Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka menemui sejumlah influencer atau pegiat media sosial (medsos) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dia menerima sejumlah pertanyaan dan juga curahan hati (curhat) dari para influencer.
Pertama, dia menerima pertanyaan terkait keluhan salah satu influencer terkait seringnya mati lampu di Makassar. Dia bertanya kepada Gibran apakah mengeluhkan hal tersebut di medsos normal atau tidak.
"Normal, normal aja. Kalau di Solo biasanya di sosial media kan kita punya tim misalnya ada yang aspal bolong, butuh ambulans, pohon roboh kalau hujan gini. Ada yang komplain masalah PLN, tapi nggak separah di Makassar sih," kata Gibran menjawab pertanyaannya, Jumat (24/11/2023).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gibran mengatakan akan coba berkoordinasi dengan pemerintah setempat serta PLN terkait masalah tersebut. Sebab menurutnya, cukup parah apabila mati lampu sampai setiap hari.
"Tapi nanti coba kami koordinasikan dengan Wali Kota sama PLN ya kendalanya ada dimana. Sampai tiap hari itu termasuk agak parah sih," ungkapnya.
Selain itu, Gibran juga menerima pertanyaan tentang apakah aman untuk mengkritik sesuatu di medsos. Influencer tersebut mengaku agak was-was. Namun, Gibran mengatakan tidak perlu was-was.
"Nggak usah was-was, disuarakan saja. Itu tadi menyuarakan listrik mati, nggak apa-apa kan? Rumah kamu gak didatangi orang kan? Orang PLN datang terus marah atau apa? Nggak didatangi tukang bakso kan? Lah yaudah," ujar Gibran.
Dia mengatakan bahwa memberi kritik melalui medsos adalah hal yang aman dilakukan. Tak masalah menurutnya mengkritik, mengevaluasi, hingga komplain terhadap pemerintah.
"Kalau di Solo ada platform khusus bisa semua jenis komplain dimasukkan ke situ, dan kamu bisa lihat progresnya sampai kemana. Progresnya sudah ditindaklanjuti, sudah diselesaikan, atau gimana-gimana. Saya nggak tahu disini ada atau tidak," jelasnya.
"Yang jelas kalian pingin ini kan, punya akses langsung ke pemimpin? Kalian pingin kalau ada komplain, ada sesuatu yang nggak enak, pengin sesuatu pengin langsung ke pemimpinnya kan? Kalian tahu nomor HP saya di Instagram kan? Ya itu biasanya saya pakai buat warga Solo, tapi sekarang kan situasi sudah berubah jadi yang komplain se-Indonesia," sambungnya.
Penjelasan PLN
Sementara itu, PT PLN (Persero) buka suara terkait kondisi listrik yang sering mati di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). PLN menyebut terpaksa melakukan manajemen beban akibat cuaca ekstrim, khususnya panas yang berkepanjangan sehingga mengakibatkan kondisi debit air yang menjadi sumber utama Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) turun drastis dan mengakibatkan berkurangnya pasokan listrik.
PLN menyebut beberapa hari terakhir hujan memang telah turun, namun belum bisa sepenuhnya memulihkan pasokan bagi PLTA. Sementara, sistem kelistrikan Sulbagsel sangat bergantung pada sumber listrik dari PLTA, yaitu sebesar 33 persen dari total pasokan listrik.
Di sisi lain, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dimaksimalkan produksinya secara terus menerus juga perlu menjalani maintenance (pemeliharaan) sehingga manajemen beban harus dilakukan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Moch. Andy Adchaminoerdin juga memberi penjelasan. Dia memastikan pihaknya terus mengupayakan penambahan pembangkit dan mengoptimalkan sistem interkoneksi sistem kelistrikan Sulbagsel yang terhubung mulai dari Sulawesi Selatan daratan, Sulawesi Barat, Palu (Sulawesi Tengah) dan Sulawesi Tenggara daratan sehingga bisa saling menopang.
"Kami upayakan juga dengan penambahan pembangkit yang saat ini sudah masuk 30 MW. Kemudian akan masuk lagi tambahan 50 MW pada akhir Desember 2023. Kami juga sedang lakukan percepatan penambahan pembangkit Inter Temporary Capacity di Punagaya sebesar 200 MW yang ditargetkan masuk sistem pada Maret 2024," ungkap Andy.
Lebih lanjut, Andy menyampaikan permohonan maaf terkait manajemen beban yang dilakukan dan berharap masyarakat bersedia bahu membahu dengan menurunkan penggunaan pemakaian listrik sehari-hari sambil menunggu pemulihan sistem kelistrikan.
"Untuk mengurangi dampak dan durasi padam, mohon dukungan masyarakat untuk sementara waktu ini agar bersama-sama mengurangi pemakaian listriknya sekitar 30 persen selama masa pemulihan pembangkit," tutup Andy.
Simak juga 'Gibran Rakabuming Dorong Santri Melek Teknologi di Era Industri':