahi laki-laki kaya,” kata Paris seperti dikutip dalam bukunya, Paris Hilton: A Biography.

“Tentu saja suatu hari nanti aku ingin menikah. Aku pikir itulah yang diinginkan semua perempuan: menemukan pasangan hidup untuk selamanya…. Aku juga ingin punya anak laki-laki, kemudian anak perempuan, dan anak lagi, karena aku selalu menginginkan kakak laki-laki yang akan melindungiku,” kata Paris kepada majalah Life & Style dua tahun lalu. Meski belum pernah naik ke pelaminan, Paris sudah punya bayangan akan seperti apa resepsi pernikahannya. “Aku ingin seperti kisah di dongeng-dongeng…. Besar, cantik, dan putih.”

Aku tak ingin seperti semua sosialita itu…. Mereka hanya duduk-duduk di rumah, pergi ke pesta, dan menikahi laki-laki kaya.”

Paris Hilton

Paula Meliana
Foto: dok. pribadi via Instagram

Mau sekali atau sudah dua kali menikah, orang tentu ingin resepsi yang tak biasa-biasa saja. Resepsi yang tak akan terlupakan. Orang-orang seperti Paula Meliana-lah yang bertugas menerjemahkan “resepsi yang tak terlupakan” itu dalam dekorasi, fotografi, video, hingga menu makanan yang disajikan.

Ketika baru lulus dari Fashion Institute of Design and Merchandising, Amerika Serikat, Paula Meliana cukup beruntung. Ia tak perlu berpeluh keringat mencari pekerjaan. Sebab, orang tua memintanya kembali ke Tanah Air dan melanjutkan bisnis keluarga. Sang ibu merupakan pendiri Eva Bun Wedding Gallery, nama yang tak asing di bisnis jasa penyediaan kebutuhan pernikahan. Usaha Eva Bun sudah berumur lebih dari 30 tahun.

Di Eva Bun, Paula diberi jabatan lumayan, yakni general manager. Tetapi, ketika berada di posisi nyaman itu, Paula malah memutuskan hengkang dari Eva Bun. “Aku melihat brand seperti Anne Avantie dan anaknya, Intan Avantie, bisa masing-masing berdiri sendiri. Semua orang juga tahu Intan anaknya Anne tapi dia punya jalannya sendiri. Tapi aku belum lihat di bidang bridal yang seperti itu. Ya, mungkin aku satu-satunya yang mencoba jalan sendiri seperti itu,” kata Paula. “Jadi aku keluar bukan karena mau mandiri secara materi. Tapi ada beberapa hal yang menurut aku lebih nyaman dijalani sendiri.”

Foto: dok. pribadi Paula Meliana via Instagram

Sebenarnya sejak kecil tak pernah sekali pun Paula bercita-cita untuk berkecimpung di dunia kecantikan ataupun pernikahan. Ia ingin memiliki pekerjaan yang kala itu dianggap lebih keren. Misalnya menjadi dokter, insinyur, atau pengacara. Sang ibulah yang memperkenalkan Paula pada serba-serbi pernikahan. Sejak Paula masih SD, ibunya sudah mengikuti berbagai macam kursus keterampilan kecantikan. Akhirnya Eva Bun membuka salon dan bridal, yang menjadi cikal bakal Eva Bun Wedding Gallery.

Sebagai putri sulung, Paula mulai diperbantukan dalam mengembangkan bisnis keluarga. Mulai menyebar brosur hingga menyentuh hal teknis, seperti merias pengantin. Khusus untuk merias, Paula mempelajarinya secara otodidaktik. Namun ilmunya kurang-lebih ia dapatkan dari kursus menggambar yang dilakoni sejak kelas V SD. Paula belajar menggambar potret wajah dari pelukis Tino Sidin.

Melihat bakat putri sulungnya, Eva Bun berangan-angan di kemudian hari dapat mewariskan kendali bisnis kepada Paula. Saat Paula hendak kuliah pun, sang ibu mengarahkannya untuk mengambil jurusan fashion. “Sebenarnya aku ambil jurusan fashion itu agak terpaksa. Sebenarnya aku mau ambil jurusan desain interior. Waktu belajar menggambar di bidang mode nggak susah karena aku sudah punya dasarnya. Tapi, pas disuruh menjahit, itu yang sulit. Tapi akhirnya aku bisa jalani juga sampai lulus,” ujar wanita kelahiran 1979 ini.

Pulang dari Amerika pada 2002, Paula mulai membantu bisnis ibunya. Ia baru bertanggung jawab secara penuh terhadap kelangsungan Eva Bun Wedding Gallery sejak ibunya jatuh sakit. Mengendalikan bisnis jasa yang sudah besar itu menjadi tantangan tersendiri bagi Paula. Meski tak didampingi sang ibu, Paula berhasil mendirikan Eva Bun Academy, yakni kelas makeup dan rambut untuk pemula dan profesional. Dari semula hanya usaha coba-coba, murid Eva Bun Academy bisa menyentuh angka ribuan.

Foto: dok. pribadi Paula Meliana via Instagram

Meski Eva Bun masih eksis, Paula juga kerap memperhatikan pemain bridal lain yang mengalami kebangkrutan. Salah satu alasannya, mereka tidak dapat mengakomodasi kebutuhan pelanggan yang makin beragam. Pesta pernikahan tak melulu diadakan di hotel bintang. Kini pasangan yang hendak menikah lebih memilih tempat yang harga sewanya lebih terjangkau, seperti taman, gedung perkantoran, restoran, hingga kolam renang.

Meski sang ibu tak banyak berkomentar perihal keputusannya itu, Paula memberanikan diri membuka jasa pernikahan yang diberi nama Paula Meliana Wedding. Lokasinya persis di sebelah Eva Bun Wedding Gallery di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. “Aku nggak punya investor dan partner,” tutur Paula. Selama 3 tahun berjalan, kini Paula Meliana Wedding telah memiliki cabang di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Membangun kepercayaan merupakan hal terpenting bagi brand baru seperti Paula. Sebab, menurutnya, banyak kerabat dan pelanggannya yang kerap tertipu saat hendak memilih jasa pernikahan. Paula juga menyarankan agar para calon pengantin mempelajari betul rekam jejak perusahaan jasa yang akan digunakan. Salah satunya bertemu langsung dengan penyedia jasa di kantor mereka.

“Ada banyak pelanggan saya kena tipu pengatur pernikahan. Biasanya mereka janji bertemu dengan wedding organizer itu di mal. Pengatur pernikahan itu pakai baju rapi, terus bawa bukti seolah-olah mereka pernah mengadakan pernikahan di banyak hotel bintang. Salahnya lagi, pelanggan saya langsung bertransaksi tanpa cek kantor lagi. Ternyata perencana pernikahan itu fiktif, sementara uangnya sudah dibayar,” ujar Paula saat menceritakan pengalaman pelanggannya.

Foto: dok. pribadi Paula Meliana via Instagram

Beruntung, tak lama setelah meresmikan Paula Meliana Wedding, banyak pelanggan setianya yang ingin kembali menggunakan jasa Paula walaupun sudah bersalin merek. Bahkan ada seorang pelanggan laki-laki yang menikah dua kali dan dua kali pula menggunakan jasa Paula.

Paula, yang pernah menampilkan koleksi busana pernikahan dalam ajang Jakarta Fashion Week 2013, berharap bisa tetap bekerja sama dengan Eva Bun dalam berbisnis. “Kita nggak usah kompetitif bangetlah. Justru baiknya kita bisa kerja sama. Semua ada porsinya, ada potongan kuenya,” kata Paula.


Reporter/Redaktur: Melisa Mailoa
Editor: Sapto Pradityo
Desainer: Luthfy Syahban

Rubrik Intermeso mengupas sosok atau peristiwa bersejarah yang terkait dengan kekinian.

SHARE