Benny Ramdhani 'Izin Tempur' Relawan Barikade '98, Apa Itu?

ADVERTISEMENT

Benny Ramdhani 'Izin Tempur' Relawan Barikade '98, Apa Itu?

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Rabu, 30 Nov 2022 15:51 WIB
Kepala BP2MI Benny Rhamdani
Foto: Benny Rhamdani (Citra Nur Hasanah/20detik).
Jakarta -

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani diperbincangkan usai pernyataan meminta 'izin tempur' ke Presiden Jokowi menjadi viral. Kelompok relawan apa yang diwakili Benny Rhamdani?

Benny mengatakan dirinya merupakan bagian dari kelompok relawan Jokowi bernama Barikade 98. Benny menjabat sebagai ketua umum sampai saat ini.

Benny mengatakan Barikade 98 terbentuk sejak 2 tahun lalu. Namun, kata dia, kelompok tersebut diisi oleh para relawan dan pendukung Jokowi sejak maju berkontestasi di Pilpres 2014.

"Barikade 98 sudah dua tahun berdirinya, tapi secara personal orang-orang yang ada di Barikade itu para relawan dan pendukung Jokowi di pilpres 2014 dan 2019, sudah terlibat sebagai relawan Pak Jokowi," kata Benny saat dihubungi, Rabu (30/11/2022).

Minta Izin Tempur ke Jokowi

Benny Rhamdani menjadi sorotan karena videonya viral di media sosial. Dalam video itu, Benny meminta izin tempur secara langsung ke Presiden Jokowi.

"Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak," demikian pernyataan Benny yang kini menjadi sorotan.

Benny Rhamdani sudah menjelaskan beredarnya video viral yang memperlihatkan dirinya meminta izin tempur kepada Presiden Jokowi. Benny menyebut video yang beredar tak memperlihatkan keseluruhan pembicaraan secara utuh.

Benny menyebut di pemerintahan Jokowi mungkin ada hal yang kurang. Namun, kata dia, masih ada tindakan yang terlewatkan sehingga berujung pada serangan.

"Yang kita soroti dalam perjalanan kebangsaan ini, ini sudah bukan kritik, lihat cara-cara yang mereka lakukan selama ini upaya untuk mendelegitimasi, menjatuhkan pemerintahan. Selalu dengan pola yang sama penyebaran kebencian, fitnah, adu domba antarsuku dan agama, berita-berita hoax bahkan penghinaan dan pencemaran terhadap simbol-simbol negara, presiden, ibu negara," kata Benny.

"Ini kan terus berulang, ini menjadi mesin mematikan yang terus diproduksi, yang kami menangkap ini tidak lepas dari dendam politik yang diformalin pasca Pilpres 2019," sambungnya.

Benny Rhamdani meluruskan narasi terkait ucapan turun ke lapangan. Menurut Benny, hal tersebut hanya gambaran semata.

"Ya itu hanya sebagai gambaran ilustrasi bahwa pertama, kalau penegakan hukum tidak jalan, kegemesan dan kemarahan kita itu kan bisa dilakukan dengan cara tadi, masa kita tidak bisa turun ke jalan? Itu hanya pesan saja, tapi yang kita dorong kuncinya penegakan hukum," kata Benny.

Lihat Video: Jokowi Ketawa Ditanya soal PDIP Minta Relawan Izin Tempur Ditinggalkan

[Gambas:Video 20detik]




(fca/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT