Suara Keprihatinan Eks Elite Sebab PPP Gagal Lolos ke Senayan

Suara Keprihatinan Eks Elite Sebab PPP Gagal Lolos ke Senayan

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 15 Jun 2024 23:02 WIB
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia MUI Zainut Tauhid
Zainut Tauhid (Foto: Ari Saputra/detikcom)

Respons Ketua DPP PPP

Ketua DPP PPP Syaifullah Tamliha pun memberikan tanggapan. Tamliha mengajak semua pihak untuk mengendalikan diri.

"Sebaiknya semua pihak bisa mengendalikan diri dengan cara istigfar dan mengoreksi diri bagi perbaikan PPP ke depan. Tidak kemudian mempertontonkan kepada publik yang berbuntut pada semakin terjadi perpecahan di tubuh PPP," kata Tamliha kepada wartawan, Sabtu (15/6).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDIP Masinton Pasaribu (kiri) menjadi narasumber bersama Anggota Komisi I DPR Fraksi PPP Syaifullah Tamliha (kanan), dan Pengamat Intelijen Wawan Purwanto dalam dialektika demokrasi di Komplek Parlemen Senayan, Kamis (2/2/2017). Diskusi tersebut membahas Syaifullah Tamliha (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom).

Tamliha menilai PPP tidak akan lagi menjadi partai idola bagi kalangan tua hingga milenial, jika terus memunculkan polemik di internal.

"Jika ini terus terjadi, PPP tidak lagi menjadi partai yang menjadi idola bagi kalangan tua, terlebih bagi generasi Z dan generasi milenial," katanya.

ADVERTISEMENT

Tamliha kembali mengingatkan semua pihak mengoreksi diri demi kebaikan partai. Dia menekankan PPP adalah partai persatuan.

"Wajib dong (mengoreksi diri). Kok namanya Partai Persatuan, malah bertengkar melulu," jelasnya.

Tamliha mengatakan PPP adalah partai terbuka. Sehingga, kata dia, tidak ada figur yang dominan di internal partai.

"PPP saat ini menjadi partai terbuka yang tidak ada figur yang dominan. Kalaupun ada tinggal Hamzah Haz mantan Ketum PPP dua kali dan figur yang 'paling bersih' hingga jadi Wapres. PPP tidak seperti PDIP, Partai Gerindra dan Partai Nasdem yang 'ada pemiliknya'," pungkasnya.


(lir/ygs)



Hide Ads