PDIP Soroti Kerja Mentan, NasDem: Jangan Tekan Jokowi Pakai Data Absurd!

ADVERTISEMENT

PDIP Soroti Kerja Mentan, NasDem: Jangan Tekan Jokowi Pakai Data Absurd!

Dwi Rahmawati - detikNews
Jumat, 20 Jan 2023 11:46 WIB
Irma Suryani Chaniago
Irma Suryani Chaniago (Dok: www.fraksinasdem.org)
Jakarta -

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai NasDem Ahmad Ali menanggapi pernyataan Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto soal kinerja Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di tengah dorongan mundur dari kabinet. Ali menyebut NasDem tak terpengaruh dengan apa yang disampaikan oleh PDIP.

"Kalau partai politik yang melakukan evaluasi pasti ada subjektivitasnya karena kepentingannya berbeda sehingga NasDem tidak terpengaruh lah dengan apa yang disampaikan saudara Hasto," kata Ali kepada wartawan, Jumat (20/1/2023).

Ia kemudian menyinggung terkait menteri NasDem yang tak pernah ditangkap oleh KPK. Ia menyerahkan semua keputusan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Apapun penilaian orang tentang kinerja daripada menteri dari NasDem secara keseluruhan menteri NasDem kan nggak ada yang ditangkap KPK dalam bekerja kan. Artinya gini, sudahlah kita serahkan saja semuanya itu kepada Pak Jokowi kan," ungkapnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan Ketua DPP Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago. Ia menilai pernyataan Hasto terkait kinerja Menteri Pertanian tak seusia fakta dan tidak berdasar.

"Coba lihat data dan fakta pasti tidak benar dan tidak berdasar. Tidak perlu desak dan tekan-tekan Presiden dengan data yang absurd seperti itu. Biarkan Presiden ambil keputusan sesuai dengan hak beliau," tutur Irma.

Irma menjelaskan berdasarkan data Bulog terhadap realisasi pengadaan gabah atau beras dalam negeri sampai dengan tahun 2022 cukup baik. Bahkan, lanjutnya, stok gabah RI tak perlu impor dan mampu berswasembada sendiri.

"Data menunjukkan bahwa stok gabah cukup dan tidak perlu impor, data surplus beras itukan 1,7 ton artinya memang kita mampu swasembada dan tidak perlu impor. Itu sudah disampaikan Mentan berkali-kali di media," tutur Irma.

"Menurut saya, yang tidak mampu serap gabah petani itu justru Bulog dan yang pengin impor itu Bulog dan Mendag. Jadi, salah besar jika disalahkan Mentan," sambungnya.

Ia lantas merinci kinerja serap gabah atau beras oleh Bulog dalam 5 tahun terakhir. Menurut Irma berdasarkan Hasil Survei Cadangan Beras Nasional (SCBN) 2022 sejak 2018 serap beras oleh Bulog di angka 1,4 juta ton, sementara 2021 di posisi 1,21 juta ton.

"Tahun 2022 terendah selama 5 tahun hanya 954 ribu ton (6 Des 2022), sumber masalahnya ada di sini. Semestinya serap yang bagus saat panen raya Maret-Mei, tapi pada 2022 ini hanya Maret; 48 ribu ton dan April; 201 ribu ton," kata Irma.

Simak juga 'Puan Bicara Isu Reshuffle: Presiden yang Tentukan Kapan Hari Baiknya':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT