CRIMESTORY

Bisnis Kokain Mantan Model

Angie Sanclemente adalah mantan model atau peragawati busana pakaian dalam pada 2000. Tapi ia berubah menjadi ratu kokain satu dasawarsa kemudian.

Foto: Angie Sanclemente (Reuters)

Jumat, 02 Juni 2023

Dua gadis muda berparas cantik terlihat melenggang dengan kopernya masing-masing ke area dalam Bandara Internasional Ezeiza, Buenos Aires, Argentina, Minggu, 13 Desember 2009. Keduanya melangkah gemulai bak peragawati di atas catwalk. Kehadiran kedua gadis model itu menjadi perhatian pengunjung bandara, sudah tentu juga lirikan mata kaum adam.

Kedua gadis berusia 20 tahunan itu nampaknya akan bepergian ke luar negeri. Awalnya semua tampak tak ada masalah. Tapi langkah mereka terhenti ketika kedua koper dimasukkan alat pemindai yang menunjukkan sinyal aneh pada isinya. Ditambah, tatapan mata petugas bandara penuh curiga kepada wajah kedua gadis tersebut.

Kedua gadis itu sempat protes ketika diminta menuju ruangan khusus untuk diperiksa. Tidak lama kemudian, polisi bandara atau Policia de Seguridad Aeroporturia (PSA) tiba. Mereka lantas mengambil paspor, dan diketahui masing-masing bernama Maria Noel Lopez dan Ariel Leticia berasal dari Argentina.

Kemudian polisi bandara menggelah koper keduanya. Tak lama, ditemukan beberapa bungkusan rapi yang mencurigakan. Bungkusan tersebut disimpan bersamaan dengan peralatan kosmetika. Begitu dibuka, terlihat serbuk putih di dalamnya. Polisi yang curiga segera menguji serbuk-serbuk putih tersebut.

Hasilnya ternyata serbuk itu positif berbahan narkotika golongan 1, yaitu kokain (coke). Narkotika yang berasal dari tanaman Erythroxylon Coca yang banyak tumbuh di Amerika Selatan dikemas dalam beberapa bungkusan rapi dengan total berat 55 kilogram (120 pon). Nilainya ditaksir seharga US$ 3,3 juta atau setara dengan Rp 49 miliar lebih.

Raut wajah Maria dan Ariel yang awalnya gembira berubah menjadi pucat pasi. Langkah mereka pergi ke luar negeri untuk menyelundupkan barang haram itu terbongkar. Keduanya lalu diinterogasi lebih mendalam. Mereka mengaku diminta membawa kokain itu ke Spanyol dan Eropa.

Maria dan Ariel diduga merupakan kurir dari jaringan perdagangan narkoba internasional. Keduanya mengenakan cincin khusus disamarkan sebagai perhiasan yang disematkan di jari tangannya agar mudah diketahui target atau anggota mafia narkoba lainnya. Cincin itu juga yang diduga agar mudah diketahui oknum petugas bandara yang akan membantu meloloskan barang haram seberat 55 Kg yang dibawanya.

Kedua gadis itu memang polos dan dengan mudah polisi berhasil mengorek keterangannya. Keduanya mengaku diiming-imingi membawa kokain ke luar negeri dengan bayaran US$ 3.000-5000 (Rp 44,7 juta - 74,5 juta). Keduanya merupakan model pada sebuah agensi lokal di Argentina.

Dikutip dari CNN, El Tiempo dan Ambito, Maria dan Ariel menjadi kurir yang diistilahkan dengan sebutan 'keledai' jaringan narkoba yang dipimpin Angie Sanclemente Valencia asal Kolombia. Angie bukan lah orang kriminal biasa. Dia dikenal di sejumlah negara di kawasan Amerika Latin sebagai foto model dan peraga busana pakaian dalam wanita.

Angie Sanclemente Valencia masuk DPO Interpol
Foto: Interpol-Spiegel

Angie juga sering mengukuti ajang kontes kecantikan di kawasan Amerika Latin. Malah, ia sempat dinobatkan menjadi Ratu Kopi dalam kontes kecantikan Reinado Internacional del Cafe (Ratu Kopi Internasional) pada 2000. Tapi gelar itu dicopot dua hari kemudian, setelah diketahui Angie ternyata sudah menikah. Gelar itu lalu dianugerahkan kepada saingannya, Ximena Andrea Garcia Buitrago.

Serangkaian penyelidikan dilakukan Polisi Unit Operasi Keamanan dan Pencegahan Bandara Ezeiza. Mereka menangkap beberapa orang yang diduga terlibat penyeludupan kokain itu atas keterangan Maria dan Ariel. Polisi juga meminta bantuan Interpol Argentina untuk melacak keberadaan Angie Sanclemente yang masuk ke negeri Tango itu menggunakan nama palsu.

Setelah perjuangan keras, polisi akhirnya berhasil mengendus keberadaan Angie. Dia ditangkap ketika berada di sebuah kamar Hotel K-Lodges di Jalan Paraguay 3358 kawasan Palermo, Buones Aries. Saat ditangkap penampilan Angie sudah berubah. Rambut cokelatnya dicat warna pirang. Berat badannya juga sudah tak seideal sebagai model yang biasa langsing.

"Dia adalah kunci dan bagian dari organisasi kriminal penyelundupan narkotika yang terus kami selidiki. Ini bagian dari tingkat tinggi," ungkap Kepala Unit Regional 1 PSA, Maximiliano Lencina, pasca penangkapan tersebut.

Lencina mengungkapkan, Angie Sanclemente masuk ke Argentina dengan nama palsu, serta membawa anjing ras asal Jerman, Pomeranian, pada Senin, 7 Desember 2009. Dia datang untuk mengembangkan bisnis gelapnya mengatur lalu-lintas peredaran narkoba, khususnya kokain yang berasal dari Argentina ke Eropa melalui Cancun di Meksiko.

Operasinya belum sebulan penuh, tapi rencana itu gagal. Polisi bandara menangkap anak buahnya, Maria dan Ariel, sepekan setelah dia tiba di Argentina. Polisi juga menangkap pacar Angie bernama Nicolas Gualco asal Argentina. Dua pria lainnya yang ditangkap adalah paman Gualco bernama Daniel Monroy dan Gustavo Perez asal Venezuela.

Paket kokain yang dibawa Maria dan Ariel ternyata dikemas di kamar hotel yang disewa Gustavo di Buones Aries. Polisi juga mendapatkan fakta lainnya berupa hasil rekaman sadapan telepon yang menyebutkan Angie selalu dipanggil dengan sebutan 'Diamente' (Diamond) atau 'Pepo'.

Tak hanya itu, polisi juga menemukan hubungan relasi antara Angie dengan gembong narkoba Meksiko bernama Fermin David Perez Moreno. Sosok gembong narkoba ini yang dikenal dengan julukan 'The Monster' atau 'El Monsturo'.

Mantan Ratu Kecantikan Kolombia, Angie Sanclemente Valencia ditangkap polisi.
Foto: Alejandro Andam-AP

Keduanya kerap melakukan upaya transaksi penyelundupan kokain ke negera-negara di kawasan Amerika Selatan, Amerika Utara (Amerika Serikat) dan Eropa. Tak heran bila Angie juga dibidik agen dari badan narkotika AS, yaitu Drug Enforcement Administration (DEA) dan badan antinarkoba Kolombia.

Tugas utama Angie adalah mengatur penyelundupan narkoba dari Kolombia dan Argentina ke Meksiko. Untuk itu, dia merekrut sejumlah gadis muda yang cantik dari dunia model. Mereka inilah yang akan menyeberang perbatasan dengan bayaran US$ 5.000 per pengiriman.

Alasan menggunakan gadis muda dan cantik karena dianggap sebagai "bidadari cantik yang tidak mencurigakan" yang seharusnya baik, tapi tidak mencolok. Sementara pacar Angie, Gualco dipercaya bertugas menyelundupkan narkoba dari Meksiko ke Eropa dengan bayaran US$ 14.000 per kilogram.

Setelah ditangkap Angie dimasukan ke dalam tahanan Penjara Khusus Wanita Unit 3 di Ezeiza sejak 16 Juni 2010. Dia menjalani serangkaian persidangan di Pengadilan Pidana di Retiro, Buones Aries. Hingga akhirnya hakim Rafael Caputo memberikan vonis penjara selama 6 tahun, 8 bulan.

Tapi baru setengah menjalani masa penahanan, Angie mendapat pembebasan lada 27 September 2013. Dia langsung dideportasi ke negara asalnya, Kolombia dan dilarang kembali ke Argentina. Sejumlah media menjulukinya sebagai Ratu Narkoba atau Ratu Kokain.


Penulis: M Rizal
Editor: Irwan Nugroho

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE