Respons Ketua DPP PPP
Ketua DPP PPP Syaifullah Tamliha pun memberikan tanggapan. Tamliha mengajak semua pihak untuk mengendalikan diri.
"Sebaiknya semua pihak bisa mengendalikan diri dengan cara istigfar dan mengoreksi diri bagi perbaikan PPP ke depan. Tidak kemudian mempertontonkan kepada publik yang berbuntut pada semakin terjadi perpecahan di tubuh PPP," kata Tamliha kepada wartawan, Sabtu (15/6).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Tamliha menilai PPP tidak akan lagi menjadi partai idola bagi kalangan tua hingga milenial, jika terus memunculkan polemik di internal.
"Jika ini terus terjadi, PPP tidak lagi menjadi partai yang menjadi idola bagi kalangan tua, terlebih bagi generasi Z dan generasi milenial," katanya.
Tamliha kembali mengingatkan semua pihak mengoreksi diri demi kebaikan partai. Dia menekankan PPP adalah partai persatuan.
"Wajib dong (mengoreksi diri). Kok namanya Partai Persatuan, malah bertengkar melulu," jelasnya.
Tamliha mengatakan PPP adalah partai terbuka. Sehingga, kata dia, tidak ada figur yang dominan di internal partai.
"PPP saat ini menjadi partai terbuka yang tidak ada figur yang dominan. Kalaupun ada tinggal Hamzah Haz mantan Ketum PPP dua kali dan figur yang 'paling bersih' hingga jadi Wapres. PPP tidak seperti PDIP, Partai Gerindra dan Partai Nasdem yang 'ada pemiliknya'," pungkasnya.
(lir/ygs)