INTERMESO

Jepang, Bukan Cuma Sakura dan Fujiyama




Foto: Thinkstock

Selasa, 1 November 2016

Selama ini Jepang cuma identik dengan bunga Sakura di musim semi dan Gunung Fujiyama yang legendaris. Sesungguhnya Negeri Matahari Terbit punya banyak daerah eksotis yang menarik, khususnya di musim gugur. Kota-kota di wilayah utara Pulau Hokkaido, seperti Asahikawa, Sounkyo, dan Kushiro, menjadi yang pertama memasuki musim gugur, yakni pada pertengahan September-November.

Selain Japan Air Lines yang mendarat di Narita, ada Garuda, ANA, AirAsia, dan maskapai penerbangan lain yang mendarat di Haneda. Dari Haneda, penerbangan dilanjutkan selama 1,5 jam ke Asahikawa.





Taman Nasional Daisetsuzan

Sepanjang perjalanan menuju taman ini, dedaunan berwarna hijau, kuning, oranye, dan merah menjadi pemandangan eksotis nan menyegarkan, setelah 11 jam perjalanan dari Soekarno-Hatta menuju Narita-Haneda-Asahikawa. Lahan pertanian dan perkebunan yang luas terhampar bak permadani di sisi kiri-kanan jalan.

Taman Daisetsuzan, yang dikelola pemerintah sejak 1934, sering disebut The Garden of the Gods atau Taman Surga. Di kawasan seluas 2.268 kilometer persegi ini, terdapat beberapa danau, juga masih dihuni satwa liar, seperti beruang cokelat, rusa, bajing Siberia, dan burung gagak hitam.

Taman nasional ini dapat dijangkau dengan bus dari bandara ataupun Stasiun Asahikawa selama 1-1,5 jam.



Sounkyo Onsen

Mandi bugil di kolam air panas yang bersumber dari gunung api menjadi salah satu ritual wajib wisatawan di Jepang. Sounkyo Onsen adalah pusat pemandian air panas alami favorit wisatawan.



Gin Ga No Taki

Tak jauh dari kompleks pemandian air panas, terdapat sejoli air terjun Ginga No Taki dan Ryusei No Taki. Meluncur dari ketinggian 90 dan 120 meter, air terjun ini terkesan bak ular putih yang merayap di tebing bebatuan.


Video: Budi Setiawan/20detik




Foto: Aria Sankhyaadi/JNTO

Kitami Aioi Station

Di daerah Aioi, Kushiro, terdapat sebuah kafe bekas stasiun kereta, berikut gerbong tua berwarna oranye dan biru serta lokomotif hitam. Stasiun ini terakhir beroperasi pada 1987.



Sunset di Nusamai Bridge

Panorama saat matahari terbenam dari atas jembatan dekat Dermaga Kushiro ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia, setelah Manila dan Bali. Kushiro sendiri dijuluki sebagai The Town of Mist karena seringnya kota ini berselimut kabut.




Foto: Thinkstock

Kushiro Wetland

Tancho zuru (burung bangau Jepang) merupakan salah satu satwa yang bisa dijumpai di tanah rawa seluas 28 ribu hektare ini. Bangau ini menjadi logo maskapai Japan Airlines, dan patungnya menghiasi pintu masuk Bandara Tancho Kushiro.

Lahan pertaniian sepanjang perjalanan dari Bandara Asahikawa menuju Taman Nasional Daisetsuzan


Lokomotif tua yang menghiasi sebuah kafe di bekas Stasiun Kitami Aioi


Gunung Asahi dari tepi Danau Chubetsu


Sebuah sungai kecil di Taman Nasional Daisetsuzan


Mengintip bangau jambu merah dari Observatorium Kushiro Wetland



Reporter/Penulis: Sudrajat
Editor: Sudrajat
Foto-foto: Sudrajat
Desainer: Luthfy Syahban

Rubrik Intermeso mengupas sosok atau peristiwa bersejarah yang terkait dengan kekinian.

SHARE