Foto: NEWSru-Wikipedia
Sabtu, 29 April 2023Alexander Viktorovich Solonik dikenal sebagai salah satu pembunuh bayaran paling terkenal di dunia pada era 1990-an (superkiller). Dia disebut memiliki kemampuan menghilang dan muncul secara tiba-tiba ketika beraksi atau kabur. Tapi mengapa bandit sehebat dia bisa dilumpuhkan dan mayatnya ditemukan mengenaskan di Yunani pada awal 1997?
Selain menjadi buronan polisi Rusia, Solonik ternyata diburu oleh anggota gangster, karena dianggap berkhianat. Mulai kesal, Solonik merencanakan untuk menghancurkan mafia Orekhovskaya pimpinan Sergei Butorin, tempat bernaung sebagai pembunuh bayaran.
Dikutip dari majalah Master Detective edisi Juli 2022, setelah beberapa pekan kabur ke Negeri Para Dewa pada akhir 1996, Solonik berhasil mengambilalih sebuah geng berkekuatan 50 orang. Di hadapan anggota geng yang hadir di villa kawasan Lagonisi, Attica, sekitar 30 km dari Kota Athena, Yunani, Solonik sesumbar akan menyingkirkan dan menghancurkan mafia Orekhovskaya.
Rupanya anggota geng barunya berkhianat dan melaporkannya kepada Sergei Butorin. Bos mafia Rusia itu lalu mengirimkan beberapa pembunuh bayaran untuk menghabisi Solonik dan pacarnya, Svetlana Kotova, finalis Miss Rusia 1996 yang tengah berada di suatu tempat Yunani pada pada 30 Januari 1997. Para pembunuhnya merupakan mantan tentara Uni Soviet yang juga sangat mengenal Solonik.
Dalam sebuah artikel yang ditulis Nikolay Shevchenko di laman Russian Beyond (RBTH), 21 Agustus 2022, disebutkan bahwa dekade 1990-an merupakan era pembunuhan kontrak (pembunuh bayaran) di Rusia. Hal itu terjadi pasca runtuhnya komunis di Uni Soviet pada Desember 1991, menyebabkan kondisi ekonomi bobrok, kemiskinan meningkat dan harapan yang tinggi didorong transisi yang cepat ke arah kapitalisme.
Negara lemah dan uang liar yang membanjiri pasar Rusia dengan cepat mengubah keadaan menjadi tanpa hukum. Banyak bekas pemimpin komunis, militer, dan polisi beralih ke dunia kriminalitas. Kala itu membunuh atau dibunuh bukan lagi menjadi sebuah ungkapan belaka. Tercatat, selama dekade itu, ada 32 ribu kasus pembunuhan di Rusia. 1.500 kasus di antaranya adalah kasus pembunuhan kontrak.
Para pembunuh profesional ini kebanyakan berlatarbelakang mantan militer, polisi, penegak hukum, dan intelijen. Misalnya, Alexander Solonik (Sasha Makedonsky) mantan tentara Angkatan Darat Uni Soviet dan mantan polisi. Ia tercatat telah membunuh 43 orang anggota mafia dan pihak lainnya.

Sergei Butorin bos mafia Orekhovkaya ditangkap di Spanyol, 2005.
Foto : RIA News/Telle Report
Lalu pembunuh bayaran elit lainnya, Alexander Pustovalov (Sasha Soldat), juga mantan anggota Korp Marinir Uni Soviet. Ia bahkan pernah menjadi tentara sukarelawan dalam Perang Chechnya pada 1994. Catatan kriminalnya yaitu ia telah membunuh 35 orang anggota mafia dan pihak lainnya.
Solonik dan Pustovalov sama-sama bagian dari mafia Orekhovskaya. Dalam buku Blowing Up Russia karya Yuri Felshtinsky dan Alexander Litvinenko (2004) disebutkan, sebelum nyemplung ke dunia krimimal, Alexander Solonik adalah bagian dari Brigade Kurgan, yang berada di bawah kendali Dinas Keamanan Federal Federasi Rusia (FSB).
Kelompok Kurgan yang kebanyakan orang berasal dari Kota Kurgan ini muncul di Moskow sejak awal 1990. Kelompok ini mengambilalih mafia Orekhovkaya yang saat itu masih dipimpin oleh Sergei Timofeiev alias Sylvester. Timofeiev diketahui sebagai agen dari Dinas Kontraintelijen Federal Rusia (FSK) yang dikenal dekat dengan mantan perwira Departemen Kelima KGB Uni Soviet bernama Maiorov.
Tapi, di masa Timofeiev, organisasi kejahatan bawah tanahnya itu dirongrong oleh Sergei Butorin (Osya). Timofeiev ditemukan tewas dalam sebuah ledakan mobil Mercedes-600 yang tengah ditumpanginya pada Sepetember 1994. Sejak itu, satu per satu anggota mafia Orekhovkaya loyalis Timofeiev menghilang dan tewas.
Sergei Butorin lantas membangun mafia Orekhovskaya yang baru. Ia merekrut banyak anggota yang berasal dari Kota Orekhov, Kurgan, dan organisasi kejahatan Medvedkov. Bahkan, Butorin merekrut anggota mafia berasal dari para mantan dinas intelijen Rusia (GRU), polisi rahasia Soviet (MVD), dan pasukan pendarat Rusia (VDV).
Mereka ini dijadikan sebagai 'petugas pembersih' alias pembunuh bayaran. Nah, kebanyakan dari mereka ini berasal dari kota atau kelompok Kurgan. Akhir tahun 1994, kelompok ini dipimpin oleh Koligov, Neliubin, dan Ignatov. Ketenaran petugas pembersih asal Kurgan ini menyebar seantero Rusia. Salah satunya yang terkenal adalah Alexander Solonik. Tapi pembunuh paling aktif dan berbahaya sebenarnya adalah Konakhovic.
Kelompok Kurgan musuh bebuyutan dengan ini kelompok Bauman yang kebanyakan berasal dari wilayah Dagestan. Mafia Bauman dikenal menguasai salah satu perusahaan mobil milik Amerika Serikat. Intinya, kelompok Kurgan ingin menguasai bisnis Bauman yang secara sembunyi-sembunyi menyelundupkan narkoba dari Kolombia yang dimasukan dalam ban-ban mobil tersebut.
Sepak terjang kelompok Kurgan selalu diawasi petugas Tim Seksi ke-12 dari Departemen Penyelidik Kejahatan Rusia (MUR). Tim MUR sangat gigih untuk menangkapi dan menjebloskan anggota kelompok Kurgan agar mau membocorkan informasi kegiatan mafia Orekhovkaya yang menyimpan banyak kasus pembunuhan, termasuk informasi pembunuh jurnalis dan host televisi Channel ORT, Vladislav Listyev, pada 1 Maret 1995.
Dua anggota kelompok Kurgan yang sempat dijebloskan ke penjara super ketat di Matrosskaya Tishina, Moskow akhirnya mau buka suara setelah meminta jaminan keamanan. Tapi naas, di hari yang sama keduanya ditemukan tewas di selnya masing-masing sebelum dipindahkan ke penjara Lefortovo. Nasib berbeda dialami Solonik.

Kelompok mafia Orekhovkaya
Foto : Topwar.ru
Di tahun yang sama, Solonik juga ditangkap dan dijebloskan ke penjara Matrosskaya Tishina. Tapi dia ditempatkan di sel bagian sayap khusus. Seolah-olah sel itu untuk memudahkannya kabur melarikan diri. Dan benar, pada pertengahan tahun 1995, Solonik kabur ke Yunani.
Penangkapan sejumlah anggota kelompok Kurgan ini berkat laporan agen rahasia yang nyambi sebagai pemimpin organisasi kriminal Koptev bernama Vasily Naumov kepada Seksi ke-12 MUR. Karena tak ingin kelompok Kurgan yang selama ini dibina FSB dihancurkan, mereka menghubungi kelompok tersebut tentang pertemuan Naumov dan agen MUR.
Tak lama, Naumov ditemukan tewas diberondong tembakan di dalam mobilnya pada 27 Januari 1997. Sejak pimpinan Dinas Keamanan Presiden (SBP) Alexander Korzhakov dicopot dari jabatannya, kelompok Kurgan kian melemah. Ditambah dinas polisi rahasia Rusia (MVD) pun bertekad untuk menghancurkan kelompok Kurgan dengan 'meneken' kontrak dengan kelompol Bauman, musuh bebuyutan anggota mafia Kurgan.
Sementara Sergei Butorin bos mafia Orekhovskaya juga memburu semua kelompok Kurgan atas kendali dari pihak FSB atau GRU. Butorin meminta semua anggotanya menembak mati kelompok Kurgan, termasuk Solonik, Koligov, Neliubin dan Ignatov. Dia mengirimkan Alexander Pustovalov 'Sasha Soldat' dan Seriozha ke Athena, Yunani pada Januari 1997.
Keduanya hanya bisa menemukan Solonik yang tengah berada di villa. Pustovalov dan Seriozha yang mengenal Solonik menjebaknya untuk bertemu. Selanjutnya Pustovalov membunuhnya dengan cara menjerat leher Solonik dengan seutas tali dari belakang dan membuangnya ke tempar sampah di pinggiran hutan Varybobi pada 30 Januari 1997.
Alexander Pustovalov alias Sasha Soldat ditangkap pada 1999 dan diganjar hukuman 24 tahun penjara. Sedangkan, bos mafia Orekhovskaya, Sergei Butorin alias Osya ditangkap di Spanyol pada 2001. Dia baru diekstradisi ke Rusia pada 2010 dan divonis hukuman seumur hidup oleh pengadilan Moskow.
Dalam persidangan di pengadilan Moskow, Butorin diketahui memiliki daftar 29 orang yang menjadi target dan korban pembunuhannya. Salah satunya, yaitu Alexander Solonik. Yang menarik, baik Solonik, Pustovalov dan Butorin bukanlah anggota geng atau kriminal biasa. Tetapi ketiganya merupakan bekas serdadu militer Uni Soviet.
Penulis: M Rizal Maslan
Editor: Irwan Nugroho