Foto: Anggota Texas Seven, perampok sadis di malam Natal, 24 Desember 2000 (Texas Department of Criminal Justice).
Minggu, 24 November 2023Tujuh orang terlihat memasuki toko Oshman Sporting Goods yang terletak di pinggiran kota Irving, Texas, Amerika Serikat, Minggu, 24 Desember 2000 sore. Ketujuhnya masuk toko terbesar yang menyediakan berbagai macam peralatan olahraga, outdoor, dan perlengkapan berburu itu. Saat itu toko akan tutup lebih awal, karena karyawannya hendak merayakan malam natal bersama keluarga masing-masing.
Ketujuh orang ini menatap liar para karyawan. Mata mereka memindai sosok pimpinan di toko tersebut. Salah satu dari mereka menghampiri manajer toko bernama Wes Ferris. Begitu dia berada di dekat Ferris langsung menodongkan pistol 357 merk Smith and Wesson ke dadanya. Perampok mengancam akan menembaknya dan meminta para karyawan dan satpam dikumpulkan.
“Saya membalikkan badan dan melihat empat orang lainnya di toko dan mereka semua bersenjata,” ungkap Ferris dalam wawancaranya dalam program "Homicide for the Holidays di Oxygen" diputar pada 8 Desember 2019 lalu.
Ferris mengisahkan ketujuh orang perampok itu mengimbau semua karyawan tetap tenang dan mau bekerja sama. Semua karyawan dibariskan, lalu diikat dan sumpal mulutnya di ruang istirahat di belakang toko. Sebagian perampok menjarah mesin kasir, brankas uang, dan berbagai barang-barang berharga lainnya.
Selain itu, mereka menjarah beberapa pucuk senjata api berbagai jenis dengan amunisinya dan pakaian. Mereka juga meminta kunci mobil milik Ferris dan menyita rekaman CCTV di dalam toko. Aksi mereka ini ternyata dilihat tak sengaja oleh Misty Simpson dari balik jendela di luar toko. Sebenarnya dia hendak menjemput pasangannya yang menjadi karyawan toko itu untuk pulang bersama-sama.
“Saya pergi menuju telepon umum dan menelepon sahabat saya. Saya katakan bahwa toko ini sedang dirampok. Dan sepertinya dia mengatakan, ‘saya akan datang ke sana’,” kenang Simpson.

Toko Oshman's Spotying Goods di Irving, Texas, AS lokasi perampokan 'Texas 7'.
Foto: Texas State Historical Association (TSHA)
Ternyata Simpson menelepon temannya seorang petugas polisi yang tengah beristirahat bersama istri dan anak-anaknya di restoran yang berjarak 1 mil dari toko Oshman. Hawkins yang mendapat kabar buruk itu segara pamit kepada istrinya untuk mendatangi toko. Simpson pun langsung menelepon nomor 911 melaporkan aksi perampokan tersebut.
Hawkins tiba di parkiran toko Oshman. Sejurus kemudian, Hawkins membawa mobil patrol polisi yang biasa dia gunakan menuju belakang toko. Melihat mobil polisi datang, salah satu perampok berteriak dan langsung menembaki Hawkins. Terjadilah aksi tembak menembak di antara mereka. Kesempatan itu digunakan Ferris untuk menelpon 911 pada pukul 17.45 waktu Amerika.
Hawkins yang terluka karena tembakan sempat menghubungi rekan polisi yang sedang bertugas melalui handy talk-nya. Satu orang petugas polisi datang tidak lama kemudian. Tapi nahas, Hawkin sudah terlihat terkapar di tanah tak berkutik. Sementara para perampok sudah kabur membawa mobil Ford Explorer warna putih buatan tahun 1996 milik Ferris.
Saat kabur, ketujuh perampok berhasil menggondol uang senilai US$ 70.000 (setara Rp 1,078 miliar kurs saat ini), 42 pucuk senjata berbagai jenis, amunisi, serta pakaian. Polisi rekan Hawkins lalu meminta bantuan kepada petugas polisi lainnya. Tak lama kemudian polisi berdatangan, termasuk tim Special Weapon and Tactics (SWAT) tiba di lokasi kejadian.
Hawkins langsung dibawa ke Rumah Sakit Parkland Memorial. Tapi 11 luka tembak yang mengenai tubuhnya tak bisa menyelamatkan nyawanya. Kepolisian Texas lalu membuat penyelidikan dan menyebar informasi pencarian mobil Ford Explorer putih tahun 1996 yang dibawa kabur para pelaku melalui televisi lokal. Selain itu kepolisian juga memberikan imbalan hadiah uang US$ 100.000 bagi siapa pun yang bisa menangkap mereka.
Tidak begitu lama, kendaraan Ford ditemukan di areal parkirkan sebuah apartemen berjarak 1 mil dari toko Oshman. Saat diperiksa terlihat bangku bagian depan di dalam mobil berlumuran darah. Diperkirakan salah satu penjahat mengalami luka tembak akibat ditembak oleh Hawkins yang berusaha mencegah aksi perampokan.
Polisi menyimpulkan ketujuh perampok adalah narapidana yang kabur dari Unit John B. Connally, sebuah penjara negara bagian dengan keamanan maksimum di wilayah Kennedy, Texas bagian selatan pada 13 Desember 2000. Lolosnya mereka dari penjara tersebut membuat sejumlah media menjulukinya dengan sebutan ‘Texas 7’ atau Texas Tujuh.
Mereka adalah Josep Christopher Garcia terpidana kasus pembunuhan, Randy Ethan Halprin terpidana pelecehan seksual dan penganiayaan, Larry James Harper terpidana pelecehan seksual, Patrick Henry Murph Jr terpidana pelecehan seksual, Donald Keith Newbury terpidana perampokan dan pembunuhan, George Angel Rivas Jr terpidana perampokan, dan Michael Anthony Rodriguez terpidana pembunuhan istri dan saudaranya sendiri.

Aubrey Wright Hawkins, polisi yang dibunuh perampok Texas 7.
Foto: Irving Police
Penjahat yang memimpin buronan adalah George Angel Rivas, terpidana hukuman seumur hidup dan baru 18 bulan mendekam dipenjara. Kabar perampokan toko Oshman dilakukan tujuh buronan itu membuat ketakutan penduduk di seluruh wilayah Texas. Mereka yang tengah putus asa diburu polisi dan polisi federal yang tak segan-segan nekat membunuh siapa pun yang ditemuinya. Apalagi mereka saat itu menyamar dengan memakai pakaian misionaris.
Di tengah penyelidikan kantor polisi Arlington, Texas menerima telepon dari seorang karyawan hotel pada 26 Desember 2000. Dia mengatakan mengenali keberadaan anggota Texas 7 di hotel yang berjarak 10 mil dari kota Irving. Namun, begitu tim SWAT mengeruduk tempat itu, ketiga tamunya bukanlah buronan yang dicari polisi.
Penyelidikan sempat mengalami kebuntuan. Tapi secercah harapan kembali muncul ketika seorang agen biro penyelidik federal atau Federal Bureau Investigation (FBI) memberikan informasi. Sang agen mendapatkan informasi dari Departemen Sheriff Teller County, Colorado tentang petunjuk kuat keberadaan Texas 7 pada 20 Januari 2001.
Berkat petunjuk itulah akhirnya polisi berhasil menangkap George Rivas, Michael Rodriguez dan Joseph Garcia pom bensin RV Park, Woodland Park, Colodaro pada 20 Januari 2001. Dari situ, polisi juga mengetahui keberadaan Randy Ethan Halprin dan Larry James Harper tak jauh dari lokasi persembunyiannya.
Saat akan ditangkap Halprin dan Harper melawan dengan menembaki polisi. Karena frustrasi dan ketakutan, Harper putus asa dan bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri. Sedangkan dua perampok lainnya, yaitu Donald Newbury dan Patrick Murphy ditangkap di Hotel Holiday Inn di Colorado Springs, Colorado pada 23 Januari 2001.
Keenam pelarian itu dikembalikan ke Texas dan didakwa atas kasus perampokan dan pembunuhan. Keenam orang ini dijatuhi vonis hukuman mati oleh Pengadilan Banding Kriminal Texas pada 2007. Michael Anthony Rodriguez dieksekusi mati pada 14 Agustus 2008. Selanjutnya, George Rivas dieksekusi mati pada 29 Februari 2012. Donald Newbury dieksekusi mati 4 Februari 2015.
Pada 4 Desember 2018, Joseph Garcia menyusuk dieksekusi dengan cara suntik mati. Dua pelaku lainnya, Patrick Murphy dan Randy Ethan Halprin yang dijadwalkan akan dieksekusi pada 2019 mengalami penundaan hingga saat ini. Sementara lima jenazah bandit yang sudah dieksekusi mati dikuburkan di Pemakaman Kapten Joe Byrd, Texas.
Penulis: M Rizal
Editor: Irwan Nugroho