Golkar Balas Ketum Projo: Warna Rambut Hanya Simbol Fisik, Tak Perlu Disoal

ADVERTISEMENT

Golkar Balas Ketum Projo: Warna Rambut Hanya Simbol Fisik, Tak Perlu Disoal

Dwi Rahmawati - detikNews
Rabu, 30 Nov 2022 16:05 WIB
Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily
Ketua DPP Golkar Ace Hasan (Foto: Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta -

Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily menanggapi Ketum Projo Budi Arie yang menganggap kode rambut putih hanya menunjukkan ketuaan dan tidak bermakna positif. Ace mengatakan persoalan warna rambut tidak perlu diperdebatkan, karena itu hanya simbol fisik.

"Saya kira perdebatannya bukan pada rambut putih atau bukan. Itu kan hanya simbol fisik," kata Ace saat dikonfirmasi, Rabu (30/11/2022).

Ace menyebut pernyataan Jokowi mempunyai arti tersendiri. Terlepas termasuk kode atau tidak, menurut Ace, Jokowi ingin menyampaikan pesan agar siapapun penerus nanti melanjutkan pembangunannya.

"Pesan kuat dari Presiden Jokowi itu adalah siapa penerus beliau yang dapat melanjutkan arah pembangunan yang telah dilakukan beliau," tutur Ace.

"Karakter beliau yang pekerja keras dan bekerja sungguh-sungguh harus dilanjutkan figur yang memiliki karakter yang sama," sambungnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Relawan Pro Jokowi atau Projo Budi Arie Setiadi menanggapi kode pemimpin rambut putih yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Budi Arie menyebut narasi pemimpin berambut putih harus dikelola dengan hati-hati.

"Saya nggak mau berspekulasilah karena kisi-kisi rambut putih itu kalau kita nggak manage dengan hati-hati nanti bisa dianggap sebagai simbol ketuaan. Padahal pemilih kita kan muda, 52 persen. Itu pemilih muda kita, pemilih di bawah 40 tahun, itu 52 persen," kata Budi Arie dalam YouTube Total Politik yang ditayangkan detikcom, Selasa (29/11/2022).

Budi Arie menyebut rambut putih akrab dengan simbol tua. Menurutnya, hal ini tidak terlalu positif jika dijadikan bahan kampanye.

"Dan kita tahu rambut putih itu kan simbol ketuaan. Jadi bukan hal yang terlalu positif, menurut saya, untuk sebagai bahan kampanye," kata dia.

"Karena rambut putih itu identik dengan tua, sementara pemilih kita muda. Iya dong (Keriput juga tidak positif)," imbuh Budi Arie.

Budi Arie mengaku tidak tahu maksud Presiden Jokowi memberikan kode pemimpin kerutan dan berambut putih. Menurut Budi Arie, pemimpin yang memang berumur tua pun ingin terlihat selalu muda.

(eva/eva)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT