CRIMESTORY

Lika-liku Geng Pemaksa Perceraian di New York

Banyak pria Yahudi di Amerika Serikat menjadi korban kekejaman geng pemaksa perceraian. Geng ini dipimpin Rabi Mendel Epstein sejak 1996.

Ilustrasi: Edi Wahyono 

Sabtu, 30 Desember 2023

Seorang pemimpin agama, apapun agama dan kepercayaannya, pasti dihormati oleh jamaahnya. Sosoknya selalu menjadi panutan, karena sikap santun, bijaksana, dan penuh kasih sayangnya. Tapi pengecualian bagi Mendel Epstein, seorang Rabi Yahudi Ortodoks asal New York, Amerika Serikat. Dia mungkin jauh dari sosok ideal seorang tokoh agama.

Rabi berusia 70 tahun ini bersama rekannya dijatuhi vonis 10 tahun oleh Pengadilan Distrik New Jersey di Trenton pada 21 April 2015. Rabi yang dikenal sebagai penulis buku ‘A Woman’s Guide to the Get Process’ dihukum terkait kasus penculikan, penyiksaan, dan pemerasan kepada sejumlah pria Yahudi agar mau meneken surat perceraian yang diajukan istrinya dengan dalih tradisi agama yang disebut dengan get atau gittin.

Dikutip dari laman Kejasaan AS Distrik New Jersey (justice.gov), sejumlah dokumen di pengadilan membuktikan beberapa kejahatan Rabi Mendel Epstein. Awalnya seorang Yahudi Ortodoks bernama Israel Markowitz asal Brooklyn, New York, diminta datang ke Lakewood Towship, New Jersey, pada 1 Desember 2009. Dia janjikan akan dipekerjakan di perusahaan penghancur dokumen.

Nyatanya begitu dia datang malah disekap dan dibawa mobil van gelap dengan tangan dan kaki diikat lalu dipukuli. Tak hanya itu, tubuh Markowitz disetrum dengan pistol kejut listrik agar menyetujui untuk meneken surat cerai (get). Hal serupa juga dialami pria asal Israel bernama Yisrael Bryskman, warga negara Israel yang tengah berada di New York.

Bryskman dibujuk untuk datang ke rumah David Wax, orang kepercayaan Mendel Epstein di Lakewood pada 16 Oktober 2010. Dia datang karena dijanjikan akan dipekerjakan sebagai juru tulis teks kitab Talmud. Begitu sampai di rumah itu, dirinya dipukul wajahnya hingga tulang hidungnya patah. Tangannya di borgol, pergelangan kaki diikat dan matanya ditutup.

Dia diancam akan dimasukan ke dalam kantung mayat dan dikubur hidup-hidup. Tubuhnya terus dihajar oleh beberapa orang suruhan Epstein. Bryksman juga diancam akan disiram dengan cairan asam zat kimia dan dikencingi. Wax dan kawanannya melakukan penyiksaan setelah menerima uang sebesar US$ 100 ribu dari keluarga istri Bryskman.

Rabi Mendel Epstein pendiri Geng Pemaksa Perceraian New Jersey.
Foto: BBC_AP

Uang itu dibagi dua, sebagian untuk Wax dan anggotanya, sebagian lagi diberikan kepada Mendel Epstein sebagai pemimpinnya. Tak hanya itu, komplotan ini juga memeras ayah Bryskman di Israel melalui telepon agar menyerahkan uang US$ 50 ribu lagi. Jika tak dikabulkan, maka Bryskman akan ditembak kepalanya.

Kelompok Epstein kembali menyerang Usher Chaimowitz dan Menachem Teitelbaum asal Brooklyn, New York, 22 Agustus 2011. Keduanya dipukuli, diikat, dan mulutnya disumpal kaos kaki kotor selama dua jam, hingga Chaimowitz menyerah dan menyetujui untuk memberikan tanda tangan surat untuk menceraikan istrinya.

Teitelbaum penuh luka lebam di wajahnya, giginya banyak yang rontok. Teman Chamowitz itu sempat bertanya kepada para penyiksanya, kenapa memukuli mereka. “Celakalah bagi pelaku kejahatan, celakalah bagi sesamanya,” jawab seorang penyerang dengan mengutip sebuah ayat dalam kitab Talmud.

Dua bulan kemudian, Wax dan istrinya Judy ditangkap polisi Lakewood karena terlibat penculikan dan penyiksaan kepada Bryskman pada pertengahan Oktober 2011. Kepada polisi, Wak mengaku aksinya itu atas perintah Rabi Mendel Epstein. Saat penyiksaan kepada korbannya, David Epstein, putra sang rabi ada di lokasi kejadian.

Berdasarkan pengakuan tersebut, biro penyelidik federal atau Federal Bureau of Investigation (FBI) mulai mengusut kasus kejahatan itu sejak Agustus 2013. Dua agen FBI menyamar sebagai pasangan suami-istri yang akan bercerai. Agen wanita menyamar sebagai istri yang akan menceraikan suaminya menghubungi Martin Wolmark, 57 tahun, salah satu anggota komplotan geng Epstein, pada 1 Agustus 2013.

Mereka lalu melakukan telekonferensi dengan Rabi Mendel Epstein. Sang rabi meminta uang sebesar US$ 10 ribu untuk menyogok anggota Beth Din atau Pengadilan Kerabian Yudaisme, dan US$ 60 ribu untuk orang-orangnya yang diklaim memiliki ilmu bela diri. Epstein mengatakan, dirinya tidak akan hadir dalam penyiksaan tersebut, tapi akan ada di sebuah acara publik sebagai alibi mengelabui orang.

Agen wanita yang menyamar menyerahkan cek sebesar US$ 10 ribu kepada Epstein dalam amplop bertuliskan ‘konsultasi’. Setelah itu, Epstein berkendara dari New York melintasi perbatasan menuju sebuah Edison, Middlesex County, New Jersey, pada 29 September 2013. Dia mengecek sebuah gedung untuk pertemuan dan tempat penyiksaan.

Empat hari kemudian, Epstein bertemu dengan agen wanita yang didampingi Wolmark. Dalam pertemuan tersebut agen wanita itu merekam semua percakapan mereka. Seperti tentang rencana penculikan, penyerangan, dan penyiksaan agar pihak suami memberikan uang dan tanda tangan surat cerai.

Eksekusi penculikan dan penyiksaan diserahkan kepada kelompok yang dipimpin oleh Rabi Benyamin Stimler. Rabi ini membawa 7 anggotanya yang berasal dari Brooklyn dan Monsey. Mereka mereka menumpang 2 mobil van hitam dari New York menuju New Jersey. Ketujuh orang itu adalah Jay Goldstein (61), Moshe Goldstein (32), Avrohom Goldstein (33), Simcha Bulmash (32), David Hellman (33), Sholom Shuchatn (35,) dan Areil Potsah (42).

FBI menggeledah markas Geng Pemaksa Perceraian pimpinan Rabi Mendel Espentein tahun 2013.
Foto: USA Today 

Tim penculik dan penyiksa tersebut tiba di gudang Edison pada 9 Oktober 2013 pukul 20.00 waktu Amerika. Tim penculik mengenakan masker sky, topeng halloween dan bandana sudah membawa agen pria yang menyamar sebagai suami. Selama 15 menit mereka berdiskusi untuk menarik sang suami dari kantor gudang di lantai atas menuju lantai bawah.

Mereka menyiapkan tali nilon sepanjang 30 meter, penutup mata, minuman vodka, pelat nomor palsu serta peralatan untuk menyiksa. Tapi sebelum aksi mereka dilakukan lebih jauh, tiba-tiba serombongan polisi datang mengepung lokasi itu sekitar pukul 00.23 waktu setempat. Polisi berhasil menangkap Rabi Benyamin Stimler bersama ketujuh orang suruhannya itu.

Sementara, Rabi Mendel Epstein ditangkap di rumahnya di Brooklyn, New York pada malam hari yang sama. Setelah dua tahun melalui serangkaian penyidikan, berkas perkara Rabi Mendel Epstein dan gengnya yang sebagian besar merupakan anggota komunitas Yahudi Haredi, salah satu kelompok dalam Yahudi Ortodoks itu dilimpahkan ke Pengadilan Distrik New Jersey, Trenton, pada 18 Februari 2015.

Tiga bulan kemudian, Pengadilan Distrik New Jersey yang dipimpin hakim Freda L. Wolfson menjatuhi vonis 10 tahun penjara kepada Rabi Mendel Epstein pada April 2015. Selanjutnya, anggota geng lainnya juga mendapat hukuman yang setimpal. Rabi Benyamin Stimler divonis 5 tahun penjara. Jay Golstein divonis 8 tahun penjara.

Lalu, Avrohom Goldstein divonis 3,5 tahun penjara, Areil Potash divonis 1,5 tahun penjara pada pada 19 November 2015. Sholom Shuchatn, Moshe Goldstein dan Simcha Bulshman dihukum 4 tahun, David Hellman dihukum 3,5 tahun, Martin Wolmark dihukum 3 tahun penjara.

Sementara putra Rabi Mendel Epstein, David, oleh juri pengadilan dibebaskan. Dengan ditahannya mereka geng yang sudah berdiri sejak 1996 itu pun bubar dengan sendirinya. Selama berdiri, kekejaman geng ini menimbulkan banyak korban, setidaknya mencapai puluhan orang.


Penulis: M Rizal
Editor: Irwan Nugroho

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE