INTERMESO

Pembunuh Bengis dari Bekasi

Ecky Listiantho dilaporkan hilang oleh keluarganya. Ditemukan jadi tersangka pembunuh dengan cara memutilasi kekasih gelapnya.

Ilustrasi: Edi Wahyono

Sabtu, 21 Januari 2023

Sejumlah anggota polisi tiba-tiba mendatangi Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 29 Desember 2022 malam. Mereka mencari sebuah kontrakan berupa rumah petak yang terletak di lingkungan RT 001/RW 002. Kedatangan polisi untuk mengecek keberadaan M. Ecky Listiantho, 34 tahun, yang dikabarkan hilang oleh keluarganya lima hari sebelumnya.

Pencarian polisi itu dilakukan setelah Polsek Bantargebang menerima lapiran orang hilang dari Ellyzar Zachra, 34 tahun, yang beralamat di Denaya Margahayu Residence, Mustikasari, Mustikajaya, Kota Bekasi, Sabtu, 24 Desember 2022. Ellyzar melaporkan suaminya itu menghilang setelah pamit hendak mengambil uang di sebuah mesin anjungan tunai mandiri (ATM), Jumat, 23 Desember 2022 pukul 09.00 WIB.

Saat itu, pria kelahiran Jambi tahun 1988, itu, ke luar rumah dengan menumpang taksi online. Terakhir pergi, pria yang memiliki tinggi badan 170 cm tersebut hanya memakai baju koko rabbani warna merah dan kaos. Yang mengkhawatirkan Ellyzar, suaminya itu baru saja sembuh setelah dirawat di rumah sakit akibat sakit lambung.

Ellyzar sempat menghubungi handphone milik suaminya, namun sudah tak aktif. Ia juga sempat menanyakan keberadaan Ecky kepada keluarganya. Keberadaam Ecky sempat dilacak melalui aplikasi pencari jejak. Posisinya diketahui berada di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur, dan sempat menarik sejumlah uang di mesin ATM.

Berbekal laporan itu, Polsek Bantargebang melapor ke Polres Bekasi dan Subdit IV Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Mulailah diselidiki lokasi-lokasi yang diduga sempat didatangi Ecky, melacak riwayat perjalanan di aplikasi jasa transportasi online, serta melacak rekaman CCTV di ATM di Rawalumbu dan  Kalimalang.

Awalnya polisi kesulitan, karena akun Ecky di aplikasi jasa transportasi online sempat nonaktif. Tapi, lima hari kemudian, akunnya kembali aktif dengan nomor handphone yang berbeda. Setelah mendeteksi Ecky di Kampung Buaran, Tambun Selatan, polisi bergerak menuju lokasi tersebut, Kamis, 29 Desember 2022, sekitar pukul 23.00 WIB.

Rumah petak yang disewa Ecky di Tambun Selatan digaris polisi 
Foto: Dok Detikcom

Rupanya Ecky sempat menempati sebuah rumah petak di RT 001/002 Kampung Buaran, Lambangsari, Tambun Selatan. Dari informasi yang diperoleh, Ecky menempati rumah kos bernomor 6. Tapi, polisi tak mendapatkan orang yang dicari, karena pintu terkunci. Polisi pun menghubungi sejumlah warga, termasuk pengurus rukun tetangga.

Polisi meminta agar dipanggilkan pemilik rumah kontrakan itu agar bisa membuka pintu kamar. Setelah itu, polisi dan beberapa warga masuk. Mereka mendapati indekos seperti tak terurus. Banyak sampah, termasuk bekas sisa makanan. Setelah beberapa lama menggeledah, polisi menemukan sesuatu yang mengurigakan di kamar mandi.

Di tempat itu ditemukan dua boks kontainer plastik. Melihat kejanggalan itu, polisi dan warga membuka kedua boks tersebut. Alangkah terkejutnya mereka ketika menemukan isi di dalam boks itu. Boks pertama berisi potongan tubuh manusia yang ditutupi tanah. Satu boks lagi berisi potongan tubuh manusia yang dibungkus kantong plastik dengan rapat dan rapih.

Polisi menemukan juga satu koper berisi pakaian wanita dan KTP atas nama Angela Hindrianti Wahyuningsih, 54 tahun. Saat itu polisi belum mengetahui sosok dan identitas dari tujuh potongan tubuh berjenis perempuan. Potongan tubuh yang sudah mulai hancur itu diduga merupakan korban pembunuhan.

Saat polisi menggeledah tempat itu, tiba-tiba muncul sebuah mobil di jalan menuju kontrakan. Tapi mobil itu tiba-tiba berbalik arah dan tancap gas begitu melihat banyak polisi dan warga. Melihat gelagat mencurigakan polisi mencoba mengejar dan menghentikan laju mobil tersebut.

Beruntung, ketika mobil itu belum berjalan terlalu belum jauh, polisi bisa menghentikannya. Setelah dibuka, polisi menemukan Ecky di dalamnya. Ia tengah bersama dengan seorang wanita yang disebutnya sebagai kenalan. Ecky yang dilaporkan hilang dan dicurigai sebagai pelaku pembunuhan dibawa ke markas polisi.

Sementara ketujuh potongan tubuh itu dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk diautopsi. Polda Metro Jaya melibatkan Laboratorium Forensik Polri serta Kedokteran Forensik dan Psikologi Forensik. Setelah  proses Disaster Victim Identificafion (DVI) dan pemeriksaan Deoxyribo Nucleic Acid (DNA), identitas potongan tubuh wanita itu benar adalah sosok Angela.

Keserasian data itu didapat setelah polisi mencocokan DNA milik Angela dan jenazah Anna Laksita Leihaloha, 15 tahun, yang dimakamkan di TPU Kampung Kandang, Jagakarsa. Anna adalah putri Angela yang ditemukan tewas mengenaskan di taman Tower I Apartemen Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan pada 20 Mei 2018. Juga catatan keluarga yang melaporkan Angela hilang tahun 2019 di Polda Jawa Barat.

Ellyzar Zachra, pembunuh dan pemutilasi Angela Hindrianti Wahyuningsih
Foto: Dok Istimewa

Awalnya, kepada penyidik polisi, Ecky mengaku membunuh dengan cara memutilasi Angela karena sakit hati didesak untuk menikahi Angela. Padahal, saat itu Ecky sudah mempunyai istri. Ecky nekat membunuh Angela karena diancam akan membocorkan perselingkunan itu jika keduanya tidak menikahi.

"Pembunuhan diduga terjadi pada bulan November 2021," kata Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi, Jumat, 6 Januari 2023.

Ecky membunuh dengan cara mencekik leher Angela hingga tewas di kontrakan di Tambun. Setelah itu, jasad Angela dibiarkan begitu saja di kamar kosnya itu selama dua pekan. Ecky menaburi jasad korban dengan bubuk kopi. Bubuk kopi juga disimpan dalam mangkuk di lubang ventilasi agar bau mayat tak menyebar ke luar dan dicium warga.

Setelah dua pekan, Ecky dengan kejinya memotong-motong tubuh korbannya menjadi tujuh bagian dengan menggunakan gergaji listrik. "Dan selama kurun waktu kurang lebih 1 tahun 1 bulan, jenazah disimpan di TKP (kontrakan tersangka) yang juga digunakan tersangka apabila tidak berada di rumahnya," jelas Hengky lagi.

Namun, sepekan kemudian, motif pembunuhan Angela oleh Ecky pun makin terkuat. Salah satunya, Ecky disebut ingin menguasai harta Angela. Polisi menyebutkan Ecky telah menguras uang milik Angela sebesar Rp 130 juta di ATM dan menjual sertifikat rumah Angela yang berlokasi di Bojong Menteng, Rawalumbu, Bekasi.

"Fakta tersebut berdasarkan saksi serta bukti pendukung bahwa tersangka Ecky juga memiliki niat lain menguasai harta milik korban," ungkap Hengky, Rabu, 18 Januari 2023.

Uang milik Angela tak diambil sekaligus, tapi bertahap dari ATM milik Angela. Uang itu digunakan Ecky untuk berbagai keperluan. Salah satunya untuk trading investasi. "Macam-macam keperluan pribadi, trading dan lain-lain," kata Kepala Unit IV Subsit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Tommy Haryono.

Angela Hindrianti Wahyuningsih
Foto: Istimewa 

Sementara sertifikat rumah Angela digadaikan Ecky kepada temannya seharga Rp 40 juta. Uang itu sama digunakan untuk keperluan pribadi dan trading juga. "Digadai Rp 40 juta. Rp 10 juta untuk biaya hidup, Rp 30 juta untul trading," imbuh Tommy.

Kepada penyidik polisi, Ecky mengakui dan menyesal telah membunuh. Ecky mengucapkan penyesalan dengan wajah datar, tanpa ekspresi penyeselan. Bahkan saat diinterogosi polisi ia cenderung tenang. "Tenang dan dingin," ujar Hengky.

Polisi kini masih terus menggali motif Ecky membunuh Angela. Tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka baru. Hal ini mengingat motif pembunuhan Angela dengan cara dimutilasi itu tak hanya soal asmara, tapi juga penguasan harta korbannya.

Yang jelas, Ecky akan diancam pasal berlapis atas perbuatannya yang bengis itu. Yaitu, pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, pasal 339 KUHP tentang pembunuhan dengan pemberatan dan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.


Penulis: M Rizal
Editor: Irwan Nugroho

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE