Saat Relawan Izin Tempur Dianggap Provokasi dan Nodai Jokowi

ADVERTISEMENT

Saat Relawan Izin Tempur Dianggap Provokasi dan Nodai Jokowi

Dwi Rahmawati - detikNews
Rabu, 30 Nov 2022 11:04 WIB
Relawan Presiden Joko Widodo yang terhimpun dalam Gerakan Nusantara Bersatu bertemu Jokowi di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Sabtu (26/11/2022).
Relawan Jokowi kumpul di Gelora Bung Karno. (Kenny Gida/detikcom)
Jakarta -

Pernyataan Benny Rhamdani minta izin tempur ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuai respons keras. Partai koalisi pro-pemerintah meminta relawan Jokowi tak memprovokasi kondisi politik saat ini dan menodai hasil pembangunan Jokowi.

Potongan video berisi ucapan Kepala BP2MI Benny Rhamdani izin tempur ke Jokowi diambil di sela acara relawan Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno (GBK). Acara di GBK berlangsung Sabtu (26/11).

"Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak," demikian pernyataan Benny yang menjadi sorotan.

Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menanggapi video pernyataan Benny Rhamdani yang meminta izin tempur ke Presiden Jokowi. Viva meminta Benny tak menjadi provokator.

"Mas Benny tidak usah menjadi provokator dan melakukan propaganda untuk membakar-bakar Presiden Jokowi dalam meniti proses demokrasi konstitusional di Indonesia," kata Viva dalam keterangannya, Selasa (29/11).

Viva menyebut kehidupan demokrasi mesti berpedoman pada hukum yang berlaku. Menurutnya, tak perlu adu kekuatan fisik seperti yang dikatakan Benny dalam video yang beredar.

"Jika ada perbedaan pendapat, pemikiran, atau pandangan politik, ya serahkan pada mekanisme hukum dan peraturan perundangan-undangan. Tidak boleh main kayu, adu fisik kayak perang Rusia-Ukraina. Itu namanya hukum rimba, yang kuat itu yang menang. Dan ini adalah jalan kesesatan dalam berdemokrasi," kata Viva.

Menurut Viva, apa yang dilakukan Jokowi saat ini sudah berada di jalurnya. Dia meminta Benny tidak menodai citra Jokowi.

"Presiden Jokowi sudah on the track, sudah sesuai dengan jalan demokrasi. Yang penuh kesabaran dan kebijakan selalu tunduk dan patuh kepada Konstitusi dan Undang-Undang. Jangan diperkecil atau dinodai prestasi presiden dalam pembangunan demokrasi di Indonesia," ungkapnya.

Penjelasan Benny Rhamdani

Benny Rhamdani sudah menjelaskan beredarnya video viral yang memperlihatkan dirinya meminta izin tempur kepada Presiden Jokowi. Benny menyebut video yang beredar tak memperlihatkan keseluruhan pembicaraan secara utuh.

"Jadi itu bukan acara tertutup tapi saya yakin video itu adalah video yang tidak utuh, kalau utuh kan seharusnya keseluruhan dong, dari mulai pertama sampai selesai kurang lebih 40 menit. Harusnya, dimuat secara utuh dan yang menyampaikan aspirasi, pandangan masalah, saran, usul, kepada presiden kan tidak hanya saya," kata Benny di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (28/11).

Benny menyebut di pemerintahan Jokowi mungkin ada hal yang kurang. Namun, kata dia, masih ada tindakan yang terlewatkan sehingga berujung pada serangan.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT