INTERMESO

Cinta Fauzi dan Dian Bersemi di Setipe

Mereka dipertemukan situs perjodohan. Mereka menikah setelah sembilan bulan berkenalan.

Ilustrasi: Edi Wahyono

Jumat, 2 Juni 2017

Suatu saat pada 13 Juni 2016, ada pesan masuk di akun Setipe milik Dian Apsari. Dian, kini 28 tahun, saat itu baru dua bulan membuka akun di situs perjodohan Setipe.

“Assalamualaikum,” Ahmad Fauzi membuka perkenalan dengan Dian. Fauzi, kini 31 tahun, sedikit lebih lama di Setipe. Dia sudah tiga bulan punya akun di situs jodoh itu. Setelah sedikit basa-basi, mulai mengobrollah dua lajang ini.

Hampir dua pekan kemudian, mereka janjian untuk bertemu pada 25 Juni 2016. Kebetulan saat itu bulan puasa dan ada Pekan Raya Jakarta (PRJ) di Kemayoran. Dian, yang sedang berniat mulai berolahraga, bersemangat mencari sepatu. Sepulang kerja, Fauzi, yang berkantor tak jauh dari tempat kerja Dian, datang menjemput dengan sepeda motor.

Keluar dari gedung, Dian melihat seorang laki-laki menunggu di atas sepeda motor tanpa melepas helm dan mengenakan masker. Dia yakin itulah Fauzi. Dengan gaya sok yakin, Dian menepuk pundaknya. Dan…. ternyata dia salah orang. Di seberang jalan, Fauzi yang “asli” menyaksikan kelakuan menggelikan Dian dan tertawa ngakak.

Hari itu mereka menghabiskan petang dan malam di PRJ, dari pukul 3 sore hingga pulang pukul 9 malam. Dasar sama-sama suka bikin lelucon, Dian dan Fauzi langsung nyambung. Setelah dari PRJ, Fauzi mengantar Dian pulang ke rumahnya. Kebetulan mereka sesama orang Bekasi. “Sebelum berangkat, saya sempat berpikir, kalau orangnya nggak asyik dan saya merasa nggak cocok, mau saya tinggal saja di PRJ,” Fauzi bercanda.

Fauzi mengaku tahu Setipe lewat seorang teman lama sejak SMA. Mereka sama-sama masih jomblo. Temannya sudah beberapa lama punya akun Setipe. “Dia bilang, ‘Lu coba deh Setipe,’” Fauzi menuturkan. Lain pula cerita Dian. Dia tahu Setipe tanpa sengaja.

Dian dan Fauzi
Foto: dok. Pribadi

Sekarang kalau nggak boncengin dia, saya malah merasa ada yang hilang.”

Ahmad Fauzi, mantan pengguna Setipe

Saat menjalani operasi sinusitis, Dian tak sengaja melihat iklan Setipe di Facebook. “Saya pikir isinya main-main, tapi saya lihat komentarnya bagus-bagus. Akhirnya saya iseng-iseng isi data dan upload foto ke Setipe,” kata Dian. Walaupun iseng-iseng, Fauzi maupun Dian memang tak main-main. Mereka serius mencari jodoh.

Kencan perdana di PRJ memang asyik. Tapi pulang dari Kemayoran, Dian tak yakin hubungan mereka akan berlanjut. “Mungkin dia ilfil, ilang feeling, dengan saya yang suka omong nggak jelas arahnya,” kata Dian. Ternyata pertemuan pertama itu terus berlanjut dengan pertemuan-pertemuan berikutnya. Satu setengah bulan kemudian, mereka memutuskan menjalin hubungan lebih serius.

Bagi Dian, Fauzi bukan “cowok” pertama di Setipe. Sebelumnya, dia pernah “kopi darat” dengan cowok lain dari Setipe. Tapi laki-laki itu sangat pemalu, sehingga susah nyambung dengan Dian yang ramai. Demikian pula bagi Fauzi, Dian adalah wanita ketiga yang ditemuinya lewat Setipe. Dua perempuan sebelumnya tampak kurang antusias sehingga hubungan itu tak berlanjut.

Walaupun menurut Setipe tingkat kecocokan mereka hanya 77 persen, dengan Dian, Fauzi seperti menemukan cerminnya. “Kami punya penyakit sama, sinusitis…. Saya di kiri, dia di kanan,” kata Fauzi. Ulang tahun orang tua mereka juga ada di bulan yang sama, demikian pula ulang tahun pernikahannya. “Ibu di bulan April, Bapak di bulan Agustus, dan menikah di bulan November.”

Foto: dok. pribadi

Bukan cuma kesamaan yang membuat Dian merasa cocok dengan Fauzi. “Saya senang keluarganya bisa menerima saya dan keluarga saya. Saya juga sudah akrab dengan adiknya…. Menikah dengan Fauzi memang harus menikah juga dengan keluarganya,” kata Dian.

Di Dunia Fantasi, Ancol, mereka membahas kelanjutan hubungan mereka. “Orang tua saya sudah bertanya-tanya,” Fauzi menuturkan. Akhirnya mereka bersepakat, Fauzi akan datang ke rumah Dian pada 15 Januari 2017 bersama keluarganya untuk melamar. Dan pada Jumat, 3 Maret lalu, pagi, mereka resmi jadi suami-istri, sembilan bulan setelah berkenalan di Setipe.

Di surat undangan, mereka memajang proses perkenalan lewat situs perjodohan Setipe. Mereka, kata Dian dan Fauzi, sama sekali tak merasa malu memakai situs jodoh untuk mendapatkan jodoh. “Mengapa harus malu…. Kami sama-sama lajang dan serius mau menikah,” kata Dian. Undangan Fauzi-Dian adalah satu dari 201 undangan pernikahan dari pasangan Setipe yang diterima oleh pengelola situs jodoh itu.

Tiga bulan sudah pasangan Setipe itu jadi suami-istri, tak banyak hal berubah dari mereka kecuali berat badan. “Berat badan saya tambah 5 kilogram,” Fauzi terbahak. Mengapa tak banyak hal yang berubah, kata Fauzi, karena sejak masih pacaran mereka memang tak mau berpura-pura dan jaim alias jaga image.

Kalau ada hal lain yang berubah, itu adalah kebiasaan mereka berangkat dan pulang kantor. Lantaran kantor yang memang berdekatan, Dian dan Fauzi berangkat dan pulang kantor selalu bareng. “Awalnya saya takut bosan juga kalau bareng terus…. Tapi sekarang kalau nggak boncengin dia, saya malah merasa ada yang hilang,” kata Fauzi.


Reporter/Redaktur: Pasti Liberti
Editor: Sapto Pradityo
Desainer: Fuad Hasim

Rubrik Intermeso mengupas sosok atau peristiwa bersejarah yang terkait dengan kekinian.

SHARE