"Sayangnya dalam proses pembangunan terutama untuk pemenuhan kebutuhan pangan maupun energi, banyak proyek pemerintah dan swasta yang mengesampingkan peran bahkan mengorbankan masyarakat adat," ujar Wakil Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud Sumantri Suwarno dalam keterangannya, Selasa (23/1/2024).
Dalam banyak konflik agraria, menurut Sumantri, masyarakat adat lebih sering dikorbankan dan harus tersingkir dari wilayah adat yang sudah dihuni beberapa generasi.
Sumantri menegaskan keberadaan Prof Mahfud MD dengan kemampuan dan integritasnya menjadi jaminan bagi adanya penegakkan hukum agar hak masyarakat adat terlindungi dan aspirasi mereka didengarkan.
"Pasangan Ganjar-Mahfud juga memastikan bahwa pencapaian ketahanan pangan dan energi dalam pelaksanaannya tidak boleh menghancurkan lingkungan yang menjadi rumah dan halaman masyarakat adat," tuturnya.
"Pasangan Ganjar Mahfud meyakini bahwa pelestarian lingkungan dan penghargaan terhadap masyarakat adat adalah tanggung jawab kepemimpinan yang harus dijalankan dengan seksama dan tanpa kompromi," pungkasnya.
Simak Video 'Mahfud soal Tambang Ilegal Dibekingi Aparat: Kita Sudah Mulai Bongkar':
(mpr/ega)











































