"Stop. Sampun. Mandeg Mawon. Goodbye Mbah Amien Rais. Stop adu domba," kata Nusron saat dihubungi, Rabu (5/6/2024).
Nusron menilai Amien Rais tidak akan dapat memprovokasi dengan pernyataan-pernyataannya itu. Menurutnya, pihaknya telah sepakat untuk sama-sama menatap masa depan dan melanjutkan pembangunan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Nyuwun ngapunten provokasi panjenangan sampun mboten laku. Kita semua sudah kompak menatap masa depan, bersama pemerintahan Prabowo-Gibran yang bertujuan untuk melanjutkan program-progam Pak Jokowi," ujarnya.
Nusron menegaskan tidak ada istilah cawe-cawe maupun mengambil alih tugas. Sebaliknya, Nusron menilai semua telah berjalan dengan sesuai.
"Tidak ada adu domba dan tidak ada istilah cawe-cawe dan mengambil alih pekerjaan dan tugas orang atau lembaga lain. Masing-masing sudah on the track," tuturnya.
"Sudah panjenengan fokus dan konsentrasi di Partai Ummat. Semoga pada Pemilu tahun 2029 mendatang kita bisa ketemu untuk kompetisi bersama. Syukur-syukur bisa lolos ke Senayan," imbuh dia.
Amien Rais sebelumnya meminta jangan ada cawe-cawe lagi. Amien berharap presiden terpilih Prabowo Subianto dapat mengambil alih pemerintahan dengan dukungan penuh masyarakat.
"Saya pikir sudah waktunya goodbye sir please go back to your asal-usul, kemudian nggak usah cawe-cawe lagi," kata Amien Rais di kompleks parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/6).
"Biarlah Pak Prabowo ambil alih dengan dukungan mayoritas parpol dan masyarakat Indonesia, mudah-mudahan ada harapan," sambungnya.
(amw/dek)











































