INTERMESO

Menikmati Atraksi
Suku Ainu

Foto-foto: Sudrajat dan Yudhi S.W. (JNTO)

Selasa, 1 November 2016

Selain panorama alam, Jepang punya keberagaman budaya nan menawan. Negeri ini boleh dibilang paling maju secara ilmu pengetahuan dan teknologi di Asia, sekaligus tetap merawat seni-budaya leluhurnya. Tak seperti suku Indian di Amerika atau Aborigin di Australia, suku Ainu sebagai penduduk asli Jepang mendapat perlindungan memadai.


Video: Yudhi S.W./JNTO

Sebagai negeri berperadaban tinggi, Jepang sengaja memperkenalkan penduduk pribumi mereka kepada dunia. Setiap wisatawan yang datang dapat berinteraksi sekaligus mengenal dan menikmati seni, budaya, serta hasil kreasi mereka.

Penampilan orang-orang suku Ainu, mulai pakaian hingga aksesorinya, lebih mirip dengan suku Indian atau Dayak di Kalimantan. Mereka menggunakan ikat kepala dari kulit kayu, bulu burung, serta baju dari kulit binatang.

Di Pulau Hokkaido, Ainu banyak tinggal di wilayah Kushiro, Tohoku, Chishima, dan Sakhalin sejak ratusan tahun lalu. Tapi populasi mereka dari tahun ke tahun terus menurun. 

Mereka bersahabat erat dengan alam. Tak aneh bila rumah hingga kreasi tarian yang ditampilkan tak lepas dari kehidupan satwa yang ada di sekelilingnya.


Sebuah sumber menyebutkan, di Hokkaido terdapat sekitar 24 ribu orang Ainu. Mereka umumnya cenderung tertutup, tapi ada juga yang sudah mau melakukan kawin campur dengan suku lain.

Toko kerajinan suku Aino di Kushiro


Penulis/Editor: Sudrajat
Desainer: Fuad Hasim

Rubrik Intermeso mengupas sosok atau peristiwa bersejarah yang terkait dengan kekinian.

SHARE