Panitia Klaim Relawan 'Veteran' Jokowi Hadiri Nusantara Bersatu di GBK

ADVERTISEMENT

Panitia Klaim Relawan 'Veteran' Jokowi Hadiri Nusantara Bersatu di GBK

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 01 Des 2022 06:56 WIB
Jakarta -

Panitia Acara Nusantara Bersatu, Silfester Matutina mengklaim relawan Jokowi dari Veteran hadir saat acara di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Dia menyebut relawan Jokowi 2012 hadir semua.

"Seknas ada, ketuanya datang. Budi Arie Projo tapi kalau anggotanya dateng, ada pakai kaos-kaosnya. Terus relawan Jokowi yang dari 2012 hadir semua karena saya tahu ketua-ketuanya. (Relawan veteran) hadir," kata Silfester dalam acara Adu Perspektif detikcom bersama Total Politik bertajuk 'Gegara Capres Rambut Putih Keriput' yang disiarkan di YouTube, Rabu (30/11/2022).

Silfester menuturkan acara yang digelar di GBK beberapa waktu lalu lebih besar dari Musra. Dia menyebut relawan dari buruh juga turut hadir di GBK saat itu.

"Di Musra itu hanya 18 organisasi relawan, kami ini ratusan organisasai yang berkumpul di situ, dari ribuan yang saya bilang. Kalau yang relawan 2012 itu ada GK hadir. Terus Kris Budiharjo dari 2012 hadir. Andi Gani datang ada saya menurut teman-teman. Buruhnya ada di situ juga pakai baju buruh," ujarnya.

Silfester pun menyebut pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang mempertanyakan ketidakhadiran relawan Jokowi sejak Pilgub DKI Jakarta tidak valid. Sebab, Hasto tidak berada di lokasi acara sehingga tidak melihat secara langsung.

"Makanya saya bilang itu nggak valid, mungkin Mas Hasto nggak ada di situ kan beliau nggak bisa lihat langsung. Kalau saya kan di situ," imbuhnya.

Sebelumnya, keberadaan relawan-relawan veteran Jokowi yang mendukung sejak Pilgub 2012 dipertanyakan saat acara itu digelar. Tanda tanya keberadaan relawan-relawan itu disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Dia awalnya menyoroti kontroversi acara relawan di GBK.

"Sekiranya acara di GBK tersebut kita cermati dengan objektif, maka saat ini ternyata muncul berbagai kontroversi akibat pernyataan dari Benny Rhamdani yang kemudian menciptakan polemik, tumpukan sampah, kemacetan, dan cara-cara mobilisasi dengan menjanjikan hal-hal yang kurang pas," kata Hasto saat dihubungi, Selasa (29/11/2022).

Hasto juga menyinggung larangan Menpora yang ditabrak oleh relawan Nusantara Bersatu. Karena itulah, menurutnya, alih-alih menguntungkan, acara yang digelar di GBK pada Sabtu (26/11) kemarin justru merugikan semua pendukung Jokowi.

"Belum lagi acara tersebut menabrak keputusan Menpora yang telah melarang penggunaan stadion utama GBK. Kalau nasi sudah menjadi bubur seperti itu kan semua pendukung Pak Jokowi yang rugi," ujar Hasto.

Selain itu, Hasto juga bertanya-tanya soal relawan-relawan yang hadir di GBK. Dia mengaku heran lantaran tidak ada sosok relawan yang betul-betul berjuang mendukung Jokowi sejak Pilgub DKI Jakarta hadir di acara tersebut.

"Lalu menjadi pertanyaan, mengapa relawan yang benar-benar berjibaku sejak Pak Jokowi berjuang sebagai Gubernur dan kemudian Pilpres I dan II tidak nampak di acara tersebut?"ujarHasto.

(dek/mae)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT